PERJUANGAN CINTA BERBEDA KASTA

PERJUANGAN CINTA BERBEDA KASTA
Bab 14. Widy sadar


__ADS_3

dan akhirnya setelah Frans selesai bernyanyi Widy mulai sadar bahwa dia mulai menyukai dan jatuh cinta kepada Frans.


tanpa sadar, orang-orang yang tadi nya hanya berniat mengintip malah bertepuk tangan sangat riuh dan membuat Widy menjadi sangat malu, Widy langsung menyembunyikan wajah nya di balik dada Frans yang bidang. namun tidak dengan Frans, dia sangat santai tapi justru malah sangat kaget karena Widy menundukkan wajahnya tepat di dada Frans.


Frans sangat bingung, di satu sisi Frans sangat ingin memeluk tubuh mungil milik kekasih nya itu tapi disisi lain dia tidak ingin Widy merasa tersinggung. dan akhir nya Frans memilih untuk diam dan mengelus pelan pucuk kepala Widy.


Widy yang sadar dengan elusan di kepalanya langsung mengangkat wajahnya.


"terimakasih" ucap Widi singkat


"untuk?" jawab Frans tak kalah singkat


"untuk semua halbyang mas beri, mas menepeti janji mas untu menjaga ku tidak hanya aku tapi juga harga diri dan kehormatan ku. aku mencintai mu" ucap Widy tanpa beban.


mendengar itu Frans sangat senang, dia tidak dapat menyembunyikan rasa senang nya sehingga membuat semua orang yang ada didalam rumah merasa tidak di anggap.

__ADS_1


fran berkata dengan kerasnya " aku sangat mencintai mu, dan aku tidak akan membiarkan satu orang pun menyakiti mu termasuk diriku sendiri" ucap Frans dengan lantang nya dan membuat orang tua nya menangis terharu.


Widy yang mendengar itu tersenyum tapi di sudut matanya mengalir cairan yang menandakan dia sangat terharu.


" sayang, aku akan menjaga mu dan hubungan kita kare a aku tidak mau hubungan ini hanya sebatas ini, aku ingin suatu hari nanti kamu menjadi istri ku." ucap Frans sekali lagi dengan yakin.


mendengar itu orang tua angkat Frans merasa sedikit khawatir, karena mereka tidak yakin Frans akan dapat diterima dengan mudah di keluarga Widy dengan status tidak berpendidikan dan berlatar belakang dari keluarga yang kurang perhatian.


ya, sudah dua tahun Frans tinggal dengan orang tua angkatnya namun tidak sekali pun ia berniat untuk pulang sekedar untuk melihat keadaan orang tua kandung nya. bisa di bilang Frans sudah melupakan mereka. ya itu hanya Frans yang tau.


mulai malam itu, komunikasi Widy dengan Frans mulai lancar, dan Widy sudah tidak terlalu mempermasalahkan kata-kata mesra yang di lontarkan oleh Frans untuknya.


Irfan merasa senang karena akhirnya bisa satu kelas dengan wanita yang membuat nya saat ini galau karena bingung harus bagaimana, karena kekasih Widy saat ini tak lain adalah sahabatnya sendiri.


tidak dengan Widy, ia bersikap biasa aja. namun Widy senang karena masih satu kelas dengan sahabat-sahabat rempongnya.

__ADS_1


Rohmah yang sedari tadi diam saja, akhirnya mulai mau berbicara karena sadar tidak ada untungnya bagi dia untuk marah dengan Widy, karena memang masalah ada pada dirinya sendiri.


"akhirnya masuk sekolah lagi, aku bosen di rumah." ucap Dian


"itu mah jamunya aja yang terlalu malas melihat dunia luar." jawab Widy asal.


"iya tuh, kamu terlalu bersemangat telvonan di dalam kamar, jadi gak tau asyik nya liburan" sambung Novi.


"iya, aku juga bernasip sama dengan Dian, aku terlalu fokus dengan kamar ku. sehingga aku menyia-byia kan waktu libur panjang ku" sambung Rohmah agak kecewa.


"udah santai aja, kita buat liburan sendiri gimana.?" jawab Widy memecah kecanggungan yang ada pada Rohmah.


"maksudnya kamu mau bolos Wid, jangan Wid kita baru aja masuk sekolah jangan cari gara-gara" ucap Dian.


"ya enggak lah, masak seorang Widy bolos. yang bener aja kamu Dian. maksud aku hari Minggu besok loh" jawab Widy sewot

__ADS_1


"dudul kok di pelihara" saut Rohmah.


dan akhirnya keempat sahabat itu tertawa lepas. sepertinya mereka sangat bahagia sekali dapat berkumpul lagi. dan tak di sadari sepasang mata sedang mengawasi mereka dari tadi.


__ADS_2