PERJUANGAN CINTA BERBEDA KASTA

PERJUANGAN CINTA BERBEDA KASTA
Bab 13. KELUARGA ANGKAT FRANS MENGENAL KELUARGA WIDY


__ADS_3

keesokan harinya, hari yang di tunggu-tunggu oleh Frans. siang itu terasa sangat lama bagi Frans. karena ia sudah tak sabar lagi ingin segera mengenal kan Widy kepada keluarga nya.


Frans mencoba untuk tidur agar waktu tidak terasa, akan tetapi matanya enggan untuk menurut. akhirnya Frans hanya berguling kesana kemari dengan gelisah.


entah mengapa hari itu begitu lama sekali rasa nya. dan Frans pun mulai merasa bosan dengan waktu yang berputar lama. ia benar- benar tak sabar menunggu malam.


kelakuan Frans saat itu di sadari oleh ibu nya, ibunya yang melihat kelakuan anak laki-lakinya itu hanya senyum-senyum sendiri melihat kelakuan anaknya, karena baru kali ini dia benar-benar tidak sabar ingin berjumpa dengan kekasih nya, sebelumnya Frans tidak pernah bersikap demikian. biasa nya dia selalu cuek dan santai menjalani hari-hari nya. namun setelah mengenal Widy dia menjadi begitu hangat dan sangat perhatian. dia betul-betul berhati-hati dalam bersikap saat ini. mungkin karena Frans sangat sayang dan tulus kepada Widy. ya Frans memang sangat mencintai Widy.


akhirnya karena kelelahan Frans pun tertidur di sofa ruang tamu. adik nya yang melihat itu hanya berteriak mengadu kepada ibunya.


" ibuuuu, tengok tuh mas malah enak-enakan tidur di sofa." teriak adik Frans kepada ibunya. karena merasa Frans tidak perduli dengan persiapan ulang tahunnya.


"udah biarin aja, kasian mas mu capek." jawab ibunya singkat.


"hah capek apa, emangnya mas habis ngapain. kan kita baru mulai siap-siap kok udah capek duluan?" tanya Fitri kepada ibu nya sewot.


"biarin, kasian mas mu. dia dari tadi capek mondar-mandir gelisah karena siang ini terlalu panjang baginya." ledek ibu Frans dengan sengaja.


adik ya yang memang sudah mengenal cinta langsung faham. dengan maksud perkataan ibunya.


"hahahaha, akhirnya yang baru kenal cinta kena batunya." tawa Fitri sangat lepas dan merasa puas.


karena dulu Frans memang sering meledek Fitri yang tidak sabaran menunggu jemputan pacarnya. dia yang baru pertama kali merasakan cinta akhirnya mengerti apa yang di rasakan adiknya. Frans memang terbilang punya banyak mantan tapi baginya cinta pertamanya adalah Widy karena memang dia baru jatuh cinta.


hari mulai sore, Frans pun terbangun dan langsung melonjak dari tempat dia tertidur.


"astagfirullah, aku ketiduran. aku harus cepet-cepet mandi dan jemput Widy nih." ucapnya gusar


sebelum berangkat Frans menyempat kan diri untuk menelvon Widy dulu. karena takutnya Widy sudah berangkat. dan benar saja, Widy memang sudah di pasar malam untuk izin terlebih dahulu. karena dia semalam lupa untuk bilang kepada Ardi kalau hari ini tidak dapat hadir.


Frans memutus kan untuk menunggu Widy di parkiran pasar malam saja. akhirnya orang yang ditunggu-tunggu nya muncul juga.

__ADS_1


Widy memang sempat kesulitan mendapat izin dari Ardi, karena Ardi diam-diam memang sudah tertarik kepada Widy. jadi dengan seribu alasan Ardi mencoba menahan Widy agar tidak pergi.


tapi bukan Widy namanya kalau tidak bersikap dingin dan tidak terlalu ambil pusing, dengan santai nya Widi menjawab semua perkataan Ardi.


"malam ini kan malam Minggu, jadi pasti bakalan rame pengunjung, jadi kamu gak dapat izin." ucap Ardi.


"maaf, tapi yang lain kan ada dan aku rasa tidak terlalu repot" bantah Widy.


"tidak bisa kamu harus bertanggung jawab dengan kerjaan mu." ucap Ardi mulai tegas.


"mohon maaf, sejujurnya saya disini hanya untuk bersenang-senang. dan bukankah pekerja disini yang sebenarnya adalah kakak. dan saya hanya membantu selagi saya libur. gak selamanya saya ada disini" bantah Widy lagi.


"kalau begitu, kamu gak terima gaji Minggu ini. karena yang tidak hadir di malam gajian berarti tidak menerima gaji." ancam Ardi kepada Widy.


mendengar itu Widy semakin jijik dan muak dengan sifat Ardi.


"ya sudah silahkan, sudah saya bilang tadi kalau saya disini hanya bersenang-senang. dan itu artinya saya tidak membutuhkan uang anda." jawab Widy dengan santai nya.


" oh iya. mulai sekarang saya berhenti." ucap nya dan langsung berlalu.


sebenarnya di dalam hati Widy ia merasa sakit hati, karena kerja kerasnya selama seminggu harus sia-sia dan itu artinya dia harus meminta uang tambahan kepada orang tua nya untuk membeli perlengkapan sekolah, meski pun tanpa diminta orang tuanya tetap akan memenuhi kebutuhannya. tapi dia tidak menyesal dan merasa puas dengan keputusannya itu.


mendengar ucapan Widy ardi sangat merasa cemas. ingin rasanya ia mengejar Widy. tapi arena permainan sudah di mulai... selama bejalan malam ini Ardi sangat tidak berkonsentrasi dan sangat tidak bersemangat. Untung nya pengunjung tidak terlalu ramai.


di parkiran, Frans yang sudah melihat Widy dari kejauhan langsung tersipu dan salah tingkah. padahal malam ini bukan kali pertamanya bertemu dengan Widy.


ayok kita berangkat, kata Frans. Widy hanya mengangguk tanda setuju.


sesampainya di rumah keluarga angkat Frans Widy disambut dengan seluruh keluarga nya dengan hangat. ya disini yang berulang tahun memang Fitri tapi rasanya semua orang lebih mengistimewakan Frans dan Widy. begitu pun Fitri yang juga ikut sibuk menyiapkan segalanya untuk di hidangkan kepada Frans dan Widy.


didalam sebuah ruang keluarga Widy di panggil oleh ibu Frans, akan tetapi Frans tidak boleh ikut masuk. itu sangat membuat Frans dan Widy kikuk.

__ADS_1


"Widy, ibu seperti mengenal kamu tapi ibu lupa... emm kalo boleh tau siapa nama orang tua mu?" tanya ibu Frans kepada Widy.


"saya anak dari Bu Sri dan pak Adi Bu" jawab Widy kaku.


Widy merasa heran. dulu waktu bertemu dengan orang tua dan keluarga Irfan dia tidak segugup ini, tapi mengapa saat ini detak jantung nya sulit di atur.


"owh, anak Bu Sri. berarti cucu H. Marwan ya?" ucap ibu angkat Frans seolah mengingat orang yang di sebut nama nya itu.


ya, keluarga Widy memang sangat terpandang dan disegani. karena seluruh keluarga Widy memang berpendidikan dan sangat disiplin. tidak sembarangan orang berani berhubungan langsung dengan keluarga nya.


"berani sekali anakku berhubungan dengan keluarga mereka, kok bisa ya. ah tapi aku bangga dengan anak ku. dia mampu meluluhkan hati anak seorang pejabat terpandang" gumam ibu nya Frans merasa tak percaya anak nya mampu mengambil hati gadis orang terpandang yang terkenal bersikap dingin.


akhirnya acara bebas di mulai. seluruh remaja berada di dalam sebuah ruangan yang cukup luas, sambil berbincang-bincang dan ada juga yang berkaraoke sekedar bernyanyi ria.


tidak dengan Widy dan Frans yang memilih menyendiri. mereka lebih memilih duduk di luar di bangku buatan Frans yang ada di bawak pohon jambu. tanpa mereka sadari semua orang yang berada di dalam ruma sedang mengintip termasuk orang tua Frans.


"dek, mas boleh nyanyi.?" tanya Frans kepada kekasihnya itu


"ya udah nyanyi aja" jawab Widy


lalu Frans mengambil gitar yang di letakkan diatas meja dan mulai bernyanyi.


" saat ku berjumapa, dengan dirimu


hati ini berkata... bahwa kaulah


yang mampu membuat hati ini bahagia.


sadarkah engkau, aku yang mencintaimu


cintaku pada mu tak akan luntur walau di akhir waktu...."

__ADS_1


Widy yang mendengar suara Frans yang sangat merdu merasa tubuh nya merinding dan kaku. begitu juga semua orang yang sedang mengintip mereka dari dalam.


__ADS_2