Pernah Muda

Pernah Muda
Pesan terakhir


__ADS_3

Ramdan menelpon rizky dan ikbal untuk menyusulnya ke garut, dan tanpa penolakan rizky pun langsung melajukan mobilnya bersama ikbal , karna dy heran suara ramdan seperti ada masalah dan kedua sahabatnya itu sangat khawatir dengan ramdan yg tak wajar itu


Tepat pukul 10 malam ramdan terdiam masih di pemakaman itu danbtadinya rizky ragu dengan keberadaan ramdan yg tengah dipemakaman malam2 begini


" apa yg lo lakuin ram disini? " rizkyemegang bahu ramdan tanpan ia sadari bahwa padung dihadapannya bertulisan Rania


" Astaga " kaget rizky da. ikbal membuat ikbal pun bungkam seketika


" Apa yg terjadi ram sama rania? " ucap rizky terlontar dan ikbal yg langsung memeluk ramdan saat itu


" kita bawa dulu ramdan ke dalam mobil ky " ramdan yg pasrah dan terdiam ketika ikbal merangkul dan membantu ramdan untuk bangkit dari pemakaman itu ,


" lo yg sabar ya ram, "

__ADS_1


ramdan masih terdiam namun tak menghalangi air matanya mengalir di pelupuk matanya


rizky langsung melajukan mobilnya dari pemakaman umum itu dan membawa ramdan untuk pulang tanpa menanyakan lagi kejadian tadi... karna takut terguncang hatinya


Seminggu kejadian itu, ramdan mabuk-mabukan dan merokok pun tak terelakan ia lakukan itu mengobati kesedihannya , rizky yang saat itu selalu menemani ramdan, takut2 ia melakukan hal yg konyol , sebulan kejadian itu akhirnya ramdan menceritakan apanyg terjadibpada rania dan tetangga yg saat itu berada di garut bilang kalo rania mendapatkan perlakuan kasar oleh kedua orang tuanya , ramdan tidak bisa menolong rania saat itu dan penyesalan yg mendalam ia rasakan saat rania meminta ingin bersama ke garut. namun ramdan menolaknya


" seandainya gw cegah dia kesana sendirian ki, itu g bakalan terjadi, kenapa gw harus lepasin dia sendirian ky " ramdan kembali meneteskan air matanya


" udah ram, ini udah takdir, lo jangan nyalahin diri lo sendiri, ini udah takdir rania harus seperti itu. lo kudu ikhlas ram, biar rania tenang disana " rizky memeluk ramdan saat itu dan rini yg lewat kamarnya ramdan hanya melihat kejadian itu dan rini tak bisa berbuat apa2 sama ramdan, meski dy pun teman dekatnya


***


ramdan terus menerus minum dan rini pun mendekati ramdan

__ADS_1


" mas udah donk mas," rini langsung merebut botol yg mau ramdan teguk


" kamu begitu, gkan buat rania hidup lagi mas, sudah cukup " ramdan pun menangis dan rini pun langsung memeluk ramdan,


" km hrus tetep hidup ram, gda gunanya km kaya gini ram , kalo gda lg yg peduli sama km. km boleh lakuin apapun mas, tp disini semua peduli ma kamu mas, termasuk aku... aku peduli sama kamu " lanjut rini


" aku mohon mas jgn lakuin itu lg ya? " rini meneput bahu ramdan agar tetap tenang dan tanpa sadar ia pun tidur di atas pelukan rini


***


Perjalanan ramdan masih panjang dan masih diberi kesempatan untuk tetap bisa memperbaiki dirinya untuk ke lebih baik lagi dan ramdan pun selalu ingat pesan trakhir dari rania " ramdan apapun yg terjadi pada diriku, kamu jangan salahkan dirimu, aku sayang kamu ramdan apapun dan bagaimana dirimu, aku akan selalu mencintaimu, kamu bisa percaya padaku kan? " , ya ramdan seharusnya g menyalahkan dirinya sendiri karna ini mungkin udah jalan rania mengakhiri hidupnya dan lebih tepatnya lg rania bukan jodoh untuk ramdan


***

__ADS_1


**Maaf ya manteman, karna anak saya sakit hari2 kemarin jadi g bisa update ... smoga maklum ya... biasa ibu rumah tangga ini kalo g disibukan sama anak pasti disibukan sama swminya hehehe..


jangan lupa komen, like n vote ya buat saya .. makasi**


__ADS_2