
silyana melirik penjaga warung itu yg ramdan memakai topi dan tertunduk ke bawah , membuat silyana keheranan dan tidak jelas dg sosok itu
" oh penjaga lain ya, mie kuah pake cabe nya 5 aja ya mas, telornya setengah mateng " ramdan tanpa menoleh keberadaan silyana, dy pun langsung memasakan pesanan mi nya..
" biar ibu aja yg ngerjain nya nak " ucap ibu pemilik warung itu yg ingin menggapai panci yg ramdan bawa
" gpp bu " ramdan pun tersenyum dengan manisnya
10menit berlalu dan makanan yg dipesan silyana udah jadi tinggal hidangkan dibdepan orangnya
Ramdan masih menatap lekat ke bawah dan tanpa menoleh silyana karna takut ketauan tp setelah di liat silyana , percuma ramdan menoleh ke bawah toh silyana tengah asyiknya memainkan ponselnya
di depan warung itu terletak satu meja dan dua kursi yg berbentik persegi panjang... bisa muat juga untuk enam orang jika saling brhadapan
" ini neng pesanannya " ramdan meletakan mangkuk yg berisi mi itu , silyana seketika mendengar suara yg g asing seperti suara yg ia kenal
silyana menoleh keberadaan suara itu...
__ADS_1
" ramdan? lo ngapain disini? " silyana kaget seketika ketika melihat ramdan yg tengah tersenyum sambil menyodorkan nampan yg berisi mie yg silyana pesen
" part time " singkat ramdan
silyana terus menatap ramdan yg tak percaya akan ramdan di hadapannya
" masa jauh - jauh ke surabaya mas ramdan " senyum silyana yg masih menatap ramdan tak percaya akan kehadirannya
bercakap selama 30 menit akhirnya silyana mengajak ramdan ke rmhnya
saat ramdan menapaki kakinya dan menatap lekat-lekat tempat yg ia datangi dengan pandangan yg melebar karna di sekitar rumah itu begitu besar namun tampak sepi
" gk , bokap nyokap disini jg... cuma mereka kerja , pulang malam "
" sampe kapan kamu bkal tinggal disini? gmna kuliahmu? "
" bukan urusan mu , knpa lo ninggalin gw waktu itu? " silyana akhirnya menangis di hadapan ramdan yg sedari tadi menahannya
__ADS_1
" rizky udah jelasin kan semuanya sama km, sil aku g yakin bisa berubah "
" kamu bisa berubah ram, trus ngapain lo kesni? "
" maafin aku sil udah ninggalin km di jakarta, keadaan itu buat aku g sadar dan langsung ninggalin keadaan " ramdan pun ikut meneteskan air matanya di hadapan silyana
" emang aku salah , siapa yg salah? aku gay ! emang mereka anggap itu salah anaknya ? "
silyana seketika memeluk ramdan dan mereka pun menangis bersama ,
ramdan begitu terpukul akan keadaannya yg mendadak tak di terima keluarganya itu..
apa salah gw harus nerima ini? bukan keinginan gw yg kaya gini yg gw mau , gumam ramdan
" lo g salah ram, gw minta maaf ma lo udah ninggalin bandung buat hindarin lo " silyana menepuk pelan punggung ramdan mencoba nenangin ramdan
ramdan pun menatap lekat silyana ,
__ADS_1
" aku yg harus minta maaf , maafin aku sil, aku kesini nyariin km dan berharap gw bisa berubah dan bener saja. aku selalu inget m kamu, aku ingin km bener2 bisa suka n cinta ma aku, aku bener2 suka sama km sil, maafin aku silyana " tak henti ramdan mengucapkan maaf pada silyana dan tanpa aba2 silyana menatap lekat ramdan dan mendekatkan wajahnya dan mencium ramdan dengan lembut dan ramdan pun merespon ciuman itu yang sebenarnya silyana akan melepasnya... namun ramdan menahan itu dan melanjutkan ciuman itu lama dan sedikit memanas
" aku juga cinta m kamu ramdan " ramdan pun tersenyum dengan begitu hangatnya kepada silyana