
silyana pun menyambut tangan mamah dan memberi salam , senyum mamah pun merekah liat gw bawa seorang wanita cantik dan imut, dan gw pun bangga kenalin dy ke nyokap
mamah pun langsung memeluk silyana
" tolong jaga anak mamah " bisik mamah ke silyana , silyana pun mengangguk dan tersenyum
" iya tante " ucap silyana , dan mamah ramdan pun menggandeng silyana sampai ke ruangan VIP tempat andine adik ramdan di rawat
" sayang coba tebak mamah bawa siapa? " ucap mama ramdan yg masih menggenggam tangan silyana
" loh mah itu siapa? " ucap andine yg keheranan dan ramdan pun muncul di belakang pintu
" A... abang ram? " ucap andine yg begitu senang dan ramdan pun mendekati andine yg tengah tersenyum menyambut kedatangan abangnya yg hampir 3 tahun tdk pulang dan memeluk abangnya
" abang andine kangen " andine pun meneteskan air mata bahagianya ketika memeluk ramdan
silyana dan mamah ramdan pun tersenyum melihat hal itu
" ramdan sangat dekat dengan andine, karna dulu mamah dan ayah selalu sibuk dengan kegiatan kami, jadi ramdan selalu mencoba yg terbaik menjaga andine saat dy tengah sendirian, jadi wajar kalo andine sangat ingin melihat ramdan " ucap mamah ramdan yg sambil meneteskan air mata ,,
__ADS_1
silyana pun tak henti memerhatikan ramdan yg tengah asyik melepas kerinduannya dengan sang adik, yang sekali2 membuat silyana iri, karna dy tak pernah merasakan kehangatan seorang kaka dan juga orang tuanya, secara dia anak tunggal dan selalu di biarkan orang tuanya sendirian,
" loh kok nangis nak, ayo duduk sayang " ucap mamah ramdan pada silyana
silyana pun akhirnya mendaratkan pantatnya di atas sofa
" aku iri tante, karna aku g pernah merasakankan sosok kakan dan juga orang tuaku sehangat keluarga kalian " ucap silyana tanpa sadar membuat mamahramdan pun menoleh ke arah silyana yg tengah menghapus pipinya yg sedikit berlinang oleh salah satu tangannya
" silyana, keluarga kami pun tak sesempurna itu " mamah ranfan pun menyisipkan rambut silyana yg sedikit berantakan " karna sosok ramdan pergi, ketika ia kembali baru kehangat itu muncul sayang " dan mamah ramdan pun memeluk silyana seketika di tempat duduk sampingnya
Sekarang giliran ramdan memerhatikan silyana yg tengah asik aaling memeluk seperti teletubies aja
" ia, dy orangnya supel dan baik, nanti kamu pasti bisa akrab dgnya "
" o..ya bang? "
" iya , kamu jangan ceroboh lagi ya kalo ngendarain motor "
" iya bang, oia bang , abang ketemu ayah gk tadi? "
__ADS_1
" iya, pas mau ke rmh sakit dan katanya mau nyusul kesini"
" boga aja abang berubah seraatus persen ya " andine pun tak kalah juga dari ibunya yg memeluk silyana... andine pun memeluk abangnya yg tengah tersenyum
" abang akan mencobanya "
" gitu dong " andine pun melepas pelukan sang abangnya
kita pun verkumpul dan tak lupa ramdan pun membuka makanan yg tengah ia bawa dari rumah nya dan kami semua bercakap ria di ruangan itu sampai sampai kami lupa waktu dan menceritakan kedekatan antara ramdan dan silyana meski ramdan sedikit berbohong tentang mereka yg sebenernya hanya pacaran boongan , padahal kalo beneran pun silyana g keberatan sama sekali , tapi di sisi lain pun silyana bahagia melihat ramdan bisa ketemu sama keluarganya
Meskipun silyana keheranan, apa yg tengah terjadi dengan ramdan sampai ia pergi dari keluarganya yg saat ini silyana lihat yg hangat dan harmonis ini
Tiba-Tiba pintu kamar andine pun ada yang membukanya dan kami yg tengah berbincang pun terhenti dan berpusat pandangan kami ke arah pintu
***
ibu ramdan dan ramdan waktu ia kecil
__ADS_1