PERJUANGAN CINTA BERBEDA KASTA

PERJUANGAN CINTA BERBEDA KASTA
Bab 22. KECANGGUNGAN WIDY


__ADS_3

setelah sampai di rumah Frans, mereka tidak langsung berangkat. mereka memilih untuk ngobrol-ngorol santai dulu. karena waktu masih menunjukkan pukul 16.45 wib.


Widy yang dari tadi hanya diam saja langsung dikagetkan dengan ucapan Rohmah yang membuat nya hampir malu.


"Frans, tadi Widy katanya pengen bonceng tiga sama aku." ucap Rohmah yang membuat kening Frans mengerut.


"eh enggak, sembarangan teteh kalo ngomong. ucap Widy gelagapan.


Frans tidak menjawab, ia hanya menatap kekasihnya itu dengan tatapan bertanya.


"jadi gini loh mas, tadi kan Rohmah katanya nyuruh aku boncengan sama kamu. tapi aku gak mau karena aku gak biasa." ucap Widy sambil menunduk takut Frans tersinggung.


Frans hanya tersenyum. lalu ia mengelus pucuk kepala Widy halus.


"gak papa sayank, kalo kamu gak mau aku gak paksa kok. nanti kita naik motor sendiri-sendiri aja ya. kan Rohmah sama cowok nya jadi kamu bisa pake motornya dan aku pake motor ku." jawab Frans dengan santai.


semua yang ada disitu terkejut mendengar jawaban Frans. termasuk Widy yang tak menyangka kesasih nya tidak marah karena dia menolak untuk berboncengan dengannya padahal semua temannya berboncengan dengan pasangan nya masing-masing.


"kamu gak marah mas?" tanya Widy.


"kenapa aku harus marah?" jawab Frans.

__ADS_1


"karena aku menolak berboncengan dengan mu." jawab Widy lemah.


"hey sayang, kamu gak perlu takut aku marah. justru aku bangga sama kamu, karena kamu sedang menjaga kehormatan mu sebagai wanita. aku tau maksud kamu, kita bukan mukhrim bukan?" tanya Frans kepada Widy.


Widy hanya menganggukkan kepala nya saja. dan itu membuat semua teman-teman Widy merasa terharu sekali Gus malu dengan diri mereka sendiri. akan tetapi mereka juga sangat kagum dengan sikap Frans yang dewasa. karena kalau laki-laki lain mungkin sudah marah dan merasa tersinggung dengan penolakan seperti itu.


"ya sudah, aku gak papa. ini juga yang membuat ku tambah semangat untuk menghalalkan hubungan kita. supaya aku bisa bonceng kamu." ucap Frans yangembuat semua temannya tertawa kacuali Widy.


"aku masih sekolah mas." jawab Widy. matanya berkaca-kaca.


"hey jangan nangis sayang, maksud aku nanti. bukan sekarang..." ucap Frans sambil memberikan sapu tangan yang ada di kantong nya kepada Widy.


Widy pun mengambil sapu tangan itu dan menghapus air mata nya yang hampir jatuh. dan kemudian mengembalikan nya kepada Frans.


"ah udah ah, aku gak kuat lihat kemesraan kalian berdua." ucap Dian.


"yaudah Ayuk kita berangkat, ngobrolnya di sambung sambil jalan aja" ajak Novi.


kemudian mereka menghidup kan motornya dan berjalan mendului Frans dan Widy.


"mas." panggil Widy ragu

__ADS_1


"iya" jawab Frans lembut


"kamu mau gak bonceng aku." ucap nya sambil tertunduk.


Frans yang mendengar itu merasa sangat kaget, namun didalam hatinya yang paling dalam dia sangat senang.


"ya mau dong." jawab nya sedikit ragu. "tapi kamu gak apa-apa sayang?" tanya Frans ragu. karena dia tidak mau Widy terpakas.


"aku gak apa-apa, kata nya kamu mau hapalin aku kan?" tanya Widi sambil menatap mata Frans.


"itu pasti" jawab Frans mantap.


kemudian Widy menaiki motor bagian belakang, dan merwka berangkat.


kemudian Rohmah yang sengaja melihat kebelakang karena merasa Widy dan Frans tidak mengikuti mereka tadi langsung tertawa tebahak-bahak. dan mengundang semua temannya untuk melihat ke belakang.


mereka semua pun akhirnya menertawakan Widy dan Frans yang menurut mereka sangat lucu. karena Frans yang duduk terlalu maju dan Widy duduk terlalu mundur.


"kalian itu sebenernya pacaran apa musuhan sih?" celetuk Rohmah.


"terserah kalian mau bilang apa, tapi ini lah kami dengan penuh kebahagiaan" jawab Frans yang membuat Rohmah jadi di tertawaan temannya.

__ADS_1


namun berbeda dengan Widy, dia merasa sangat malu dengan keadaannya sekarang. dia malu bukan karena berboncengan dengan Frans yang menggunakan motor Revo yang knalpotnya blong dan sudah tidak memakai kap nya lagi dan bahkan bisa di bilang rangka motor dikasi ban doang, tetapi malu karena ini kali pertama ia jalan-jalan dengan laki-laki yang bukan mukhrimnya.


__ADS_2