
Hari demi hari pun berlalu, seperti biasa sepulang sekolah Widy akan berdiam diri di kamar sambil telfonan dengan Frans kekasih nya yang telah mencuri hati nya itu.
sejam, dua jam, telah berlalu... menurut Widy waktu terasa sangat cepat apabila sedang ngobrol dengan Frans. entah apa yang mereka bicarakan tetapi seperti tidak ada habis nya.
"mas jangan ngomong dulu ya, kaya nya mama darang." ucap Widy kepada Frans lalu meletakkan hp nya ke bawah bantal dan ia pun langsung pura-pura tidur.
suara langkah kaki semakin jelas dan berhenti depat di depan pintu kamar widy. mama nya pun langsung mengetok dan memanggil nama Widy.
tok...tok...tok
"Wid, kamu gak makan dulu?" tanya mama Widy.
karena tidak mendengar Jawaban dari anak nya mama Widy pun langsung membuka pintu kamar widy yang tak di kunci.
ceklek...
__ADS_1
"ya ampun kebiasaan banget sih, kenapa belakangan ini dia selalu tidur tanpa mengganti pakaian dulu, bahkan makan pun tidak." ucap mama Widy dan langsung menutup kembali pintu kamar nya.
Widy yang mendengar langkah kaki mama nya sudah menjauh langsung mengambil kembali handphone nya yang tadi di letakkan ke bawah bantal.
"halo mas" panggil Widy memastikan apakah Frans Masi disana atau tidak.
"iya sayang, gimana? mama kamu marah ya?" tanya Frans sedikit khawatir.
"enggak kok, mama ngiranya aku beneran tidur." jawab Widy jujur.
"ya sudah, sana kamu bersih2 jangan lupa makan. nanti malam kita sambung lagi." ucap Frans.
selesai telvonan, Widy pun langsung bergegas ke kamar mandi. setelah selesai mandi widhy turun ke dapur. karena perutnya mulai terasa lapar.
Widy tidak melihat kehadiran mama dan papanya, tetapi itu membuat dia merasa sedikit lebih lega.
__ADS_1
selesai makan Widy kembali lagi ke kamarnya, dan kali ini dia benar-benar tertidur.
jam sudah menunjukkan pukul 15.45 wib, Widy terbangun dan langsung kekamar mandi untuk mengambil air wudhu, dan bersiap untuk shalat ashar.
selesai shalat, seperti biasa Widy langsung bergegas untuk membersihkan rumah, mulai dari menyapu, memasak makan malam, mencuci piring dan mengangkat pakaian.
ya Widy memang sudah terbiasa dengan kegiatan itu semua, karena dia memang yang meminta kepada mamanya untuk tidak menggunakan ART.
dulu sewaktu Widy Masi kecil mama nya memiliki ART sebanyak empat orang. dengan tugas mereka masing-masing.
sedari kecil Widy memang sangat terbiasa manja, tetapi tidak dengan tugas tanggung jawab seorang wanita.
sedari kecil dia sudah terbiasa membantu ART nya untuk mengerjakan tugas mereka. sebenar nya ART yang berada di rumah Widy sangat tidak enak tetapi Widy yang selalu memaksa untuk di ajarkan. alasan nya agar besok besar dia tidak kaget dan sudah terlatih mengurus rumah.
Widy memang anak yang mandiri, dan itu juga yang membuat nya menjadi anak kesayangan papa nya.
__ADS_1
tetapi akibatnya, orang tua Widy sangat memilih-memilih orang yang mendekati Widy, selain menjaga nama baik keluarga papa Widy juga tidak mau nantinya anak kesayangan nya ini hidup menderita dan harus merasakan susah dan kejamnya kehidupan. sehingga alasan itu yang membuat papa Widy tidak merestui hubungannya dengan Frans yang menurut papa nya akan sulit mendapat pekerjaan yang layak dengan status tidak berpendidikan.
ya, miskin bukan menjadi alasan orang tua Widy melarang anak nya berhubungan dengan Frans, tetapi pendidikan lah alasan utamanya. karena jaman sekarang semua pekerjaan membutuhkan ijasah.