PERJUANGAN CINTA BERBEDA KASTA

PERJUANGAN CINTA BERBEDA KASTA
Bab 11. MERASA TIDAK ENAK


__ADS_3

keesokan malam nya seperti biasa Widy bersiap untuk ke pasar malam. tapi malam ini dia tidak langsung ke tempat tujuan. melainkan ke rumah putri terlebih dahulu. karena putri meminta nya untuk mampir. karena motor putri sedang di pinjam oleh Abang nya.


sesampainya di rumah putri mereka tidak langsung berangkat, karena Masi jam setengah tujuh malam, sedangkan arena permainan baru di buka setelah jam 7.


ya, Widy malam ini berangkat agak cepat dari biasanya karena ia ingin mampir ke rumah putri dulu.


malam ini adalah malam ke tujuh mereka bertugas di pasar malam. dan kedekatan Widy dengan putri juga semakin akrab. Widy pun sudah menceritakan kesalahpahaman antara dia dan Rohmah.


Widy saat ini sedang curhat kepada putri sambil berangkat berjalan kaki, mereka lebih memilih untuk berjalan kaki karena jarak rumah putri ke pasar malam tidak terlalu jauh, dan cukup memakan waktu 20 menit jika berjalan kaki.


"put, apa kakak tinggalin aja ya si Frans? tapi gimana cara nya?" ucap Widy kepada putri meminta pendapat.


"jangan kak, kenapa harus di lepas. kak Frans itu orang nya baik dan tidak pernah mainin perempuan setau aku. jadi sayang kalo di lepasin. lagian banyak loh yang suka sama dia... emang kakak gak suka?"


"tapi kakak gak mau bertengkar sama Rohmah sahabat kakak sendiri cuma gara-gara masalah cowok. udah seminggu dia diemin kakak put. dan sebenernya kakak juga gak ada perasaan sama Frans" jelas Widy panjang lebar kepada putri.


"hah, serius kak? kalo gak suka terus kok bisa jadian?" tanya putri penasaran.

__ADS_1


"entah lah, kakak sendiri juga bingung put."


"kalo saran aku sih mending jangan kak, bener deh. bukan apa-apa, soalnya aku kenal bener sama kak Frans. dia tulus sama kakak. belum pernah dia seperhatian ini sama cewek kak.? jelas putri.


"hah, masak? segitu istimewa nya kah kakak bagi dia put?" jawab Widy mulai penasaran dengan sosok Frans.


"cieeee yang mulai kepo.." ledek putri.


Widy tidak menjawab, dia hanya memasang wajah datar sambil lurus menatap kedepan yang membuat putri menjadi merasa gak enak. putri mengira Widy marah dengan ucapan nya, padahal sebenarnya Widy mulai memikirkan Frans.


Meskipun demikian Widy Masi belum merasakan perasaan cinta ataupun sayang kepada frans.


Namun malam ini Widy terpaksa berboncengan dengan Frans ke rumah putri, karena putri di jemput oleh pacarnya.


"sialan, putri ngerjain aku nih kayak nya" batin Widy kesal.


setelah sampai rumah Widy, Frans dan Widy beriringan karena Widy menggunakan motornya sendiri.

__ADS_1


"seandai nya kita bisa berboncengan lebih lama lagi" ucap Frans memecah kesunyian.


Widy tidak menjawab, dia memilih berpura-pura tidak mendengar.


kemudian tanpa di sangka-sangka Frans mencolek dagunya. dan itu membuat Widy merasa kesal dan sangat marah kepada frans.


Frans bingung, karena ia merasa tidak melakukan kesalahan. menurut nya mencolek dagu itu bukan hal yang salah. tapi berbeda dengan Widy yang memang sangat menjaga jarak dengan lawan jenisnya.


mengetahui Widy marah membuat Frans sangat bingung. dan akhir nya membuat dia tak sengaja curhat kepada temannya.


"Halah lebay, udah tinggalin aja kalo kayak gitu mah" ucap teman Frans.


"iya tinggalin aja, bukannya terimakasih sudah di antar malah marah-marah" ucap temannya yang lain.


"iya, Masi banyak perempuan yang mengantri menunggu mu Frans, jadi buat apa kamu mikirin perempuan judes itu" ucap teman Frans yang langsung di setujui oleh teman-temannya yang lain.


"aku gak bisa, aku bakalan berusaha sekuat mungkin untuk membujuk nya. aku gak bakalan ninggalin dia hanya untuk kesalahan yang ku perbuat." ucap Frans sadar dengan hal yang tadi nya menurut nya sepele.

__ADS_1


dan itu membuat teman-temannya bingung dengan apa yang di maksud Frans kesalahan yang di perbuat nya sendiri.


__ADS_2