PERMAISURI TIGA BENUA

PERMAISURI TIGA BENUA
Gubuk


__ADS_3

happy reading


(づ。◕‿‿◕。)づ


sebelumnya aku minta maaf karena baru up,yah karena akhir akhir ini disibukkan dengan beberapa kegiatan.


sebenarnya kalo aku curi² waktu mungkin bisa kemarin² up 1bab dalam 2hari,tapi karena takut penyakit ku kambuh jd aku undurin tuh niat.


akan aku usahain up beberapa bab kedepannya, semoga dapat dimengerti ya😊.


LANJUT...


"hmm?"


dimana aku /batin putri Li


"sudah bangun?" lirih suara tak jauh dari tempat dirinya tertidur.


"siapa?" dengan waspada dan rasa was-was ia memberanikan diri menghampiri asal suara.


"kau-"


"shhht,jangan terlalu keras" meletakkan jari telunjuk di bibir putri Li agar tidak menimbulkan suara.



"cari semua,cari. arah kereta itu tadi kesini!"


"kau menemukannya?"


"maaf bos,belum"


"DASAR.. cepat temukan"


"baik"


~~~£~~~



"ada apa ini?" dengan suara pelan putri Li membuyarkan kesunyian



"huff,ughh"



"kau- kau tidak apa-apa? tanyanya dengan khawatir melihat lengan pria yang bertopeng didepannya berlumuran darah



"ughh ka kalau kau yang dulu,pasti a akan langsung mengobati ku-.."



"tu tuan?"



tidak mendapatkan jawaban dari pria tersebut, putri Li tanpa pikir panjang menyelinap keluar dari gubuk tempat ia singgah.



celingukan diluar tapi tetap dengan diam² ia mendapatkan beberapa bahan obat yang dapat menekan agar darah berhenti mengalir dan beberapa tanaman dan buah-buahan.



...----------------...



"huff"


"akhirnya selesai" dengan keringat yang membasahi tubuhnya akhirnya ia selesai mengobati lengan pria bertopeng tersebut.



namun sedari tadi rasa penasarannya yang tidak dapat ia hilangkan karena penasaran dengan wajah asli pria tersebut.



ia yang datang menyelinap ke istana angin beberapa waktu yang lalu. ia juga orang yang memaksaku untuk datang pada festival bunga. ohh benar (seketika ingat) bukankah tadi aku ada di kereta bersama pangeran,tapi sekarang kenapa- /gumam putri Li namun dipotong oleh seseorang



"kenapa?kau kecewa hmm?



"Anda sudah bangun tuan? bagaimana perasaanmu? apakah masih merasa nyeri di lengan mu? apakah ada yang tidak nyaman? apakah kau lapar?. oh ya tadi saat mencari bahan obat aku menemukan beberapa buah-buahan,kau dapat memakannya karena aku mengambil banyak,kau pasti lapar. mau maka-"



"diam" dengan nada menekan pria tersebut berbicara karena takut beberapa orang yang mengincar mereka tadi menemukannya.



"tenanglah" dengan santai putri Li beranjak dan mengambil buah-buahan yang telah ia bersihkan.



"ini makanlah"

__ADS_1



hmm /tersenyum



"apa kau tidak merasa takut,curiga atau apa padaku?" tanya pria tersebut



"tidak" dengan santai putri Li menjawab juga menyodorkan buah pada pria bertopeng tersebut



"sepertinya kau memaksaku untuk memakannya" pria tersebut mengambil byab dari tangan putri Li namun tidak langsung dimanakah. ia memeriksa setiap inci buah tersebut.



"tidak ada racun disana,itu aman. makanlah!"



"hufft, baiklah baiklah"



"hmm?" dengan melirik kearah putri Li pria tersebut mengurungkan niatnya untuk memakan buah tersebut



"kenapa kau melihat ku seperti itu"



"ahh. ituu-"



seperti mendapatkan pesan dari angin pria tersebut langsung berbicara



"kau menyuruhku makan bukan untuk meracuni ku tapi untuk mengetahui wajah ku kan?"



/deg tidak dapat dipungkiri memang itulah niat putri Li sebenarnya



"ekhem" Dengan sedikit gugup putri Li memberanikan diri


"ya yah memang itu niatku,aku ingin melihat wajah aslimu. karena tuan berbicara pada ku seperti telah mengenal ku sangat lama,namun aku tidak tau siapa anda"




tampaklah wajah tampan dengan mata biru tua yang tajam dan rambut hitam yang sejak tadi tergulung.



kesunyian kemudian tercipta beberapa waktu,karena masing-masing dari mereka sibuk mengisi perut yang sudah memberontak



...----------------...



"jadi?"



"hmm apa? tanya pria tersebut sedikit bingung dengan arah bicara putri Li



"Anda tadi mengatakan telah lama mengenalku? saat anda melihat kan wajah aku memang merasa familiar namun aku tidak ingat anda siapa"



"ingat pelan pelan saja, bukankah sudah kukatakan di festival bunga nanti kau akan tahu siapa aku"



"haiss baiklah baiklah. sekarang satu pertanyaan lagi"



"apa?"



"kenapa kita dapat berakhir di sini? dan kenapa kau menyamar menjadi pangeran dan menculik ku langsung ke kediaman dengan berani"



"aku ingin bertemu dengan ayahmu itu yang pertama,yang kedua aku ingin bertemu dengan mu"



"baiklah baiklah. lalu kenapa anda ingin bertemu dengan ayahku?"

__ADS_1



"karena ayahmu mengenal baik siapa aku"



dengan tatapan yang kurang percaya putri Li berikan pada pria tersebut, sehingga mendapatkan Jawaban dari pria itu.



"aku akan mulai membicarakan keseluruhannya setelah ayahmu kembali dan lengan ku sembuh"



"lalu?"



"aku hanya ingin membawamu bertemu seseorang namun di perjalanan ada yang menyerang dan ada juga suruhan pangeran datang untuk membawamu kembali,katanya pangeran murka karena ada seseorang yang menyamar menjadi dirinya namun tidak diketahui seorangpun di kediaman"



"puftt hahahh"


"tentu saja,Anda sangat ahli dalam menyamar" dengan tertawa putri Li terus berkicau dengan argumennya tentang penyamaran pria tersebut



namun siapa sangka wajah pria yang sedari tadi serius malah luluh karena keceriaan putri Li bercerita dengannya.


...----------------...



setelah perut mereka kenyang, mereka memutuskan untuk beristirahat.



"apakah tanganmu merasa tidak nyaman?" melihat pria tersebut yang gelisah dengan tangannya yang dibalutkan dan diikatkan pada bahu sehingga tangan tersebut seperti digantung.



"sedikit"



"aku membuatnya seperti ini agar tangan mu tidak sembarang terbentur karena dapat menambah parah lukamu" dengan hati hati putri Li membuka balutan kain yang menyangga lengan pria tersebut



"bagaimana sekarang? sudah merasa nyaman?"



"lumayan"



"istirahatlah,aku akan berjaga" ucap pria tersebut beranjak dan berjalan ke arah pintu gubuk



"tidak boleh,anda harus istirahat juga tuan. mereka tidak akan kembali dalam waktu dekat"



dengan berbagai macam paksaan putri Li membujuk pria tersebut namun tetap ia tolak.



"aku hanya punya satu kartu as" ucap putri Li dengan nafas berat



tuk..


"awww isss sakit"



"he he. kalau tak ingin aku pukul maka lebih baik anda beristirahat juga tuan" dengan tatapan iblis dengan tangan yang siap memukul lengan luka pria tersebut



"ba baiklah. aku istirahat"



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



**hehehe maaf typo


aku usahain besok juga up


oke👍🏻


yang sekarang sampai disini dulh


papay


(ノ≧∇≦)ノ ミ**

__ADS_1


__ADS_2