PERMAISURI TIGA BENUA

PERMAISURI TIGA BENUA
MIMPI ATAU NYATA


__ADS_3

keadaan kota terlihat begitu kacau, sayup sayup terdengar derap langkah yang rapi dan beberapa kereta kuda memasuki kota.


tampak banyak kereta yang masuk karena keberhasilan dinasti Zheng atas peperangan besar kali ini. Berita kemenangan telah terdengar ke segala penjuru daratan karena tak hanya menang namun daerah musik juga sudah di ambil alih.


kereta memasuki kota dengan diiringi beberapa orang yang mengerumuninya karena tampak pelaku pemberontakan sudah di tangkap dan diikat di atas kereta.


pemandangan itu juga tampak ngeri karena beberapa pemberontak sudah ada yang pingsan karena kehilangan banyak darah setelah di siksa di penjara dingin.


"bunuh mereka"


"eksekusi mereka"


"buat mereka menderita" dan masih banyak lagi cacian makian yang terlontar dari mulut penduduk zheng.


benci yang sudah membara membuat mereka haus akan darah sehingga satu per satu dari mereka melempari pemberontak dengan batu hingga bau darah kembali tercium.


kereta memasuki tengah kota tepatnya di tempat eksekusi akan berlangsung. sayup sayup terdengar suara tangis anak kecil dari kereta,namun tidak membuat penduduk zheng berhenti melempari mereka dengan batu.


......................


tampak ibu dari sang anak berusaha berkomunikasi dengan anaknya namun hasilnya nihil karena lidah sudah terlanjur di potong sedangkan sang ayah? begitu pula dengan sang ayah dan kondisinya lebih parah karena kehilangan sebelah lengannya.


kejadian yang seharusnya membuat hati berasa tersayat sayat karena melihat keluarga yang malang itu namun apalah daya,penduduk yang haus akan keadilan dan darah seakan akan menutup mata terhadapnya.


......................

__ADS_1


"mereka adalah pemberontak yang membuat negri ku ini kacau dan mengalami peperangan yang tragis" ucap kaisar Zheng saat itu sebagai penambah semangat penduduknya untuk menyaksikan eksekusi para pemberontak tersebut.


"eksekusi dimulai" sembari memberi tanda agar pemancungan dilakukan serentak pada pemberontak.


"jangannnnn hiks hiks,jangan bunuh ibu dan ayah Li hiks hiks" tangis gadis kecil itu pecah saat melihat pedang nan tajam siap menebas leher orang tuanya


"heyy sekalian bunuh anaknya,agar tidak mencontoh perilaku orang tuanya" ucap salah seorang penduduk yang di ikuti setuju oleh penduduk lain


"dia masih kecil,berikan sedikit kelapangan untuk nya" ucap seorang pemuda nan gagah dengan suara parau menahan tangis


"heh kelapangan? walaupun masih kecil setidaknya itu yang terbaik untuknya agar tidak menyeleweng" bantahan demi bantahan terjadi di panggung eksekusi


"Li mohon,ayah ibu Li tidak bersalah hiks hiks" tangis memecah perbantahan tersebut namun sayangnya tidak ada kelapangan kini, pengeksekusi telah siap memancung leher setiap pemberontak


"huaaaa jangannnn hiks hiks Li mohon hiks hiks..." dan di gadis kecil pingsan melihat kejadian tersebut ibunya menggeleng pada pemuda tadi agar tidak melangkah ke panggung.


......................


"tangkap mereka, eksekusi juga mereka" teriak beberapa penduduk yang melihat pemuda membawa kabur si gadis kecil namun mereka lolos dari pengejaran


"hahh hah hah..."nafas terengah-engah keluar dari mulut putri Li.


"mimpi itu lagi..." ucapnya lirih sambil meneteskan air mata.


otaknya mengolah kejadian demi kejadian itu apakah ini nyata?? atau hanya mimpi??

__ADS_1


yah pertanyaan itu yang terus berjalan di otaknya.


setelah menikah ke keluarga kerajaan bukan kebahagiaan yang ia dapat namun kesengsaraan bagaimana tidak


di hari pernikahannya sang pangeran meninggalkannya dan langsung melaksanakan pernikahan dengan wanita tercintanya yang diangkat menjadi selirnya sedangkan ia? tidak hanya ditinggal saat menikah namun juga menyuruh Kasim menggantikannya melaksanakan ritual pernikahan di depan api


sedih? tentu saja penderitaannya juga berlanjut hingga kini, keadaan tubuhnya makin lama makin lemah sudah satu bulan lamanya ia menjadi istri sang pangeran namun pangeran tak pernah mengunjunginya


pangeran memilih mengunjungi selir kesayangannya walaupun tak dicintai pangeran namun putri Li mendapat cinta dan kasih sayang yang tulus dari orang tua pangeran


......................


"ma maaf su suami ku,a aku tidak sengaja" dengan suara bergetar dan menangis ia minta maaf di kaki sang suami dan selirnya karena di tuduh telah mencelakai selirnya


"maaf? kalau selir ku mengandung nanti apakah kau akan lebih kejam lagi?" dengan suara menggelar memarahi permaisurinya dan mengebaskan tangannya hingga...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hingga apa hayo🤭


heheh maaf ya kalau author gaje


dan maaf kalau ceritanya ngak nyambung😁


jangan lupa dukung karya author dan tinggalkan jejaknya

__ADS_1


bye👋🏻👋🏻


__ADS_2