
(**づ。◕‿‿◕。)づ
combek Minna saann
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...
untuk menghilangkan rasa jenuh nya Rong Ziyan memilih untuk menuntaskan masalah yang terjadi pada selirnya.
sehari dua hari ia mencari berbagai cara untuk menuntaskan masalah ini. namun yang ia dapatkan hanyalah celah untuk mengetahui dari mana datangnya anak panah tersebut. dari hasil penyelidikan yang ia dapatkan ia dapat menyimpulkan bahwa anak panah tersebut adalah salah satu permainan dari selir Jiu.
Putri Li yang selalu mengikuti Rong Ziyan secara diam-diam mengetahui hasil yang didapatkan oleh Rong Ziyan sangat jauh dari pemikirannya. yang putri Li harapkan adalah Rong Ziyan dapat mengetahui bahwa ada segelintir bubuk haswat yang menempel pada lantai di mana selirku menari.
namun saat akan melaporkan apa yang didapatkan setelah dua hari menelusuri masalah ini Rong Ziyan tanpa sengaja melihat Feng Qi berada di ruangan putri Li sedang tertidur di pangkuan putri Li sedangkan putri Li tidak menyadarinya karena ia fokus membaca kitab.
tanpa ragu ragu bak menangkap istri sah berselingkuh Rong Ziyan menerobos ke ruangan putri Li.
"BU XIAO LI. APAKAH PANTAS SEPERTI INI??"tanya Rong Ziyan menggelegar sehingga membuat Feng Qi terbangun.
"Yo yang mulia pangeran Zheng. apa yang membuat mu datang kemari?" ucap Feng Qi tanpa rasa bersalah sedangkan ia mengetahui alasan sesungguhnya kehadiran Rong Ziyan.
"ini hanya masalah keluarganya. kaisar muda Qi seharusnya tidak ikut campur" ujar perdana menteri Lizo tiba" karena ia juga berada di ruangan putri Li
"ayah mertua?"
"ya. apakah ada masalah?"
"kenapa ayah tidak mencegah Li?"
"mereka tidak melakukan apa apa kan? dan juga sebelum Feng Qi datang aku sudah berada di ruangan ini sebelumnya" jelas Perdana menteri Lizo
namun karena tidak suka akan tindakan putri Li, Rong Ziyan tetap menarik tangan putri Li keluar dari ruangannya.
"anda ini kenapa yang mulia?"
__ADS_1
namun Rong Ziyan tidak menjawabnya tetapi menarik tangan putri Li lebih kuat. melihat hal ini Feng Qi ingin menghentikannya namun di cegat oleh perdana menteri Lizo.
"lepaskan yang mulai!" bentak putri Li berusaha melepaskan tangannya
alhasil karena sudah sedikit jauh dari tempat tadi Rong Ziyan melepaskan tangan putri Li. namun ia berbalik dan menatap dingin serta tajam pada Putri Li.
"kenapa yang mulai menatapku seperti itu?"
"seharusnya kau tahu batasan Li. ia adalah kaisar muda Qi ORANG LUAR kenapa kau bahkan membiarkan ia tidur di pangkuan mu?"
"apa? kenapa? apakah yang mulia cemburu? Anda juga tidak berhak akan hal itu"
"kenapa? aku berhak. aku suamimu!"
"ohh benarkah? tapi bagiku anda tidak lebih dari seorang tuan pangeran yang hamba kagumi. hanya itu tidak lebih" ucap putri Li dan ia memilih pergi
"BU XIAO LI" hardik Rong Ziyan
namun putri Li langsung berlari menjauh namun tiba-tiba-
"uhh"
"apakah kau tidak punya mata hah?? beraninya menabrak sang raja" ucap seorang pengawal yang berada di sekitar seseorang pria dengan rambut biru kelam panjang namun tampak wajah nan gagah.
"maafkan hamba yang mulia raja Bezhou" ucap putri Li kemudian
'tanpa ia lihat siapa yang dihadapannya ia mengetahui yang mulia?', batin pengawal lainnya
"tidak apa-apa. aku baik baik saja"
"aku benar benar minta maaf" ucap putri Li kemudian mengangkat wajahnya tampak bibir putri Li berdarah karena terbentur keras
deg
__ADS_1
pada pandangan pertama raja Bezhou langsung terpikat pada pesona putri Li namun ia segera mengendalikan kesadarannya karena tampak darah dari bibir putri Li
"apa anda baik baik saja putri?"
"ahh ini?" ucap putri Li menyentuh bibirnya
"tidak apa apa yang mulai"
"ini sebagai permintaan maaf saya" ucap putri Li menyerahkan tusuk rambutnya yang ia buat sendiri.
tanpa diminta pun raja Bezhou langsung menerima tusuk rambut tersebut. yahh tampak sederhana namun cantik tusuk rambut putri Li yang berwarna merah itu.
"hamba mohon pamit yang mulai" tambah putri Li kemudian dan berlalu.
"dia kira siapa kita? hanya tusuk rambut saja bahkan yang mulai mampu membeli ribuan tusuk rambut ini" ucap salah seorang pengawal
"jaga ucapan mu. bukankah tampak sederhana namun cantik?" ucap raja Bezhou memperlihatkan tusuk rambut tersebut
"dapat dilihat tusuk rambut ini iya sendiri yang membuatnya" tambah raja Bezhou dengan senyuman
"memang benar yang mulai raja. namun siapa wanita tadi? kenapa ia mengetahui anda tanpa melihat dengan jelas terlebih dahulu?"
"ia adalah menantu kaisar Zheng, wanita idaman para pria di kekaisaran Zheng ini"
"pantas saja tampak sangat manis"
'yah memang manis. aku bahkan ingin memilikinya sehingga lupa ia telah bersuami' batin raja Bezhou
'namun dari yang kudengar hubungannya dengan pangeran Zheng buruk. sepertinya aku dapat berusaha'
...****************...
ok skip
__ADS_1
papay
(ノ≧∇≦)ノ ミ