PERJUANGAN CINTA BERBEDA KASTA

PERJUANGAN CINTA BERBEDA KASTA
Bab 26. PERUBAHAN WIDY


__ADS_3

Setelah mama dan papa Widy pergi, Widy tudak terlalu merasa kesulitan mengurus rumah dan kedua adiknya. hanya saja jika malam ia sering merasa takut.


Akan tetapi Widy juga merasa sedikit lega karena dia dapat dengan bebas bertemu dengan Frans.


Sore itu Widy berniat berbbuka puasa bersama lagi di luar bersama Frans, dengan menitipkan adiknya kepada Tante nya yang kebetulan datanng menjenguk ke rumah.


Dengan persetujuan Tante nya, Widy pun berangkat menjemput Frans. ya kali ini Widy datang kerumah Frans untuk menjemputnya. dan Widy pun sudah mulai terbiasa berboncengan dengan frans.


setelah berbuka puasa, Widy berencana untuk mengobrol sebentar. akan tetapi tanpa di duga mama nya menelvon.


"hallo assalamualaikum ma" jawab Widy.


"waalaikumsalam, kamu dimana?" tanya mama Widy yang membuat Widy langsung deg-degan.


"aku buka puasa di luar ma, sama teman-teman aku." jawab Widy berbohong.


"cepat pulang, tadi Tante kamu nelvon katanya Adek kamu di rumah sendiri." ucap mama nya lagi.


"loh, kok Tante ninggalin Adek. bukannya tadi dia bilang katanya mau nunggu aku sampe pulang. bukannya nelvon aku malah nelvon mama. kalo tadi dia gak menyetujui aku pergi kan bisa bilang, atau setidak nya dia ngabarin aku. jadi aku bisa langsung pulang." jawab Widy panjang lebar karena merasa kesal dengan sikap tantenya itu.


"ya sudah, sekarang kamu cepat pulang. kasian adek-adek mu di rumah." ucap mama Widy.


sebenar nya mama Widy merasa sedikit bingung dengan sikap anak nya yang memang baru pertama kali ini menunjukkan langsung kekesalannya. karena biasa nya Widy selalu bersikap lembut dan menerima semua apapun yang dikatakan mama nya tanpa membantah. kalau pun Widy merasa itu tidak benar dia akan selalu diam dan menerima, tapi tidak kali ini. Widy langsung mencetuskan semua kekesalannya.


dan akhir nya " iya ma, aku pulang." jawab Widy.

__ADS_1


"ya sudah, hati-hati ya nak. assalamualaikum.". ucam mama Widy mengakhiri.


"waalaikumsalam." jawab Widy langsung mematikan sambungan telvon nya.


"ada apa?" tanya Frans khawatir melihat ekspresi kekasihnya itu.


"kita pulang sekarang!" jawab Widy dengan nada sedikit ketus.


"oh, oke." jawab Frans singkat.


Frans merasa kalau saat ini mood kekasih nya sedang tidak baik-baik saja, sehingga ia memilih untuk tidak banyak bicara. karena dia tidak mau semakin menambah kekesalan kekasihnya itu.


sesampainya di rumah Frans, Widy langsung memutar motornya dan melaju arah pulang. Frans yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecut. baru saja mereka bercanda tertawa lepas dengan mudah nya menjadi sangat dingin dan cuek.


sesampainya di rumah, Widy langsung mencari keberadaan adiknya, ternyata adik nya sedang menonton tv.


"dek, Tante kemana?" tanya Widy kepada Adek nya.


"pulang kak." jawab Adek Widy.


"pulang? kenapa?" tanya Widy lagi.


"gak tau tuh, tadi sebelum buka dia pamit pulang." jawab adik nya jujur.


"hah, sebelum buka. berarti setelah kakak berangkat.?" tanya Widy penasaran.

__ADS_1


"iya kak, gak lama kakak pergi Tante juga ikut pamit pulang." jawab Adek Widy.


Widy hanya diam saja mendengar jawaban Adek nya, karena Masi merasa bingung dengan tantenya yang jelas-jelas tadi menyuruh nya berangkat dan jangan mengkhawatirkan adik-adik nya. justru malah pergi meninggalkan adiknya tanpa mengabarinya.


sesampainya di dapur, Widy yang tadi nya belum sempat memakan nasi langsung membuka lemari tempat penyimpanan makanan. melihat isi nya Widy langsung terperanjat kaget.


"deeeeeeek..." teriak Widy kepada adik nya sambil berlari menuju ke ruang tv.


"ada apa sih kak, kenapa teriak-teriak?" jawab Adek nya yang merasa terganggu.


"kalian kenapa congok sekali, kemana semua makanan yang kakak masak tadi? bukan kah kakak masak sangat banyak dan takjil yang begitu banyak juga. sanggup kah kalian menghabiskannya?" tanya Widy bertubi-tubi kepada adiknya itu.


"oh, itu. tadi Tante membungkusnya. katanya makanan nya terlalu banyak dan akan mubazir karena kami hanya berdua." jawab adik nya jujur.


"astagfirullah tanteeeeee, teriak Widy sangat kesal kepada Tante nya. kemarahannya pun menjadi-jadi.


tanpa menunggu lama Widy langsung menelvon Tante nya.


"hallo Tante, kenapa semua makanan ku Tante bungkus. tidakkah Tante ingat untuk menyisai ku. aku yang memasak makan pun belum sangat tega Tante membawa nya pulang. dan apakah ini juga alasan Tante menyuruh ku pergi dan jangan menghawatirkan adik ku. bukan aku melarang Tante untuk mengambilnya, tapi gunakan lah hati dan fikiran Tante." ucap Widy setelah telvonnya diangkat tanpa membiarkan tantenya mengucap salam terlebih dahulu.


"kenapa kamu sangat marah, makanann mi begitu banyak sehingga Tante merasa itu tidak akan habis kalian makan meskipun bertiga." jawab tantenya tanpa merasa bersalah.


"Heii, dengan mudah nya Tante mengucapkan itu. dasar tidak tau malu. bukannya memberi keponakan yang sedang di tinggal orang tua nya malah datang hanya sekedar untuk menghabiskan. asal Tante tau makanan itu akan ku bawa ke mesjid untuk para pembaca Qur'an. karena itu memang sudah menjadi kebiasaan kami." ucap Widy mengebu-gebu membuat Tante nya tidak dapat berkata apa-apa.


ya begitu lah Widy jika sudah marah, tetapi selama ini ia hanya menunjukkan sikap itu kepada teman-temannya saja. dan baru kali ini dia melontarkan kata-kata yang begitu kasar kepada orang yang lebih tua.

__ADS_1


__ADS_2