
"ta tuhan tolong aku😫" jerit kecil ku sambil masih berjalan dngn cepat.
_____________________________________________
Aku menoleh ke belakang untuk melihat siapa yg mengikutiku, aku semakin ketakutan saat melihat ada 5 orang pria tinggi mengikuti ku sambil tertawa tawa bahagia.
Aku mulai belari dngn ketakutan dan merengek, aku semakin ketakutan saat ku dengar hentakan kaki mereka juga mempercepat.
Aku berlari sekuat dan sebisa yg ku bisa.
"Hey kenapa kau berlari gadis manis?😄" teriak salah 1 pria pada ku
"Haha, biarkan saja dia berlari, jika dia kehabisan tenaga bukan kah itu bagus😄" jawab pria yg 1 nya lagi
Aku terus saja berlari sampai aku tak tau arah yg ku pilih, sampai akhir nya aku berada di lorong buntu, di sana hanya ada dinding² tinggi yg sudah pasti tak bisa ku panjat, aku semakin ketakutab saat pria² itu semakin mendekat ke arah ku dngn senyuman jahat mereka.
"Menjauh kalian, aku bilang menjauh" saat ini aku benar² dalam keadaan ketakutan, dan di fikiran ku saat itu adalah menghubungi Nisa, aku mulai merogoh tas ku dan mengambil hp ku, saat aku sedang mencari kontak teman ku, tiba² salah 1 pria itu merebut paksa hp ku.
"Kau ingin menghubungi siapa ha?" Tanya pria itu pada ku, yg membuat ku semakin bergetar karna takut.
"To....tolong le...lepas kan aku😖" kaki ku mulai tak kuat lagi menopang tubuh ku, dan saat aku ingin berteriak.
"TO...!!!!!!" Teriak ku yg terpotong karna mulut ku sudah di tutup dngn kain.
Kepala ku mulai pusing dan sedikit demi sedikit aku mulai kehilangan kesadaran, dan akhirnya aku pun pingsan.
Skip
__ADS_1
"Emhh😧" aku sadar saat itu mulut ku sudah di tutup dngn plaster, kaki dan tangan ku di ikat di kursi kayu, aku di kurung dalam ruangan yg tak memiliki penerangan yg cukup.
Krattt
Pintu yg rapuh itu terbuka, dan masuk lah beberapa orang yg salah satu nya adalah seorang perempuan, dia menggunakan masker dan aku juga tak bisa melihat jelas mata nya karna ruangan yg gelap.
"Emmm emmmm emmm" ronta ku yg meminta untuk di lepaskan.
"Lakukan apa pun yg kalian mau, tapi setelah itu aku tak ingin melihat wanita ini hidup lagi, mengerti?"
"(LUSI!!!!😨, Itu suara Lusi kan?, Iya itu suara Lusi, apa yg ingin dia lakukan pada ku?)" Saat aku mendengar suara itu aku sadar dan tau jika itu adalah Lusi, aku tau betul suara nya dan aku tak mungkin salah.
"Emmmm emmm emmm" lagi² aku meronta, aku sungguh merasa takut saat ini.
"Baiklah tuan😏😏" smirk ke 3 pria besar itu aku bisa melihat nya.
Aku berusaha mengatakan sesuatu pada nya, tapi aku di acuh kan, aku bingung siapa pria yg ia maksud kan itu, apa Roy?.
Lusi keluar dan menutup pintu nya, meninggalkan aku dngn ke 3 pria yg bertubuh tinggi besar.
"(Siapa pun tolong aku😭😭, aku benar² takut)" aku sungguh merasa tak berdaya.
Ke 3 pria itu berjalan mendekat ke arah ku dngn senyuman bernafsu, salah 1 pria itu menjilat bibir nya, dan satu nya lagi mengigit bibir bawah nya.
Aku memberontak, aku mengoyangkan kursi yg di pakai untuk mengikat ku, dan aku juga berusaha untuk menjerit tapi tetap tak bisa.
"Ups" salah 1 pria menahan kursi ku yg ingin jatuh.
__ADS_1
"Sayang, tenang lah oke, kami akan bermain dngn lembut, dan pastikan kau menikmatinya juga😏😏😏" ucapan pria itu dan senyuman nya berhasil membuat ku bergidik, bulu kuduk ku berdiri dan rasa takut yg semakin meningkat.
Salah 1 pria itu mencium aorma tubuh ku di bagian leher.
"Emmm emm"
"Kau sangat wangi sayang" pria 1
"Ahhh, aku sudah tak tahan, kita langsung mulai saja" pria 2
"Huh, dia begitu cantik, entah masalah apa yg dimiliki oleh tuan pada nya?" Pria 3
"Aku tak perduli dngn itu, yg ku perduli kan saat ini hanya lah dia😏😏😏" pria 1 itu mencium lagi aroma tubuh ku dan menghembuskan nya.
"Ahhh kau terlalu lama" pria 2
TBC
Vote
Rate
Like
Comment
Share
__ADS_1
Thank all😊😘