PERMAISURI TIGA BENUA

PERMAISURI TIGA BENUA
ingin memiliki


__ADS_3

happy reading


(づ。◕‿‿◕。)づ


Yo minna


heheheh...


lanjut Yee


......................


*di kereta dalam perjalanan kembali ke kediaman pangeran*


"kenapa kau menjawabnya dengan demikian?" tanya Rong Ziyan memecah keheningan karena putri Li lebih memilih melihat keluar kereta dari pada berbicara dengan suaminya


"hah? apa maksudmu yang mulia?" tanya putri Li yang tak paham kemana jalan pertanyaan Rong Ziyan


"kenapa kau menyela tidak bisa mengandung? apakah kau tidak pernah berniat akan mengandung keturunan ku?" tanya pangeran lagi dengan nada tinggi


"seperti yang anda ketahui yang mulia, pernikahan kita hanya sebuah kesalahan dan juga yang melaksanakan ritualnya bukan anda yang mulia tapi kasim Cheng" ujar putri Li dengan nada pengingat dan penuh penekanan


(btw yg tulisan tebal itu kata kata yang ditekan ya.


mana tau ada para readers yang bacanya kayak puisi atau pantun,heheh)


kesal, marah, kecewa dan rasa ingin memiliki yang kuat campur aduk pada diri Rong Ziyan saat ini. ia tahu bahwa ia menolak mentah mentak pernikahan ini, setelah menikah bahnkan ia memperlakukan putri Li dengan buruk, bahkan ia tidak tahu kapan rasa yang tak dapat diartikan ini menjalar pada dirinya dan mengikatnya bak akar akar tangguh pada pohon besar.


"mampus lu, sekarang cinta kan? makanya berlian jangan disia-siain salah sendiri juga lebih milih kerikil" author


heheh😭🖐🏻


"Li sepertinya kau terlalu banyak menghabiskan waktu diluar akhir akhir ini"

__ADS_1


"huff terserah anda ingin berkata apa yang mulia" jawab putri Li yang malas meladeni Rong Ziyan


"apakah kau tidak mencintaiku lagi? apakah kau mendapatkan pria yang lebih baik lagi dari padaku hmm?" tanya Rong Ziyan dengan nada geram dan amarah yang sudah tak bisa ditahan karena pikirannya kini melayang memikirkan hal yang tidak tidak.


belum sempat putri Li menjawab pertanyaan Rong Ziyan kereta kuda yang membawa mereka telah berhenti dan ucapan dari kusir membuat putri Li lebih memilih beranjak dari pada meladeni Rong Ziyan


"BU XIAO LI" hardik Rong Ziyan dan menarik kasar putri Li agar tidak keluar dahulu dari kereta


"yang mulia apa yang kau lakukan? lepaskan!" putri Li yang merasa ada yang salah dengan perilaku Rong Ziyan berusaha melepaskan diri dari cengkeraman tangan Rong Ziyan


"jawab pertanyaan ku!" pinta Rong Ziyan dengan nada memelas.


dengan jengah putri Li buka suara...


"bayi saja bahkan bisa merasa bosan akan susu, seperti itu juga hamba yang mulia. dahulu mungkin namun sekarang sepertinya sudah menghilang" ujar putri Li memalingkan wajahnya


"jadi maksud mu bahwa sekarang dapat dikatakan kau tidak mencintaiku lagi?"


"yah, dapat dikatakan demikian" jawab putri Li dengan enteng


lain halnya dengan keadaan diluar yang kini tengah menunggu kedua insan keluar dari kereta, namun keduanya tak kunjung keluar membuat orang orang yang menanti di depan kediaman merasa was was.


*sedangkan yang terjadi didalam*


cengkraman Rong Ziyan makin mengencang saat mendengar jawaban putri Li


"apakah anda pikir hamba bodoh yang mulia, hamba bukanlah wanita yang bodoh dengan sabarnya mengunggu seseorang mengulurkan tangannya padaku"


"KAU..."


"hmpp"


(hayo loohh. apa yang terjadi nih, buat yang pro mungkin dah paham apa Yee🤣)

__ADS_1


di luar dugaan putri Li, Rong Ziyan bahkan berani mengecup bibirnya dengan paksa. marah? tentu saja


tak kalah seseorang yang selama ini bersembunyi di atas pohon, tak dapat memendam amarahnya akan kelancangan Rong Ziyan. dengan kesal ia lebih memilih menyelinap langsung ke istana angin milik putri Li dari pada melihat keadaan yang membuatnya seperti gunung meletus itu.


PLAKK


tamparan keras itu bahkan dapat didengar orang orang yang menunggu di depan pintu masuk kediaman. yahh siapa lagi yang melayangkan tamparan tersebut kalau hikan putri Li


flash back


karena sangking kuatnya Rong Ziyan mengecup bibir putri Li sampai sampai membuat bibir putri Li sedikit terluka yang membuat putri Li menggigit bibir Rong Ziyan sehingga membuat Rong Ziyan melepaskan kecupannya.


dan karena sangking murkanya akan sikap lancang Rong Ziyan putri Li pun melayangkan tamparan pada wajah tampan Rong Ziyan yang membuat Rong Ziyan membeku di tempat.


"ANDA INGAT INI YANG MULIA. PERNIKAHAN KITA SEBUAH KESALAHAN OLEH KARENA ITU JANGAN PERNAH BERTINDAK DI LUAR BATAS PADAKU KECUALI PADA BERLIAN KESAYANGAN MU" cerca putri Li murka dan keluar dari kereta dengan bibir bawah yang masih berdarah


bagi orang orang yang telah menunggu diluar langsung paham akan apa yang terjadi pada kedua tuan mereka. namun ada pula dari mereka yang berpikir terlalu berlebihan dan ada pula yang merasa bahagia dengan menarik kesimpulan bahwa hubungan kedua tuan mereka telah berubah dan nanti mungkin segera mereka akan mendapatkan tuan muda mereka.


"simpan pemikiran lancang kalian" ucap putri Li dengan tatapan membunuh dan segera dihampiri oleh Mey


"nona ada apa? apa anda tadi terluka?" tanya Mey dengan mata berkaca-kaca


"aku baik" jawab putri Li singkat


"dan kalian hmpp sama saja dengan baj*Ng*n itu" tambah putri Li dan kemudian meninggalkan pintu masuk


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


(ノ≧∇≦)ノ ミ


haiss sudahlah sampai disini aja dulu


maaf kalau banyak typo **nya

__ADS_1


papay**...


__ADS_2