
mengamuk nya ayah, bikin aku melarikan diri dan kabur lagi namun tanpa sadar aku berjalan dengan keadaan babak belur dan semua melihat ke arah ku,
ayah apa segitu menjijikannya anakmu ini kau pukuli? sampai - sampai tidak memikirkan pendapatku dan menjelaskan semuanya?
gumam ku dan terus menggerutu dari semua pertanyaan yg ku simpan dalam hati
Sesampainya di terminal bus... via Jakarta - Garut ku menaiki itu tanpa berpikir panjang
tak ada sedikit pikiran ramdan memilirkan silyana yg ia tunggalkan dirumahnya di jakarta
***
Kosan
Tepat sehari sesudah kejadian perkelahian antara anak dan ayah membuat silyana kebingungan dan pulang tanpa membawa ramdan ke bandung
berjam-jam di perjalanan Jakarta - Bandung, dy sendirian mengendarain mobil itu tanpa bergantian seperti waktu ia pergi...
" kenapa ramdan ninggalin gw gitu aja " ucapan demi ucapan dy lontarkan sendiri di dalam mobil bahkan sesekali dia marah dan berteriak sendiri di mobil
Tiba di kosan silyana langsung mendatangi kamar ramdan namun terlihat kosong dan tiada satupun tanda-tanda akan kemunculan ramdan
Tok tok toook
__ADS_1
ketukan pintu yg berasal dr pintu rini, membuat rini kaget dan langsung mendatangi sumber suara itu
Diliat silyana yg tengah bersedih dan meneteskan air matanya dan memeluk rini seketika
" km kenapa sil? " ucap rini yg keheranan akan tingkah laku silyana
" ramdan ninggalin gw, dy g tau kemana " ucap silyana
"udah sini duduk dulu, kamu jelasin semuanya ada apa? jgn bikin aku penasaran?"
Karna rini udah tau situasinya bakal kaya gini dy udah nyiapin hati buat ngejelasin semuanya tentang ramdan ... namun ..
Drrrrt Drrrrt
" Ya Riz ada apa? " ucap rini dibalik ponselnya
"udah , gmna kamu bisa tau silyana abis pulang dr suatu tempat? "
" tadi malem ramdan nelpon gw buat jelasin apa yg terjadi padanya, gw nanti ke kosan ya buat mastiin silyana , sekalian nich nungguin ikbal jemput gw "
"ya udah aku tunggu " rini pun langsung mengakhiri telpnya dan pergi ke dapur untuk menyiapkan teh hangat untuknya
" siapa rin tadi yg nelp? "
__ADS_1
" rizky sil, dy nanyain km, soalnya ramdan nelp ma rizky " rinipun berjalan mendekati silyana dengan membawa teh manis dan mendudukan dirinya dihadapan silyana
" kenapa gw telp g diangkat ya ? "
" ya mgkin dy masih ngerasa bersalah m km sil,"
"sebenarnya ramdan kenapa sich rin? dy tuh sebentar dingin sebentar baik sebentar hangat m gw? apa dy nganggep gw cm cewe yg bs dia manfaatin doang gt? "
" dy bersikap kaya gt karna ada alasannya sil"
" apa lo tau alasannya apa? " ucap silyana yg penasaran dan menunggu ucapannya rini
" ya, tp gw g bs cerita " ucap rini yg masih g tau harus bahas apa malah ramdan lebih lanjut, karna takut salah bicara
" baiknya km nanti tanya langsung ma orangnya sil "
" lo tau gk rin, gmna rasanya gw ditinggalin gt aja drmh orang tuanya ramdan? gw salting gw g tau harus ngapain, knpa dy perlakuin gw kaya gini " silyana g bisa menahan amarah dan tangisannya yg terbendung meski tadi sempat terhenti
mail pun ke atas menyusul kamar rini yang sedari tadi ada tangisan yg ia dengar di atas ..
" ada apa sich mba? " mail nyelonong masuk dan menanyakan keadaan silyana yg menangis
" ramdan ada telp gk ma kamu ? " ucap rini
__ADS_1
" ibu yg nanyain mba, katanya pas pulang kmren bapa sama mas ramdan bertengkar lagi " ucap mail
Rini hanya memegang kepala yg sedari tadi aga pusing, yang tak lain yg buat pusing tuh tingkah ramdan yg sembarangan bawa cewe ke rmh orang tuanya dan terlebih parahnya lagi dy biarin silyana begitu aja di jakarta