
Jam menunjukkan pukul 10.00 wib, yang artinya Widy sudah boleh pulang karena pengunjung sudah sepi.
Tak lama handphone Widy berdering..
triiing...triiing...Triing...
Ternyata Frans menelvon, dengan malas Widy mengangkat telvonnya. karena Widy tau, jika tidak di angkat tak lama handphone nya akan berdering lagi.
Widy " hallo, assalamualaikum?"
Frans " waalaikumsalam "
Widy " ada apa Frans? "
Frans " kok Frans sih?"
Widy "jadi siapa kalo bukan Frans?" dengan nada kesalnya.
Frans " kan aku udah bilang, panggil mas aja!" ucap Frans.
Widy "oke-oke, ada apa mas?. gitu aja ribet" gerutu Widy.
Frans "kamu pulang sama siapa? aku antar ya"
Widy sedikit bingung, karena dia sejak awal memang tidak menyadari kehadiran Frans di pasar malam. dan dia juga merasa tidak memberi tahu Frans kalau dia sedang ada di pasar malam.
__ADS_1
" hey, kenapa kok bengong?" ucap Frans di telvon tapi aneh nya suara nya juga sangat dekat dan jelas.
Widy merasa terkejut saat melihat Frans sudah ada di sampingnya. kemudian ia mematika telvonnya dengan cepat.
"kamu ngapain nelvon kalo sudah ada disini?" gerutu Widy
"iya maaf, jadi kamu lebih suka kalo aku samperin ya ketimbang lewat telvon?" canda Frans kepada Widy.
dan benar saja, itu membuat Widy semakin bete dan menurut Frans sikap Widy yang seperti itu sangat menggemaskan.
"kamu pulang sama siapa?" tanya Frans kembali.
"sendiri, kenapa?" jawab Widy singkat
"aku antar ya, ini udah malam loh. gak takut apa pulang sendiri?" tanya Frans
karena menurutnya jika ia langsung bertanya kepada widy, Widy tidak akan menggubris apa lagi menjawab pertanyaan nya.
"oke diammu aku anggap jawaban iya" ucap Frans lagi.
"terserah" kata Widy malas
sambil berjalan menuju parkiran Frans selalu melontarkan pertanyaan dan mencoba menarik perhatian Widy, ya walaupun memang sangat sulit, Frans mengakui itu.
setelah sampai di parkiran mereka menggunakan motor masing-masing karena Widy menolak tawaran Frans untuk di bonceng, dengan alasan nanti siapa yang membawa motor Frans. padahal Frans sudah mengatakan bahwa motornya nanti akan di bawa oleh temannya. tetapi Widy tetap kekeh pada pendiriannya dan tidak mau berboncengan dengan Frans.
__ADS_1
"eh busyet, punya cewek begini amat ya" gumam Frans. namun masih dapat didengar jelas oleh Widy.
"kalo gak suka ya cari aja yang lain, beres kan" jawab Widy ketus.
"ya gak mungkinlah, aku kan udah sayang banget sama kamu" ucap Frans meyakinkan.
"heleh, bulsyit" ucap Widy, yang membuat Frans terpaksa menarik nafas dan mengelus dada nya.
"eh besok teman ku ulang tahun, kamu ikut ya" pinta Frans kepada Widy.
"aku gak bisa" jawab Widy.
Frans " kenapa ?"
Widy " karena aku harus ke pasar malam dan menjaga arena permainan seperti yang kamu lihat tadi". jawab Widy agak panjang dan menekankan setiap kalimatnya.
Frans " cieee yang ternyata diam-diam perhatian" ledek Frans merasa di perhatikan oleh Widy, karena Widy mengetahui keberadaannya.
"kamu jangan kepedean jadi orang, kalo ngomong di fikir dulu. secara tadi kamu tiba-tiba menghubungi aku dan menawarkan mengantar ku pulang. jadi bagaimana kamu bisa bicara seperti itu kalau kamu gak melihat aku disana" repet Widy panjang lebar.
ya Widy memang sangat pandai menggunakan logika nya, dan tanpa dia sadar baru pertama kali dia menjalani hubungan dan banyak bicara selain membahas pelajaran seperti sekarang ini.
biasanya Widy selalu cuek dan tidak terlalu ambil pusing dengan setiap omongan yang menjadi lawan bicara nya. namun kali ini sangat berbeda. dia begitu cerewet seperti saat bersama temannya.
"ya sepulang dari pasar malam kan bisa, sebentar saja please..." Frans mencoba membujuk Widy.
__ADS_1
"baiklah sebentar saja" jawab Widi yang berhasil membuat Frans sangat senang.
akhirnya tiba di rumah Widy, dan Widy langsung menyuruh Frans pulang karena hari memang sudah malam.