
happy reading
(づ。◕‿‿◕。)づ
oke sesuai janji ya..
aku up untuk hari ini.
maaf kalau kependekan yah
"tuan"
"kau kembali. jadi bagaimana perkembangannya?"
"hamba melihat seseorang seperti pangeran membawa putri tadi namun hamba yakin kalau ia bukan pangeran" dengan nada kesal utusan Mentri Li berbicara (untuk mengawasi putri kesayangannya)
"heee berani sekali.. aku ingin lihat siapa pria ini" gelas yang digenggam pun pecah
"segera kembali ke kota"
"baik" ucap para mata-mata kerajaan zheng yang kini bertugas di perbatasan
...----------------...
tampak kediaman perdana menteri yang biasanya di pagi hari sudah disibukkan dengan berbagai macam aktivitas putri Li namun sekarang tampak sunyi senyap bak tak berpenghuni.
"perdana menteri telah kembali!!" sahut penjaga gerbang kediaman perdana menteri agar para penghuni kediaman dapat menyambut sang tuan rumah
"selamat datang kembali tuan" dengan hormat para penghuni menyambut Perdana menteri
"apakah putri ku beberapa waktu yang lalu mampir kesini?"
"ada tuan,ia terlihat sangat merindukan tuan"
"baguslah"/tersenyum
...----------------...
namun lain halnya dengan keadaan di kediaman pangeran,yang kini gempar karena putri Li telah kembali namun tidak dapat menutup kemungkinan masalah besar akan muncul
"kau tidak apa-apa? apa dia menyakitimu?" tanya pangeran dengan khawatir
/menepis tangan pangeran
"hamba baik-baik saja pangeran, mereka ia hanyalah membuat ku tak sadarkan diri dan hanya menyekap ku beberapa waktu namun hamba berhasil kabur" dengan jengah putri menjawab
"baguslah anda baik-baik saja PERMAISURI"
kata permaisuri ditekankan oleh selir Jiu karena biasanya pangeran jengah mendengarnya
"kalau begitu beristirahatlah,kah pasti takut dan lelah"
"terimakasih yang mulia" melangkah dengan girang ke istana angin bukan karena apa, namun ia sudah tak sabar bertemu dengan mey maid dan juga seorang yang sudah ia anggap sebagai saudara
...----------------...
*sesampainya di istana angin*
mencari kemana-mana namun putri tidak menemukan mey akhirnya ia pun bertanya pada maid yang berpapasan dengannya
__ADS_1
"apakah anda melihat mey?"
"ehh i itu" dengan gugup dan takut maid tersebut menjawab
"ada apa?"
"mei dikurung di istana dingin karena dianggap tidak becus dalam menjaga permaisuri"
"APA?"
dengan tergesa-gesa namun pasti permaisuri langsung mengambil kuda di kandang dan menungganginya ke bukit belakang dimana istana dingin berada.
namun pangeran yang melihat putri Li pergi tergesa-gesa memutuskan untuk mengikutinya karena takut permaisurinya kenapa kenapa.
*sesampainya di istana angin*
"mei kamu didalam?"
"no nona?? yah hamba ada didalam" sahut Mey dengan lemah dari dalam istana dingin
setelah memastikan kondisi Mey, putri Li membawanya keluar dari istana namun dihadang oleh selir Jiu yang ternyata juga membuntutinya.
"permaisuri... melepaskan tahanan Secara langsung dapat mendapatkan hukuman" dengan senyuman kebencian ia perlihatkan pada Putri Li
saat itu pula pangeran Sampai di istana dingin. tak kalah terkejutnya ia melihat keadaan Mey yang dapat dikatakan buruk dan ia juga tidak tahu menahu tentang Mey ditahan. namun ia masih belum buka mulut karena tak seorangpun yang menyadari kedatangannya.
"ternyata kau yang mengurung Mey"
"benar,memangnya kenapa? aku adalah hukum yang harus dipatuhi di kediaman pangeran seharusnya permaisuri ingat itu" berbicara dengan nada congkak
"hah hahahah... kau hukum? dan seharusnya kau tahu bahwa istana angin ku tidak ada sangkut pautnya dengan kediaman kalian!"
"KAU... apakah kau tidak takut kalau ziyan akan menceraikan mu saat ia tahu kau tidak mematuhi hukum yang berlaku di kediamannya?"
"cerai? memang itu yang aku dambakan,kau encamkan itu" dengan intonasi yang dingin namun menusuk yang terlontar dari mulut putri
tak tahan akan perdebatan mereka akhirnya pangeran menampakkan kehadirannya di halaman istana dingin yang kini bak lapangan kompetisi
"apa-apa ini? kenapa dia dapat dikurung?" ucap pangeran seraya menunjuk ke arah Mey yang kini masih lemah ia juga seakan akan baru datang dan bergabung
"ahh ziyan kamu kesini juga? ia adalah orang yang tak becus dalam menjaga tuannya dan memang patut diberi hukuman"
plakk plakk
dua tamparan melayang ke pipi indah selir Jiu yang mana pelakunya tak lain adalah putri Li.
"LI.. sejak kapan kau menjadi kasar? apakah kau melupakan tata Krama? hah?" ucap pangeran dengan nada sedikit tinggi
"hahah kasar? aku memang sejak awal kasar namun lebih dahulu merasa buta seharusnya anda paham itu"
"pangeran hiks hiks" tak tahan karena tamparan yang lumayan keras melekat di kedua pipinya
"Anda urus saja berlian anda yang mulia,hamba pamit"
"dan kau seharusnya ingat akan peraturan yang berlaku di kediaman Li" ucap pangeran menginginkan
"peraturan? Anda harus ingat yang mulia janji dan sumpah ada bahwa tidak akan membawa-bawa istana angin dalam peraturan menjengkelkan kediaman anda" dengan intonasi yang jelas dan dingin putri Li menegaskan
...----------------...
__ADS_1
setelah membawa kembali Mey dan beristirahat sejenak putri Li memilih untuk pergi ke kediaman perdana menteri atau rumah baginya karena ia sudah mendengar kabar bahwa ayahnya telah kembali dan juga telah berkunjung ke istana
namun dalam perjalanan tanpa diundang seseorang menyelinap masuk ke kereta putri Li yang tak lain adalah pria bertopeng yang beberapa waktu lalu selalu dekat dengan putri
"kali ini apa?" tanya putri dengan jengah
"bukankah sudah kukatakan,aku ingin bertemu ayahmu"
"baiklah baiklah, lakukan yang anda inginkan"
*sesampainya di kediaman perdana menteri*
perdana menteri telah menunggu putri kesayangannya di pintu masuk karena rindu akan putri semata wayangnya
"ayahhhhh Li datanggg" teriak putri Li
seakan akan telah berabad-abad tidak bertemu mereka benar-benar larut dalam kasih sayang sehingga sejenak melupakan tamu yang tak diundang yang mengekor pada Putri Li
"pria ini siapa?"
"seharusnya anda ingat akan saya paman"
berasa tubuhnya mendidih dan rasa pusing menjalar di kepalanya,perdana menteri tak percaya akan mendengar suara yang telah sekian lama tidak ia dengar kini datang mengunjungi.
dengan tangan yang bergetar perdana menteri memeluk pria yang masih bertopeng tersebut.
"mari bicara didalam" ajakan perdana menteri pada pria tersebut
"baik paman"
ayah mengenalinya? kenapa aku tidak? siapa dia sebenarnya? kenapa saat aku bersamanya selalu ada rasa aman yang mengitari ku seakan ia sangat menjaga ku?
dengan rasa penasaran yang besar putri Li juga meminta untuk bergabung dengan ayahnya beserta pria tersebut.
...----------------...
*di aula tamu*
"sudah lama aku tidak melihatmu, seharusnya kau tidak memakai topeng juga"
"hahah baik baik paman"
pria tersebut membuka topengnya dan bersama dengan luruhnya air mata perdana menteri Li
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
makasehh dah mampir
(ノ≧∇≦)ノ ミ
*pertanyaan Yee
-kenapa perdana menteri menangis?
-siapa sebenarnya pria misterius tersebut?
maaf kalau banyak typo
papay👋🏻👋🏻*
__ADS_1