Pernah Muda

Pernah Muda
Pertengkaran


__ADS_3

kita pun berkumpul dan tak lupa ramdan pun membuka makanan yg tengah ia bawa dari rumah nya dan kami semua bercakap ria di ruangan itu sampai sampai kami lupa waktu dan menceritakan kedekatan antara ramdan dan silyana meski ramdan sedikit berbohong tentang mereka yg sebenernya hanya pacaran boongan , padahal kalo beneran pun silyana g keberatan sama sekali , tapi di sisi lain pun silyana bahagia melihat ramdan bisa ketemu sama keluarganya


Meskipun silyana keheranan, apa yg tengah terjadi dengan ramdan sampai ia pergi dari keluarganya yg saat ini silyana lihat yg hangat dan harmonis ini


Tiba-Tiba pintu kamar andine pun ada yang membukanya dan kami yg tengah berbincang pun terhenti dan berpusat pandangan kami ke arah pintu


" assalamualaikum, waktunya di periksa ya bu " ucap suster di susul ayah ramdan di belakang


* iya sus silahkan " ucap mamah ramdan yg tengah duduk namun berdiri ketika ayah mendekat


" ayah kenapa kesini? kan cape abia pulang dinas " lanjut mamah


" gpp mah, ayah pengen liat kondisi andine, gimana sus? " ucap ayah


" alhmdllh pak, semuanya udah bagus.. tinggal luka yg di kaki mungkin tunggu dokter yg tangani ini pak, baru bisa dibicarakan lebih lanjut apakah mba andine bisa pulang apa tidaknya " ucap suster itu


" oh ia sus. makasi ya " ucap ramdan


" ia , mari " suster pun berlalu dari sana,


andine harus menjalani pen di kakinya karna kakinya patah akibat kecelakaan yg dialaminya butuh beberapa bulan untuk sembuh dari itu, andine masih sekolah kelas XI SMA ,

__ADS_1


***


beberapa jam di rumah sakit ramdan dan silyana pergi keluar untuk membeli sesuatu seperti cemilan


" ram, kok nyokap sama bokap kaya nya seneng ya liat lo punya pacar? " silyana tersenyum mereka ke arah ramdan


" ya iya lah,, karna mereka berfikir gw udah bisa move on "


" hehe emang lo sebelumnya patah hati ya ditinggalin cewe ? makanya lo tuh kudu baik ma cewe biar g ditinggalin " ucap silyana sambil lirik ramdan


" gw udah baik m dy... tapi tuhan udah berkehendak lain sil " ramdan pun melirik silyana dengan mata berkaca2 namun masih bisa ditahan


" lo pikir apa? " ramdan pun terhenti di tukang baso pinggiran jalan " gw pengen makan ini, lo mau mau? " lanjut ramdan


" boleh, gw g pake sayur ya.. " silyana tersenyum dan mencoba mengalihkan pembicaraannya agar ramdan tidak teringat lagi akan hal itu ...


***


Di Rumah sakit


Ayahnya ramdan tengah membicarakan ramdan yg membawa wanita saat pulang sudah membuat ayahnya senang

__ADS_1


" moga aja ya mah, ramdan bisa lupain rania dan bisa menjelani dengan normal nantinya " ucap ayahnya


" iya, mamah jg seneng yah, moga aja dalam lima bulan ini dy bisa ngelupain semua yg ayah perbuat sama ramdan dan kita bisa kumpul lagi seperti dulu "


" yah, mah abang juga butuh waktu buat bisa menata perasaannya, mau bagaimanapun juga ayah harus nerima abang dong yah, gimanapun kondisi abang walau bagaimanapun juga " ucap andine


" ndin udah sayang " mamah mencoba andine untuk tetap diam supaya ayahnya tidak kepancing emosi


" siapa yg mau yah , abang kaya gitu? ayah mustinya nerima abang apa adanya dong mah, jangan nyiksa abang kaya gitu " andine memancing kemarahan ayahnya


" andine udah "


" tapi mah, abang tetep abang aku , anak ayah dan mamah juga "


" tp ayah g mau dy kaya dulu , ayah bakal lakuin apapun agar dy sembuh " ayah mencoba tenang dengan ucapan andine


" itu bukan penyakit ayah " ucap andine dg nada tinggi .


" Andine udah cukup " mamah pun mencoba mendiamkan andine takut ada keributan di rmh sakit


***

__ADS_1


__ADS_2