
happy reading
eheee'
(づ。◕‿‿◕。)づ
Wellcome Wee,i combek 😭🖐🏻
nah ini ada yg komen kayak gini
👇🏻👇🏻
*untuk sekarang,akan aku usahain buat up 2-3 bab dalam 1minggu. soalny sekarang emg padat banget jadwal,tapi ttp aku usahain kok😊... dan juga terimakasih
ok lanjut*<-> <->
...----------------...
setelah dapat dengan jernih memorinya kembali dan telah memastikan bahwa beberapa kali mimpi buruk yang menghampirinya adalah potongan dari ingatannya putri Li benar benar bahagia.
kini ia merasa banyak yang janggal dalam kejadian 10tahun yang lalu yang menimpa mereka mulai dari, kenapa bisa kedua orangtuanya membawa ia dan juga pamannya ke dinasti Zheng yang kala itu sedang porak poranda,mengapa kaisar dinasti Zheng kala itu mengadili kedua orangtuanya dan mengapa mereka dianggap sebagai pemberontak namun mereka sendiri tidak ada kaitan apapun dengan dinasti Zheng saat itu selain sebagai sekutu.
"untuk saat ini jangan terlalu dipikirkan. aku merasa ini ada kaitannya dengan selir suamimu" ucap Feng Qi seraya melirik ke arah Li
"apa maksudmu?" tanya putri Li dengan raut wajah bingung
"sepertinya kamu sudah mengamati berbagai hal sebelum menginjakkan kaki kesini Qi" balas tuan Lizo dengan bangga karena menantunya yang serba guna
*ehhh maksudnya serba bisa hehhe🤭 dan juga pak Li itu bukan mantu ya baru calon
"benar. sebelumnya diperjalanan aku menemukan kalau selir pangeran Rong ini adalah putri dari gurunya namun menurut laporan dari informasi yang aku dapatkan gurunya bernama Shuhey dan ia tidak pernah menikah selama hidupnya" tutur Feng Qi
"jadi, kenapa yang mulia pangeran dan juga selir Jiu mengatakan kalau ia putrinya?" ucap putri Li dan tuan Lizo bersamaan
kini mereka bertiga dirudung kebingungan akan informasi yang disampaikan oleh Feng Qi pada mereka.
"apakah informasi ini dapat dipercaya?" tanya putri Li dengan sedikit ragu
"sejak kapan kamu mengenal ku? seharusnya kamu tahu bagaimana sifatku hmm?" ucap Feng Qi dengan mendekatkan wajahnya ke putri Li
ekhem...
"ahh itu, untuk saat ini aku juga akan mencoba mengorek sedikit informasi di kediaman pangeran"
__ADS_1
"hmm? kau tidak tinggal disana?" tanya tuan Lizo dengan bingung
"dikediaman memang namun lebih tepatnya di istana pribadi,ahh tak kusangka pangeran benar benar kaya" tutur Feng Qi
'bolehkah aku memukul kepalanya? aku benar benar kesal kalau aku ingin berbicara dipotong potong' batin putri Li
"Qi paman tahu kamu ingin bertemu Li namun menyelinap ke kediaman pangeran Rong jika ketahuan ia tidak akan segan-segan apalagi kamu menyelinap ke istana pribadi permaisurinya" ucap tuan Lizo mengingatkan
"baik baik paman,aku akan berhati-hati"
"huff baiklah sepertinya aku harus kembali ke kediaman segera" potong putri Li tiba tiba saat melihat maid pribadinya datang dengan tergesa-gesa
"baiklah kalau begitu,hati hati dijalan nak"
"iya ayah" /tersenyum lalu pergi
sepeninggal putri Li Feng Qi memilih untuk menginap di kediaman perdana menteri Li karena banyak hal lagi yang harus mereka bicarakan
...----------------...
sesampainya di kediaman pangeran putri Li disambut dengan keadaan yang cukup mengkhawatirkan (untuk sementara) dapat dilihat dari tanaman di taman yang banyak roboh seperti telah di diinjak-injak.
semakin ke dalam putri Li juga menemukan beberapa pecahan kendi kendi di sisi jalan kediaman yang terlihat benar-benar berantakan
namun langkah putri Li terhenti saat seseorang berdiri dengan sombongnya dihadapannya
"maaf yang mulai selir terhormat,hamba keluar tidak ada hubungannya dengan anda" jawab putri Li dengan tatapan sinis
yah kepribadian putri Li dapat dikatakan 180⁰ berubah setelah berbagai macam peristiwa pilu menimpanya sampai ia pingsan dan kini ia berdiri di hadapan selir Jiu seakan-akan mereka adalah dua orang yang berbeda
"KAU BERANINYA, APAKAH KAU LUPA KALAU AKU ADALAH HUKUM YANG HARUS KAU PATUHI DI KEDIAMAN INI!?"
"hamba sudah pindah dari kediaman ini atas izin yang mulia pangeran selir,dan juga hamba telah memiliki istana pribadi atas pemberian pangeran jadi hukum yang berlaku untuk hamba salah hamba sendiri"
pangeran Rong yang sedari tadi hanya memilih menjadi pendengar atas perselisihan antara permaisuri dan selirnya,ia tak ingin ikut campur saat ini karena ingin melihat bagaimana tindakan putri Li selanjutnya
"DASAR JALANGGG"
PLAK
PLAK
tamparan yang keras dapat dirasakan hanya dari suara yang ditimbulkannya bahkan yang mendengar pun dapat merasa kesakitan karena suaranya
"hahahah terima saja hukuman mu" congkak selir Jiu
__ADS_1
"penjaga. permaisuri dihukum 50 pukulan atas pelanggarannya cepat seret dia"
"JIUU" suara hardikan dari pangeran yang kini wajahnya telah merah padam menahan amarah karena perburuan selir Jiu
"pa pangeran" gagap selir Jiu
"kamu baik baik saja? panggilkan tabib segera!" ucap pangeran yang kini memeluk pinggang putri Li seperti melindungi barang berharga
"hamba baik yang mulia,tak perlu memanggil tabib, mei bisa mengobati hamba"
"dasar tidak tahu malu,kau hanya permaisuri gadungan tapi beraninya menggoda pangeran" caci selir Jiu
amarah pangeran yang telah memuncak dan siap memakan habis apapun yang ada di hadapannya namun hal itu dihentikan oleh
PLAK
PLAK
yahh tamparan yang dilayangkan putri Li pada wajah indah selir Jiu
"kau kau" gagap selir Jiu tidak percaya
"harap jaga ucapan anda selir,kau hanya selir rendahan yang bahkan latar belakang tidak ada berani mencaci ku sebagai putri perdana menteri walau pernikahan ku tidak pernah ada yang menginginkan tapi pernikahan mu dilaksanakan seperti rasa iba. hahah dan kau juga berani menampar ku?" cerca putri Li dengan menepuk-nepuk pipi selir Jiu disertai tatapan membunuh
bahkan pangeran,ye xau dan maid maid disekitar tampak terkejut dengan perubahan putri Li yang benar benar signifikan
"dan satu hal lagi" tambah putri Li
"apakah kau benar putri dari gurunya yang mulia pangeran atau tidak hmm?" lanjut putri Li berbisik di telinga selir Jiu dengan intonasi penuh penekanan
deg
tak dapat dipungkiri Selir Jiu benar benar terkejut. entah itu karena pertanyaan putri Li padanya atau perilaku putri Li saat ini.
"maaf kalau perilaku hamba lancang yang mulia,hamba undur diri" ucap putri Li seraya meninggalkan selir Jiu yang masih mematung
kini tujuan ia kembali ke kediaman pangeran bukan karena permintaan pangeran namun karena selir Jiu yang mengancam kalau ia tidak segera kembali maka selir Jiu tidak akan segan-segan mengirim beberapa tentara menjemput putri Li
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
happy reading
(ノ≧∇≦)ノ ミ
*oke untuk bab ini habis dulu ya,besok insyaallah aku akan up lagi
__ADS_1
papay*