
Yo minna sann
i combek
(づ。◕‿‿◕。)づ
setelah putri Li berlalu pergi raja Bezhou menghampiri Rong Ziyan yang awalnya hanya ingin menyapa namun Rong Ziyan terlanjur mengucapkan kata" yang membuat mereka berdua berselisih
"harap perhatikan pandangan anda yang mulia raja Bezhou" ucap Rong Ziyan diikuti dengan tatapan mematikan
"hahah walaupun begitu bagaimana kalau sang putri tidak keberangkatan? itu tidak akan ada hubungannya dengan anda yang mulia pangeran" sindir raja Bezhou
"aku hanya berkata sekali,anda adalah orang yang terhormat jadi tolong perhatikan tingkah laku anda. dan sampai jumpa" lanjut Rong Ziyan lalu pergi dengan kesal
"hahh dia kira siapa dia? walaupun dia seorang pangeran apakah begini sikapnya pada tamu penting di kerajaannya?" cerca pengawal raja Bezhou (yu chin)
"biarkan saja yu,mari kita atur siasat setelah ini"
"siasat? yang mulia?"
"hahah siasat untuk mengikat istri seseorang"
"ya-yang mulai?"
"hahahaha hahahha hahhahah" tawa senang raja Bezhou dan berlalu pergi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
namun putri Li yang tadinya ingin kembali ke kamar tanpa sengaja mendengar beberapa maid di depan kediamannya berkata-
"apakah hubungan putri kita dengan yang mulia pangeran telah membaik?"
"entahlah, aku berharap begitu"
"benar benar, mungkin kita akan segera mendapatkan tuan muda"
"hahah benar benar"
__ADS_1
namun putri Li yang tidak tahan dengan desas desus tentang hubungannya dengan Rong Ziyan membaik langsung menyela
"jangan berinspirasi berlebihan,kami tidak seperti yang kalian bayangkan. dan juga jangan pernah berharap akan ada tuan muda yang lahir!" tekan putri Li
"ka-kami mohon maaf yang mulia putri Li"
"haiss sudahlah,aku tahu kalian berharap yang terbaik namun itu tidak akan pernah terjadi"
tanpa sepengetahuan putri Li tanpa senjata perkataan tersebut terdengar oleh Rong Ziyan bahkan kini ia terlihat sangat marah.
tanpa ingin berdebat lagi ia berdeham dan berlalu begitu saja
"ya-yang mulia?"
"biarkan dia,dia juga pasti memikirkan hal yang sama. ahh aku lapar sampai jumpa"
putri Li sang sangat lapar langsung berlari ke istana angin dan disana telah di tunggu oleh Mey dengan berbagai macam makanan
"wahhh Mey memang yang paling mengerti aku" ucap putri Li sembari memeluk eratnya
"hmmm"
pertama kali yang di cicip putri Li adalah ayam panggang yang baunya benar benar menggoda
"hmmm sangat enak"
"benarkah? syukurlah kalau nona suka"
"hmm hmm enakk"
"no-nona makannnya hati hati nanti bisa-"
belum siap Mey berbicara putri Li sudah tersedak karena makan yang buru buru dan ia juga berbicara saat makan
"ini nona, minumlah"
namun tamu tak di undang juga menampakkan wujudnya yang kini terasa seperti hantu gentayangan
__ADS_1
"wah wah wah,tak disangka putri Li yang bermartabat namun tak memiliki etika saat makan"
"wah wah wah tidak di sangka selir Jiu yang rupawan berani membuat onar saat festival bunga"
"KAU"
"ahh benar nona" ucap mey tiba tiba
"hmm ada apa?"
"bukankah dia sedang dalam masa hukumannya? namun kenapa ia bisa keluar sekarang?" lanjut Mey
"ahh benar, kenapa yah? apakah dia kelaparan dan ingin meminta makanan ku?"
namun selir Jiu yang tidak terima karena dibina seperti itu langsung menghampiri meja makan putri Li dan membuang sebagian makanannya
"ehh makan itu yang telah terjatuh, dasar ******"
"ahh aku tak mengira kau benar benar berani sekarang" ucap putri Li beranjak dari duduknya dan menghampiri Selir Jiu dengan membawa paha ayam yang paling besar
"makan ini rendahan,wanita seperti mi tak pantas untuk mengurusi urusan ku." ucap putri Li sembari memasukan dengan paksa paha ayam tersebut ke mulut selir Jiu
"hmm hmm"
"apa hah? masih berani?"
tanpa basa basi putri Li langsung menarik rambut selir Jiu sampai sampai rambutnya tergerai dan putri Li juga menampar wajah selir Jiu setelah puas ia meninggalkan selir Jiu di halamannya dengan bentuk yang sudah berantakan
"sekali lagi kau berani membuang makanan ku maka nyawamu sebagai bayarannya" ucap putri Li kemudian berlalu pergi
...****************...
oke cukup sekian
dan terima gaji
(ノ≧∇≦)ノ ミ
__ADS_1