
happy reading
(づ。◕‿‿◕。)づ
Yo minna sann..
maaf baru up,emg sih aku jarang banget up tapi kepikiran ngak? aku selalu coba nyuri" waktu buat nulis. kadang dipertengahan ehh idenya gantung makanya ngak ke up heheh
...----------------...
"wahhhh hamba sangat suka gaya nona yang menindas wanita murahan itu. benar benar membuat orang ingin mencekiknya hingga mati" ucap mey tak kalah senangnya
"mei"
"ya nona? apa yang anda inginkan akan hamba ambilkan"
"berhenti memanggil dirimu hamba"
"ba baik, bagaimana kalau mey nona?" jawab Mey dengan sedikit takut
"hmm bagus"
"baik nona" /tersenyum lebar
"ahhh benar" ucap putri Li sambil menjentikkan jari
mey tampak bingung melihat nonanya yang tiba tiba berbinar binar seperti baru mendapatkan hadiah besar
"nona?"
"MEYY,ajarkan aku tentang pengobatan dan racun" ucap putri Li tiba tiba dengan menggenggam erat tangan Mey
"hahah /tertawa canggung baik nona tapi biar Mey obati dulu pipi nona"
"ahh benar,sangking gembiranya sampai aku lupa akan rasa sakitnya"
setelah mengobati pipi putri Li mereka bercengkrama dengan gembira dan santai namun tiba tiba tamu tak diundang langsung datang ke kamar putri Li
"kalian kelihatan gembira sekali" ujar pangeran yang tiba tiba berada di kamar putri Li
"kyaaa"
"ya yang mulia apa yang anda lakukan disini?" tanya putri Li namun dengan nada jengah
"sepertinya aku tak diinginkan di sini" tersenyum kecut
"memang benar, apa yang membuat yang mulai pangeran terhormat datang ke kediaman terpencil ini?" tanya Mey dengan menggebu-gebu
"aku hanya ingin membawa nona mu sebentar ke istana"
"tidak. nona tidak akan kemana mana hari ini"
'baru saja akan belajar tentang obat dan racun,pria ini datang mengganggu saja dan anehnya mengapa ia bersedia datang menjemput ku untuk pergi ke istana? apakah ibu suri mencari ku lagi?' banyak pertanyaan yang melayang di benak putri Li
__ADS_1
'haiss apa yang aku pikirkan,kali ini mari menggunakan topeng lagi. haisss' /lontar putri Li dalam diamnya sambil menggeleng
"apa ada masalah? apakah luka mu sudah diobati?" tanya pangeran dengan lebut
"jangan menyentuh nona ku yang mulai,ia alergi pada pria br*ngs*k" cerca Mey
"Mey sudahlah. ada apa yang membuat yang mulia membawa hamba ke istana?"
"ibu ingin bertemu dengan kita,dan juga ada sesuatu mendesak"
menghela nafas berat dan menghembuskan ya "baiklah,mari berangkat"
"nona?"
"tunggu aku kembali Mey" pergi berlalu bersama pangeran
...----------------...
*sesampainya di istana, lebih tepatnya di ruangan pribadi untuk kaisar dan ibu suri*
"wahh sayang ku,aku sangat merindukanmu" ucap ibu suri pada Putri Li yang bahkan memeluknya dengan sangat erat
"ya ibu,tapi bisakah anda melepaskan ku?"
"ahh maaf dan anak nakal apa kau memperhatikan kepentingan istri mu hah?" tanya permaisuri dengan nada tidak dapat diartikan
"maksud ibu?" tanya pangeran penasaran akan maksud tersirat ibundanya
"hah? bukankah Li sudah mengandung cucuku? atau bahkan kamu tidak tahu?"
"haiss,ibu mu benar benar menginginkan seorang cucu. makanya saat mendengar berita ini ia begitu bahagia, aku juga sudah mengingatkan bahwa jangan mudah mempercayai berita berita dari mulut maid maid" ujar kaisar Zheng
"hahah ibu suri sepertinya keliru,aku tidak hamil sama sekali"
"apa? berarti berita itu salah? haiss padahal aku sangat berharap" ratap ibu suri
"ahh sekarang memang tidak tapi mungkin beberapa bulan lagi" ucap kaisar Zheng untuk menenangkan hati permaisurinya
(*btw mungkin ada yang bingung kenapa aku ngasih panggilan ibu suri pada ratu Zheng soalnya mungkin di cerita cerita lain ibu suri itu untuk ibunda dari kaisar/raja. nah nanti bakalan terungkap juga kok alasannya jadi aku sarankan bacanya jangan loncat loncat ya🤭 biar lebih jelas ntar)
"yahh benar hahah/tertawa canggung" ujar pangeran mengiyakan
namun lain halnya dengan putri Li yang memberikan mimik wajah tidak setuju akan ucapan pangeran dan putri juga menyela..
"untuk beberapa bulan ke depan sepertinya juga kan terhalang ayah ibu" ucap putri Li menyela
"kenapa?" tanya kaisar dengan curiga
"kondisi ku kurang baik jadi mohon bersabar" dengan sedikit canggung putri Li memberikan senyuman yang dapat diartikan kurang tulus
"haiss selama itu dari rahim mu tidak apa apa mengunggu lama" jawab ibu suri
"ya benar sekali" ucap kaisar Zheng mengiyakan
__ADS_1
tidak dapat di pungkiri juga bahwa pangeran benar benar kecewa atas jawaban putri Li ia dapat memahami maksud tersirat putri Li bahwa IA TIDAK AKAN PERNAH MENGANDUNG KETURUNAN DARI DIRINYA PANGERAN DINASTI ZHENG RONG ZIYAN
"yahh mari tinggalkan topik itu sementara, kenapa ibu meminta kami datang?" tanya Rong Ziyan
*udahlah tukar aja Yee dari pada pangeran
"ahh benar, kalian bawa kemari" ucap ibu suri
Beberapa maid tampak membawa beberapa kotak dan juga sepasang baju yang tampak begitu indah
"aku menyiapkan pakaian serasi untuk kalian pakai saat festival bunga besok"
'ahh benar festival bunga,aku hampir lupa. tapi siapa juga yang akan mengenakan pakaian yang sama dengan pria ini' batin putri Li
"baiklah, aku tidak keberangkatan untuk mengenakannya" jawab Rong Ziyan dengan tersenyum
"ahaha yah benar" ujar putri Li kemudian
"kalian bawa ini ke kediaman pangeran dan jangan sampai ada yang rusak"
"baik permaisuri" jawab para maid
namun siapa sangka sebelum dibawa ke hadapan permaisuri pakaian Putri Li telah di usik oleh selir kaisar Zheng (selir Luo Qian) yang merasa iri akan menantu dambaan hatinya yang mendapat perhatian lebih dari kaisar dari pada dirinya yang di jauhi kaisar
"hahah terima hadiah ku saat festival nanti Yan Daiwe (nama kaisar), siapa suruh kau lebih menyayangi mereka dari pada aku" geram selir Luo Qian diiringi tawa munafiknya
"aku lelah ibu, apakah sudah tidak apa apa kami kembali sekarang aku ingin beristirahat" tanya putri Li yang tak ingin lama lama di kerajaan dan juga sudah tidak sabar untuk belajar obat dan racun dari Mey
"haiss baiklah kembalilah namun jangan lupa untuk mengenakannya!"
"baik ibu, kami pamit"
...----------------...
*di kereta dalam perjalanan kembali ke kediaman pangeran*
"kenapa kau menjawabnya dengan demikian?" tanya Rong Ziyan memecah keheningan karena putri Li lebih memilih melihat keluar kereta dari pada berbicara dengan suaminya
"hah? apa maksudmu yang mulia?" tanya putri Li yang tak paham kemana jalan pertanyaan Rong Ziyan
"kenapa kau menyela tidak bisa mengandung? apakah kau tidak pernah berniat akan mengandung keturunan ku?" tanya pangeran lagi dengan nada tinggi
"seperti yang anda ketahui yang mulia, pernikahan kita hanya sebuah kesalahan dan juga...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
(ノ≧∇≦)ノ ミ
*dan juga apa hayoo?
heheh ntar ada lanjutannya kok sebagai tanda maaf aku karena jarang up
heheh
__ADS_1
papay*...