Pernah Muda

Pernah Muda
Kembalinya Ramdan


__ADS_3

" aku pulang dulu ya rania, nanti bila waktunya tiba. aku akan bawa dia dihadapan mu, kan ku perkenalkan pasanganku padamu ya , semoga kamu tenang disana rania " setelah ucapan itu , ramdan pun beranjak pergi dan meninggalkan kota garut


berjarak garut ke bandung hampir 4 jam lamanya jika menaikin kendaraan umum, meski hal itu ia putuskan untuk pulang namun entah yg ada di fikiran ramdan membuat dirinya sedikit cemas


Ternyata benar saja yg ia pikirkan jd kenyataan.. kecemasan itu membuat dirinya mengingatkan sosok wanita yg ia cemaskan tak kunjung terlihat dari depan gerbang itu


Ramdan mendekati gerbang itu dan terlihat rizky tengah ngobrol dg rini di depan rumah mail


" ram lo udah pulang? " ucap rizky yg melirik ramdan dan ia pun mendekati ramdan


" masih sakit lo sama hajaran bokap lo? "


lanjut rizky


" agak mendingan ky, hey rin " ucap ramdan dan ramdan pun menoleh ke rini yg trngah mendekati ramdan


" mas sehat? " rini seketika memeluk ramdan

__ADS_1


" aku baik2 aja kok rin, g usah khawatir..." ramdan pun mencoba melepaskan pelukan dr rini


rizky hanya melirik rini dg tatapan tak karuan


" rin napa sich dr dulu nyebutnya mas mulu, bukannya lo seumuran " ucap rizky


" udah dr dlu x riz , rini emang kebiasaan pas di jakarta , karna nyokapnya ingin gw jd kakanya " senyum ramdan pun menghiasi tatapan rizky yg meyakini kalo ramdan emang dr dlu deket ma rini ,


rini hanya membalas dengan senyuman


" dmna silyana? kok tumben mobilnya gda? "


" gw g tau silyana dimana ram, kata rini semenjak kita nyeritain keadaan lo, silyana g pulamg ke kosan," ucap rizky


" serius? " rini dan rizky mengangguk cepat


" apa dy jijik ma gw?" ramdan pun menoleh sahabat nya itu secara bergantian

__ADS_1


" dy cuma butuh waktu mas.. udah masuk dulu ya, kamu mending istrahat dlu mas, pasti cape " ucap rini dan ramdan pun berjalan mengintai anak tangga satu persatu dan meliriknya ke arah kamar yg didiemin silyana namun lampunya masih terang di depan kmrnya itu....


" mana ikbal ky? " ucap ramdan yang trnyata rizky pun mengikuti ramdan dr belakang


" dy g nginep disini ram, gw ma mail main game semalam suntuk hihi " ucap rizky yg tersenyum sambil menepuk bahu ramdan


" kok lo bisa dihajar lg sich ma bikap lo ram? padahal dulu kan lo udah diterima ma bokap lo ram? "


" tau lah ky, gw juga bingung !! justru itu gw enggan pulang waktu bokap nanyain nikah waktu ma rania, "


"jangan-jangan lo g bilang m keluarga lo kalo rania bunuh diri ? " ucap rizky yg menatap tajam ke arah ramdan dan ramdan pun mengangguk - angguk berulang kali dan tidak bisa di pungkiri


Semenjak keluarganya ramdan tau , kalo ramdan ingin serius ma rania dy ingin menggelar pesta di sana untuk menyambut kehadiran mantunya... namun apalah taktir yg g bisa di putar kembali waktu , kalo rania udah g ada disini lagi


Begitu pula ramdan yg masih kesedihannya menyelimuti diri sendiri g bisa menceritakan hal yg besar itu pada keluarganya , mungkin dengan berganti cepatnya wanita membuat keluarga ramdan selalu bertanya namun mereka tahan, karna ramdan g pernah menceritakan penderitaannya kepada keluarga nya, kecuali ibunya !!


Namun ibunya tak tau akan hal mengenai rania, meski ingin bertanya. mungkin ibunya tak enak karna ada silyana saat itu di sisi ramdan,

__ADS_1


***


__ADS_2