
Matahari masih tetap sama, semua orang juga masih sama, semua nya masih seperti dulu, tak ada yg berubah, yg berubah di sini hanya lah aku, hanya aku.
Aku berada di taman yg sama, sedang duduk di bangku taman, semua nya menatap ke arah ku yg sedang menikmati pagi, why?, Cuz I'm Beautiful.
Aku terlahir kembali dngn wajah dan tubuh yg sangat menawan, tak jauh beda dngn tubuh ku yg lama, yg jauh berbeda adalah isi di dlm tubuh itu sendiri, tubuh yg lama memiliki jiwa yg putih dan bersih, dia baik dan ramah, tapi ini, di dalam tubuh ini terdapat iblis, monster yg tak seorang pun mau melihat nya.
Aku berada di sini, menginjak dunia ini kembali hanya untuk membalaskan dendam ku, aku tak akan melepaskan seorang pun yg ikut dalam rencana pelenyapan ku.
*Menarik nafas dan menghembuskan nya kasar*
"Aku akan patikan kau merasakan kesakitan yg lebih dari pada yg ku rasa kan" aku mulai berdiri dari duduk ku, dan berjalan santai, saat aku sedang berjalan ada orang buta yg menabrak ku, bagaimana bisa, tubuh sebesar ini dia tak melihat nya?
"Ma...maaf kan aku, aku benar² tak sengaja" ucap pria itu pada ku
"Ahhh, kau ini, apa kau tak bisa melihat" jawabku yg marah sambil menatap ke arah baju kaos ku yg basah karna air minum nya, saat dia mengatakan maaf sekali lagi pada ku, aku mengangkat kepala ku menghadap ke arah nya.
Saat aku melihat wajah nya, betapa terkejutnya aku saat melihat siapa pria itu.
"Sekali lagi aku minta maaf, aku tak berniat membasahi tubuh mu dngn sengaja"
"Senior!!!" Ucap ku seketika, yaa dia adalah senior di kampus ku, dia lah mahasiswa yg paling populer di kampus, kepopuleran nya mengalahkan Roy, bahkan aku juga adalah salah 1 penggemar nya.
Dia baik, tampan, kaya, pintar, ramah, jago dalam bidang olahraga dan ketampanan nya membuat dia semakin sempurna.
"Kau tau aku?" Nama nya adalah Candra Malik
__ADS_1
"Ahh...itu, iya aku mengenal mu"
"Oh, jika kau mengenalku, apa aku juga mengenal mu, atau ....??" Tanya kak Candra
"Ku rasa tidak, permisi kak aku ingin pergi dulu" aku ingin segera pergi dari sana, karna aku bukan lah Bianca yg sama lagi, jika aku Bianca yg dulu, mungkin aku akan menghabiskan banyak waktu lagi dngn kak Candra, tapi sayang nya itu tak terjadi.
Saat aku ingin berjalan melewati kak senior, dia memegang tangan ku dan menahan ku, aku terkejut dngn itu, aku menoleh, menghadap ke arah kak senior.
"Setidak nya, biarkan aku bertanggung jawab, tak baik jika seorang gadis mengenakan pakaian yg basah di kermunan orang banyak, kau akan menjadi pusat perhatian nanti nya"
Gadis?, Hah, aku kalimat itu membuat aku muak dan jijik, aku teringat akan adegan itu lagi, aku bukan lah seorang gadis lagi kau tau itu.
Aku menyingkirkan semua amarah ku dan menuruti apa kata senior, dia menarik ku dan membuat aku terduduk kembali di kursi taman, dia juga duduk di sebelah ku.
"Siapa nama mu?" Kak senior bertanya pada ku, sambil ia melepaskan jaket yg ia kenakan.
"Nama ku Bunga, ya Bunga" jawab ku dengan lega.
"Oke Bunga, pakailah jaket ku ini, setidak nya dngn ini maka kau tak akan jadi pusat perhatian" kak senior mengatakan itu sambil mengenakan jaket nya pada ku, sekejap aku merasa kagum pada kak senior, ternyata dia benar orang yg baik.
Aku teridam tak berkutik, tak menatap, berkata atau mengedipkan mata ku, dan kurasa dngn sikap ku yg dingin ini kak senior sedikit merasa tak enak.
"Ahhh maaf jika jaket nya sedikit bau, karna aku habis joging pagi tadi, jika kau tak mau, maka kau bisa melepaskan nya, aku akan mencari cara lain" ucap kak senior sambil ingin melepaskan jaket nya pada ku.
Aku menahan kak senior untuk melepaskan jaket itu.
__ADS_1
"Tak apa, aku suka, trima kasih" ucap ku tanpa ekspresi, tak tersenyum sedikit pun.
"Aku merasa lega kau mengatakan itu, tapi apa benar jaket ku tak bau?, Aku habis mengeluarkan banyak keringat tadiš¤" kak senior terlihat sangat lucu dan manis, tapi entah mengapa aku tak bisa tersenyum, aku tak tau, aku lupa cara tersenyum atau apa.
"Bau keringat mu tak buruk" ucap ku sambil mengendus kerah jaket kak senior.
"Ahhh kau bisa sajaš, aku kan jadi malu" kak senior benar² manis, andai aku punya hati mungkin aku akan mencintai nya.
"Apa kau sudah makan?" Tanya kak senior
"Belum" jawab ku yg singkat, dan lagi² tanpa ekspresi
"(Gadis ini dingin sekali, sampai menggigil akuš)"
"Ayo, kita makan bersama" kak senior berdiri dan sambil menarik tangan ku, tapi aku tak bergerak.
"Tak perlu, aku tak lapar"
"Anggap saja ini sebagai biaya ganti rugi ku karna sudah membasahi pakaian mu"
"Tapi kkk sudah memberikan jaket ini pada ku, ku rasa ini sudah cukup"
"(Ya ampunš¬)"
"Baiklah², aku tak akan memaksa" kak senior kembali duduk di seblah ku.
__ADS_1
TBC
vote nya yaa di tungguš