
setelah kejadian malam itu, entah mengapa Widy merasa mulai khawatir. Widy takut jika ada yang mengadu kepada orang tuanya.
belum selesai Widy memikirkan hal itu tiba-tiba suara ketukan di kamarnya terdengar begitu keras dan beriringan dengan suara panggilan ibunya.
Widy pun beranjak dari tempat tidur, sebenarnya dia sangat takut tapi mau bagaimana lagi. ini semua memang harus di hadapinya.
ceklek...
suara knock pintu yang di buka Widy "iya ada apa ma?" tanya Widy pura-pura tidak tahu.
"mama sama papa mau ngomong, cepat turun kami tunggu di ruang keluarga."
mendengar itu jantung Widy langsung berdetak kencang, dia yakin bahwa pasti sudah ada yang mengadukan atas kejadian kemarin malam.
"sini duduk!" perintah papa
Widy langsung duduk dan dengan segera mama nya meluncurkan pertanyaan.
"kemarin malam kamu dari mana?" kata mama
"nonton jaranan ma" jawab Widy jujur
"sejak kapan kamu suka menonton jaranan?" kali ini papa yang bertanya.
__ADS_1
"bukan suka pa, tapi Widy lihat temen." jawab Widy sedikit takut.
"jawab jujur." bentak mama
"iya ma Widy jujur."
"bohong." ucap mama
Widy hanya terdiam menahan tangis nya.
"siapa laki-laki itu?" tanya papa
"teman Widy pa." jawab Widy berbohong karena takut akan di larang bertemu Frans lagi.
"jawab jujur Widy." mama mulai marah
"apa dia sekolah?" tanya papa
Widy hanya menggelengkan kepala. karena Widy mulai tak sanggup menjawab pertanyaan papanya.
"kamu mau buat malu mama sama papa?" geram papa nya kali ini.
lagi-lagi Widy hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"jauhi dia..!!" perintah papa Tegal. dan kemudian meninggalkan Widy dan di susul oleh mama.
Widy segera kembali ke kamarnya, dan disana dia menumpahkan air mata yang sejak tadi ditahannya. Widy sangat mencintai Frans mana mungkin dia bisa menjauhi Frans saat ini.
Widy mengambil handphone nya, dan mencoba menghubungi Frans, tapi tidak ada jawaban. Widy kembali menangis sejadi-jadinya. iya sangat kesal dengan keputusan orang tua nya tapi dia tidak dapat berbuat banyak.
di seberang sana Frans bekerja dengan sangat tidak bersemangat, seolah-olah dia merasakan apa yang Widy rasakan saat ini. sehingga Frans tidak menyadari handphone nya berdering.
sepulang kerja, Frans tidak langsung pulang. ia memutuskan untuk menenangkan diri. akan tetapi tanpa disangka-sangka saat di tengah jalan yang lumayan sepi Frans di cegat oleh dua paman Widy.
ya paman Widy memang sengaja mencari tau asal usul fran dan seluk beluk kehidupan nya setelah mendapat laporan dari temannya kemarin malam.
"kamu yang namanya Frans." tanya paman Widy.
"iya om, ada apa ya?" jawab Frans bingung.
"mulai sekarang jauhi Widy dan uangan coba-coba menghubungi nya lagi." lanjut paman Widy.
hati Frans saat ini sangat sakit bak tersambar petir disiang bolong.
"iya om, baiklah." jawab Frans ragu. Frans sengaja mengatakan itu agar dua orang yang menghadangnya segera pergi.
dan benar saja paman Widy langsung pergi meninggalkan Frans, tiba-tiba saja Frans tersadar handphone nya ketinggalan di pabrik tahu. dengan segera dia kembali tetapi pabrik itu telah di kunci oleh sang pemilik.
__ADS_1
akhir nya Frans memilih untuk pulang, dan sesampainya di rumah Frans langsung mengurung kan diri didalam kamar. dia merenung dan menangis sejadi-jadinya.
Frans yang memang memiliki sifat pemarah dan kurang sopan, akibat kurang didikan dari orang tua langsung merasa dendam dan berfikiran untuk meninggalkan Widy. akan tetapi dia tidak sanggup, karena membayangkan nya saja sudah sangat sakit rasanya.