
happy reading
(づ。◕‿‿◕。)づ
no basa basi
langsung aj ke cerita
*flashback
Rong Ziyan yang mengharapkan hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu harapannya pupus sudah saat melihat selir Jiu memakai pakaian yang diberikan oleh ibunya kepada permaisurinya.
dengan kesal dan jengkel ia menghampiri selir Jiu dan bertanya dengan nada mengintimidasi
"kenapa kau memakainya??"
"ahh yang mulia,it-ituu. yang mulia permaisuri mengatakan kalau ia tidak cocok memakainya sehingga memberikan baju ini kepada hamba" dalih selir Jiu
"ohh benarkah?" tanya Rong Ziyan tidak percaya
"benar yang mulia" potong putri Li tiba tiba
"Li? kenapa?" tanya Rong Ziyan dengan tatapan tajam
"hamba hanya merasa tidak cocok memakainya dan juga ini dibuat untuk pasangan, bukankah lebih baik yang mulia dan selir Jiu yang mengenakannya?"
setelah berbicara putri Li beranjak pergi dengan kereta kudanya ke istana kekaisaran Zheng.
mau tidak mau Rong Ziyan juga beranjak pergi ke istana kekaisaran Zheng dengan selir Jiu. karena yang tadinya ia berharap akan satu kereta dengan putri Li namun putri Li meninggalkannya begitu saja.
*back to storyline*
"Li? ada apa ini? apa dia memaksamu memberikan baju yang ibu berikan?" tanya ibu suri ketika putri Li telah duduk disampingnya.
"tidak ibu,hanya saja pakaiannya kurang cocok untukku. bukankah menurut mu baju ini lebih cocok dengan ku?"
dapat dilihat dari sisi manapun putri Li memang sangat cocok dengan baju hijau yang sederhana namun elegan ini, apalagi rambut hitam panjangnya yang terurai dan dihiasi dengan sedikit hiasan rambut membuatnya menjadi bak Dewi.
"memang seluruh pakaian cocok dengan mu Li,namun kenapa pakaiannya bisa sama dengan kaisar muda Qi?"
__ADS_1
"mungkin kebetulan ibu, sepertinya dewa pelindung sangat menghargai ku hari ini" tambah putri Li sembari melempar pandang pada selir Luo Qian
/deg
'apa ini? apa dia menyadarinya?' tanya selir Luo Qian pada dirinya sendiri
nb: untuk lebih singkatnya aku kasih aja nama selir Luo Qian sama panggilan selir luqi ngak papa kan?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah berbagai tamu telah datang dan juga acara pembukaan sudah berlangsung. tibalah acara perlombaan untuk para putri dan pangeran di kekaisaran.
mulai dari lomba melukis, menyulam, berpuisi,bermain alat musik serta sampai menari di tampilkan.
putri Li yang menyadari akan adanya pertunjukan yang menarik nantinya berusaha membuat api antara dirinya dan selir Jiu sehingga dapat melihat mana yang sekutu mana yang lawan.
"hormat kaisar. hamba mendengar berita bahwasanya menantu kaisar mahir dalam berbagai hal"
"ahh benar juga,hampir saja terlupakan."
"Li sekarang giliran mu" tambah kaisar Zheng
"baiklah. apa yang ingan kamu mainkan?"
"Li ingin memainkan yangkin* ayah kaisar"
*Yangqin (扬琴)- Alat musik ini memiliki banyak senar, cara memainkannya dengan memukul dengan stik bambu sebagai pemukulnya.
"baiklah" tak lama kemudian yangqin telah berada di tengah-tengah bagian depan aula.
namun sebelum putri Li beranjak menghampiri yangqin ada salah seorang dari para tamu tiba tiba berdiri
"mohon maaf sebelumnya yang mulia. bukankah bermain yangqin sebaiknya ditemani dengan tarian?" ungkapnya
"benar benar"
"ya akan tampak lebih hidup"
"benar. kenapa tak terpikirkan oleh ku dari tadi"
__ADS_1
dan banyak sahutan lainnya
"hmm benar juga. bagaimana kalau kita minta pada selir pangeran untuk menari?" tambah tamu tersebut
selir Jiu yang tidak pikir panjang dan hanya mengharapkan pujian dan ketenaran langsung mengiyakan ucapan tamu tersebut dan beranjak ke tengah tengah aula.
lain halnya dengan Feng Qi yang merasa ada sesuatu yang direncanakan oleh pujaan hatinya. ia hanya bisa tertawa geli akan apa yang akan terjadi nantinya.
"mari permaisuri kita tampil bersama" ajak selir Jiu
"baiklah"
senyum kemenangan tampak dari wajah tamu tadi yang tidak lain adalah Mey yang sedang menyamar sebagaimana perintah nona nya. ia juga tak habis pikir nonanya memiliki ide yang cerdik dan licik ini.
'bermain bersih' gumam Mey kemudian dan meninggalkan tempatnya duduk kini dan beralih ke belakang tempat duduk nonanya.
'setelah ini semua orang akan terpikat padaku. apalagi yang mulai ia pasti akan tergila gila' pikir selir Jiu dengan congkakny
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di awal permainan masih terlihat baik baik saja, namun di pertengahan tampak pakaian yang dikenakan oleh selir Jiu mulai robek dengan sendirinya namun masih belum di perhatikan oleh para tamu.
bagaimanapun bagusnya tarian selir Jiu tak akan menag dari daya tarik putri Li saat bermain alat musik. hal ini membuat Rong Ziyan mengingat masa lalu.
dimana kali pertama ia bertemu dengan seorang gadis kecil yang sedang bermain seruling di tepi sungai. ia benar benar terpesona akan wajah serta permainan gadis tersebut.
namun belum sempat ia menanyakan nama gadis tersebut ia telah pergi berlari menjauhinya seperti melihat seorang penjahat.
lamunan Rong Ziyan buyar saat terdengar teriakan dari selir Jiu-
...****************...
oke sampai disitu aj dl
makasih udah sabar menunggu dan menyempatkan diri untuk membaca karya ku
papay
(ノ≧∇≦)ノ ミ
__ADS_1