
Cukup lama ketegangan itu terjadi, hingga membuat Taslim memutuskan untuk memanggil ambulance segera tiba disana. Dan segera mengevakuasi kondisi buruk saat itu.
"Sudah tenanglah, semua akan membaik." seru Taslim menenangkan 0 sang istri yang sejak tadi masih begitu shock dengan semua keadaan.
Bahkan pria itu telah memastikan jika berita mengerikan itu tidak sampai terekspose oleh keluarga besar Taslim.
*
*
*
1 minggu setelah kejadian buruk itu berlalu, kini pernikahan Erick dan Nancy sudah digelar dengan begitu mewah. Bahkan sangat mewah, hingga membuat mata beberapa kerabat Taslim berdecak kagum dan tentu saja curiga.
Banyak dari tamu undangan saat itu menggunjing pernikahan keduanya karena kabar burung yang beredar saat ini tentang keluarga Christian begitu miris .
"Lihatlah kedua pengantin itu, tak ada sedikitpun pancaran kesedihan malam ini. Mereka berdua sangat tak tahu diri!" ucap salah seorang tamu undangan dengan kerabat lainnya.
Karena makian itu tertuju kepada sang keponakan, ia hanya menanggapi dengan senyum kecil yang getir.
Tak menampik jika semua sorot mata disana malam itu menghakimi seluruh keluarga Taslim terlebih lagi kedua mempelai pengantin.
"Jeng selamat ya, gimana nih perasaanya punya menantu double tapi sayang sedarah lagi ." seru salah seorang anggota sosialita Casandra yang menaiki altar pernikahan dengan beberapa rekannya.
Memang terlihat begitu bahagia mereka disana dengan senyum yang mengembang sempurna, tapi siapa sangka jika senyum itu penuh tipu muslihat.
__ADS_1
Casandra hanya mendengus kesal ketika mendengar perkataan yang bisa memicu harkat dan martabatnya hancur hanya dalam satu malam.
"Sayang, bolehkah kita sudahi acara gila ini, aku muak!" gerutunya tepat disamping Taslim dengan wajah masam.
Suaminya hanya mampu memberikan nasehat pada Casandra agar supaya lebih bersabar lagi hari ini.
Acara malam itu berlalu begitu cepat, satu persatu sorot lampu mewah dalam gedung tersebut mulai padam dan berakhir.
Taslim dan seluruh keluarga besarnya memutuskan untuk bermalam di hotel tersebut sambil menunggu hari esok.
"Sayang gendong ..." rengek Nancy yang telah resmi menyandang status sebagai nyonya Taslim juga.
"Kemarilah..." sambut Erick penuh dengan Cinta.
Keduanya melewati malam itu penuh dengan gairah, bisa dikatakan jika Nancy benar-benar telah menyerahkan tubuhnya sepenuhnya disana.
Tetes keringat keduanya saling membasahi tubuh keduanya hingga menciptakan suara ******* disetiap aksinya.
"Kau cantik sekali Fel ..." ucap Erick lirih membisik di telinga Nancy namun harus menerima tamparan yang cukup kuat dari istri barunya tersebut.
"Akh!" teriak Erick sembari mengakhiri hubungan panas keduanya.
Sedangkan Nancy masih terlihat melipat kedua tanganya penuh dengan kekesalan. Dan membuang wajahnya tepat dihadapan Erick.
"Ada apa dengan dirimu?"
__ADS_1
Nancy beranjak dari tempat tidur dengan tubuh polosnya untuk menyalakan lampu kamar itu.
"Siapa aku?"
"Felicia ada apa dengan dirimu!"
Pekik Erick dalam kesadaran sepenuhnya tapi hal itu justru memancing kegilaan Nancy disana, ia telah berusaha sekuat mungkin untuk menunjukkan pada suaminya jika ia bukanlah sang adik.
"PLAK!" tamparan berikutnya tepat pada pipi kedua erick sebelah kanan setelah sebelah kiri terlebih dahulu.
"Kenapa denganmu sayang, kasar sekali setelah menikah. Tapi itu membuatku semakin bergairah!"
Erick menarik cepat tangan Nancy dan kembali merengkuhnya dalam pelukan . Dan sekali lagi menguncinya dengan ciu man panas.
Entah hal apa yang membuat pemuda tersebut hilang kesadaran malam itu. Dirinya sama sekali tak bisa mengingat Nancy sedikitpun, hanya bayang Felicia lah yang sejak tadi nampak dihadapan wajah Erick.
"Aku akan pulang!"
"Felicia Wilson!" teriak Erick dengan lantang.
"Nancy Wilson Erick!" Sambung Nancy dengan teriakan kencang pula dan semakin kuat.
Erick hanya mengerutkan keningnya berulang kali , karena tak habis pikir dengan wanita yang baru dinikahinya malam itu. Berulang kali ia menerima bantahan disana, tapi tanpa keduanya sadari bahwa kekuatan hitam tersebut kini tengah membayangi dan mengintai keduanya.
Bersambung π
__ADS_1