PERJUANGAN CINTA BERBEDA KASTA

PERJUANGAN CINTA BERBEDA KASTA
Bab 24. SUARA WIDY DAN FRANS YANG MERDU


__ADS_3

Tak lama kemudian terdengar suara sirine yang menandakan sudah waktunya berbuka. kemudian mereka membaca doa buka puasa bersama dan langsung membatalkan puasa nya.


"Alhamdulillah." ucap Widy.


"kenapa sayank?" tanya Frans.


"gapapa mas, aku cuma bersyukur karena hari ini puasa ku bisa full sehari dan lancar." jawab Widy.


"iya, Alhamdulillah. mas juga merasa senang sayank. karena selama 2 Minggu ini mas juga belum ada bolong. semua ini berkat kau." ucap Frans.


"loh kok aku, ya karena kamu lah mas. karena kamu memang bener-bener berniat." ucap Widy


"iya memang bener, tapi niat itu timbul semenjak mas kenal kamu sayank." ucap Frans membenarkan.


"kalian gak lapar apa, kok ngobrol terus. ntar kalo piring kalian kosong jangan menyesal ya. " ucap Novi sambil mengunyah.


"astagfirullah Novi, kamu udah punya tiga porsi Masi mau ngembat punya aku dan mas Frans juga?" ucap Widy sedikit keras. untung saja ruangan itu kedap suara. "aku mau sholat dulu, makannya entar aja. awas kalo kamu makan punya ku." ancam Widy kemudian langsung bangkit untuk mengambil air wudhu.


tak lama Frans langsung bangkit dari duduk nya menyusul Widy karena dia juga hendak melaksanakan sholat Maghrib.


" mas, kamu mau sholat juga?" tanya widy


"iya, kamu mau aku imamin gak?" tanya Frans yang membuat Widy kaget.


"i...iya mas, aku mau." ucap Widy gugup.


tak butuh waktu lama mereka pun melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, Widy terkagum-kagum mendengar suara Frans yang sangat merdu saat melantunkan ayat suci Al-Qur'an.


selesai sholat mereka langsung kembali ke ruangan tempat kawan-kawannya yang sudah mulai makan dulua.


"udah mau habis aja makanannya nov?" tanya Frans bermaksud meledek.


"iya nih, harus nya aku pesan empat tadi." ucap nya penuh penyesalan.


"uhuk...uhuk... " batuk Rohmah karena tersedak mendengar ucapan Novi tadi.


"bener-bener karung beras." ucap Dian.


"bodo amat, daripada aku mati kelaparan." ucap Novi.

__ADS_1


"Gilak, udah makan tiga piring masih bisa bilang mati kelaparan." celetuk Widy.


setelah selesai maka mereka memanggil pelayan untuk membereskan bekas-bekas makan mereka sekaligus memesan makanan ringan untuk cemilan mereka sambil ber karaoke.


mereka semua sangat menikmati kebersamaan hari itu, terutama Widy dan Frans yang memang belum pernah berkencan sebelumnya.


kemudian tibalah giliran Widy dan Frans untuk bernyanyi. mereka memilih lagu duet, mulai dari pop dangdut bahkan sholawat. dan tibalah di lagu yang kini menjadi favorit Widy, karena lagu itu yang pertama kali dinyanyikan oleh Frans untuk nya dan membuat jantung nya berdetak sangat cepat dan akhir nya luluh.


giliran Widy


s*aat ku berjumpa


dengan dirimu


hati ini berkata


bahwa kau lah


yang mampu membuat


hati ini... bahagia.


aku yang mencintaimu


cinta ku padamu


tak akan luntur walau di akhir waktu*...


tibalah giliran Frans


tapi kamu sayang


fikir-fikir dulu


tuk mencintai


aaaakuu


giliran Widy

__ADS_1


mengapa kau begitu


padahal aku sangat mencintai mu sayang


mengapa kau begitu


tak mengerti perasaan ku hu..u


giliran Frans


*karena diriku tak punya segala


yang kamu inginkan


yang kamu dambakaaan


karena hidupku hanya seorang


tak punya apa a a


yang kamu inginkan*


giliran Widy


aku mencintai mu


lebih dari yang kau tau


aku mencintaimu


dalami sanubari ku


giliran Frans


tapi kamu sayang


fikir-fikir dulu


tuk mencintai aaaku...

__ADS_1


semua teman-teman Widy yang ada disitu sampai menangis membayangkan alur cerita lagu itu, sekali Gus membayangkan nasib hubungan mereka yang di halang oleh sebuah kasta.


__ADS_2