Pernah Muda

Pernah Muda
Garut - Bandung


__ADS_3

Tak butuh lama, ramdan dikacaukan dengan kehadiran silyana di sampingnya... namun dy masih sering kali teringat rania,


Pada akhirnya silyana yg ditinggalkannya di jakarta tanpa penjelasan apapun dr ramdan, silyana masih tidak percaya akan pernyataan ke 3 sahabat ramdannya itu


Rizky , ikbal dan rini tengah menatap silyana yg kebingungan dan sedikit g percaya akan hal itu,,


" maksud lo apa sich ky? lo jgn bercanda" ucapan silyana senyum tak menyangka temennya sendiri bilang kalo ramdan gay itu g mungkin


" yg diucapan rizky bener sil, mas ramdan gay " ucapan rini buat silyana langsung menangis seketika


" g mungkin, itu g mungkin , kalian tuh ya masa ia dy bertingkah selayaknya lelaki normal tp kalian bilang seperti itu? temen macam apa kalian ini "

__ADS_1


" lo tuh g terima dy gay ato apa sil? udah jelas yg diucapkan rizky sama rini tuh bener, tapi sikap lo kaya gt, lo g suka orang yg lo cintai itu gay? " ucapan ikbal begitu menekan silyana


" gw g habis pikir , kenapa ramdan selalu memasang g peduli ma gw ternyata dy gy gt!!" ucap silyana


" trua lo kecewa? jijik ma dy , Hah? " ikbal makin meninggi ucapannya


" bal udah bal " rizky coba nenangin ikbal " kalo lo g serius ma ramdan, dan nyebarin keadaan dy, mending lo mundur aja dr hadapannya, gw hanya ingin temen gw bisa hidup tenang dengan lo disisinya bisa nerima dy apa adanya gw pun ikut senang, tp kalo lo g bs terima keadaan dy, mending lo g usah deketin dy lagi " lanjut ikbal


" perlu lo tau, perjuangan ramdan disini untuk mengubah dirinya tidaklah gampang sil, dy diusir dr keluarga cuma gara2 dy tidak normal, apa pantas dia terima dg keadaan itu tanpa suport dari keluarganya? gw harap lo bisa nerima dy dg kekurangannya kalo lo beneran sayang ma dy " ucap rizky dy pun keluar dr kamar rini dan melangkah ke bawah termasuk juga ikbal yg mengikutinya dr belakang


" aku harap km bisa nerima dy ya sil. walau bagaimanapun kondisi ramdan saat ini jauh lebih baik dari dulu, " ucap rini sambil mengusap bahu silyana

__ADS_1


" t-tp gw g tau dy dimana rin, gw kangen sama dy . gw harap setelah dy pergi. dy g kabur lagi kaya kemaren " silyana tetap dlm keadaan menangis di hadapan rini , rini pun tak kuasa melihat silyana yg seperti itu dan memeluk silyana


" ramdan pasti kembali kok sil "


***


Hari demi hari berlalu ramdan pergi hampir seminggu dr kejadian itu dan dy memutuskan untuk pulang ke Bandung, dalam perjalanan menuju Bandung , ramdan tak henti memikirkan silyana .. namun entah kenapa masih enggan meninggalkan pemakaman rania, wanita yg ingin dia nikahi dulu


" aku pulang dulu ya rania, nanti bila waktunya tiba. aku akan bawa dia dihadapan mu, kan ku perkenalkan pasanganku padamu ya , semoga kamu tenang disana rania " setelah ucapan itu , ramdan pun beranjak pergi dan meninggalkan kota garut


berjarak garut ke bandung hampir 4 jam lamanya jika menaikin kendaraan umum, meski hal itu ia putuskan untuk pulang namun entah yg ada di fikiran ramdan membuat dirinya sedikit cemas

__ADS_1


***


__ADS_2