
Hampir tak terasa hubungan Widy dan Frans sudah menginjak dua bulan. dan seminggu lagi akan datang bulan Ramadhan yang memang sangat dinanti-nati oleh setiap umat Islam.
Tak lain dengan Widy dan Frans, mereka sangat bahagia karena mereka mempunyai planning sendiri saat bulan ramadhan tahun ini. ya Frans yang memang hampir tak pernah menjalankan puasa ramadhan dengan benar tahun ini dia berjanji akan berpuasa dengan benar. karena dia ingin menjadi imam yang baik kelak menikah dengan Widy.
Frans tidak ingin nanti nya merasa kaget atau mengecewakan mertuanya karena kebiasaan-kebiasaan buruk nya selama ini.
Disisi lain keluarga Frans sangat bahagia, mereka sangat bersyukur karena dengan hadirnya Widy membuat hidup Frans lebih bermutu.
ya, selain berniat untuk berpuasa dengan benar Frans kini juga mulai menjalan kan ibadah sholat, meskipun Masi sering bolong tapi begi keluarga Frans dan Widy sendiri itu sudah sangat jauh lebih bagus.
Ada satu hal yang membuat Widy tak percaya, yaitu Frans belum bisa mengaji. ya Frans memang selalu terbuka dengan Widy tentang kehidupannya. Frans saat ini memang sedang berusaha belajar mengaji, karena sedari kecil Frans memang tidak pernah di ajarkan mengaji oleh kedua orangtuanya.
Meskipun demikian Widy tidak merasa malu ataupun ilfeel kepada Frans. justru Widy selalu memberi semangat kepada Frans. dan akhirnya Frans merasa hidup nya jauh lebih berwarna dari sebelumnya.
akhir nya hari yg di tunggu-tunggu datang juga. malam ini adalah terawih pertama. seperti biasa Widy, papa, mama, Abang dan ke tiga adik Widy sudah rapi dan siap untuk berangkat ke masjid terdekat untuk melaksanakan shalat terawih.
sepulang dari shalat terawih Widy langsung ke kamar dan memeriksa hp nya. ternyata tidak ada pesan atau pun panggilan dari frans. lalu Widy memutuskan untuk mengirim pesan duluan kepada Frans.
__ADS_1
Widy "assalamualaikum mas"
tak ada balasan dari Frans, Widy menunggu balasan Frans hingga ketiduran, selang setengah jam handphone Widy berdering tanda panggilan masuk.
"hallo mas." ucap Widy tak sabar. ya yang menelfon adalah Frans kekasih Widy yang sudah mengambil hati Widy saat ini.
"assalamualaikum sayang, " ucap Frans dari seberang sana sambil tersenyum.
"waalaikimsalam, hehe maaf." ucap Widy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"lebih tepat nya gak sabar." jawab Widy cemberut.
"hah, gak sabar kenapa? apa mas gak salah denger? tumben banget? biasa nya kamu yang paling sabar." ledek Frans bermaksud bercanda.
" Iin, aku serius tau. kamu dari mana aja? kenapa pesan aku gak di bales? dan kenapa jam segini baru nelfon aku? habis ngapain kamu?" tanya Widy curiga.
" yaampun, yang mana dulu yang harus aku jawab" kata Frans sambil tertawa kecil
__ADS_1
"terserah" jawab Widy mulai kesal
" aku lupa, kamu tanya apa aja ya" ledek Frans lagi
"bodo ah, aku mau tidur." jawab Widy, kali ini dia benar-benar kesal.
"iya iya aku jawab, jangan ngambek dong. aku tuh tadi dari mushalah, aku tadi belajar ngaji sekalian ikut tadarush, aku gak bawa hp, masak mau shalat bawa-bawa hp. makanya aku gak balas pesan kamu, dan sekarang aku telfon kamu karena aku lihat pesan kamu setengah jam yang lalu. jadi aku putusin buat telfon aja. karena kalau aku balas pesan kamu kemungkinan besok pagi baru dibaca." jawab Frans panjang lebar menjelaskan kepada kekasih nya itu.
"owh, maaf ya mas." jawab Widy malu.
"gak papa sayang, aku seneng kok. karena berarti itu menandakan kalo kamu peduli sama aku. makasih ya sayang." ucap Frans sungguh-sungguh.
"untuk?" tanya Widy.
"untuk segala hal yang kamu berikan selama ini pada ku. aku sangat menyayangi mu"
diseberang sana Widy sudah tertidur, namun suara Frans masih terdengar meskipun di dalam mimpi.
__ADS_1