
makasi om " anggukan silyana pun tak ter elakan
" om seneng liat ramdan udah punya pacar lagi, rasanya om udah bisa bernafas lega " silyana makin tanda tanya ,
kenapa ya nyokap dan bokap nya ramdan hangat banget ma gw? , gw pengen punya keluarga seperti dia " gumam silyana dan melirik masing masing orang yg ada di meja makan itu
***
Keesokan harinya ramdan tengah melihat sekeliling komplek, di depan rumah nya dan melirik bunga yg dulu dia tanam masih ada dan tampak segar
tiba-tiba mamahnya menyusul ke arah ramdan yg sedari tadi merhatiin bunga itu
" lagi apa nih? " seketika ramdan kaget akan kehadiran sosok mamah di hadapan nya
" mamah, bikin kaget aja " ucap ramdan sambil mengeluskan dadanya
" beneran dy pacar kamu ram? apa bener kamu serius sama dy? "
" menurut mamah sendiri?" ucap ramdan balik nanya
__ADS_1
" tatapan mu kepada mamah berkata kalo kamu sedikit tersentuh olehnya namun masih inget rania kan? " ucap mamah sungguh membuat ramdan g bisa mengelak bahwa ucapan mamah tuh bener
" ada baiknya kamu ngomong ma mamah, mamah gkn marah sayang, karna kamu itu anak mamah yg mamah sayang, sampai kapanpun juga "
" sebenernya ,, emh ... mah apa mamahbg marah sama ramdan? "
" kenapa musti marah? "
" sebenernya ! "
"sebenernya apa? sayang? " ucap mamah makin penasaran
" ramdan ma silyana cuma temen biasa mah "
setelah mendengarkan ucapan itu ayah ramdan langsung keluar dan mendekati ramdan
Plaaaak
tamparan melayang di pipi ramdan begitu keras dan seketika ramdan pun terkejut
__ADS_1
" aaaayaaaaah hhhh " teriakan mamah ramdan membuat silyana yg di dalam kamar mendengarnya dan seketika silyana keluar rmh
" SAMPAI KAPAN KAMU MAU NORMAL HAAAH " teriakan ayah bikin kaget ramdan seketika
tamparan dan pukulan ramdan terima seketika dr ayahnya yg bikin silyana oun terkejut melihatnya
" AYAH DENGERIN DULU RAMDAN YAH " teriakan ramdan namun tak membuat ayahnya berhenti begitu saja memukul ramdan
" AYAAAAAAH HENTIKA AYAH " teriakan mamah mencegah ayahnya tak membuat ayahnya terhenti memukul ramdan yg memukul pundak hingga paha kaki tak terelakan dy pukul ramdan
silyana memeluk mamah ramdan yg menangis namun tak membuat berhenti pukulann yg ayah lontarkan untuk ramdan
"TERUS YAH TERUS ,,, PUKUL AKU ,, BIAR AYAH PUASSS ..... RAMDAN UDAH G KUAT SAMA AYAH YG SELALU MENJUNGJUNG TINGGI KEHORMATAN AYAH DAN AKU HANYA BUAT AIB BUAT AYAH.... " teriakan ramdan masih kuat dan masih bisa menahan pukulan ramdan
" SUDAH BERAPA KALI HAAAAAH ? DASAR ANAK SETAN GK TAU DI UNTUNG , G CUKUP HAH SAMA WANITA DISANA G BIKIN KAMU RUBAH HAAAAH? " rintikan ramdan tak dihiraukan ayahnya dan ramdan tersungkur begitu keras ke tanah dan pelipis mata pun tak sedikit mengeluarkan darah segar dan wajah pun habis babak belur oleh ayah nya
" AKU ANAK SETAN , AYAH IBLISNYAAAA " ayah ramdan ingin menyundulkan kakinya ke badan ramdan namun ramdan bisa menahannya dan bangkit dari sana
" Sudaaaah hentikan ayah hentikan dy anak kita ayah anak kita , walau bagaimana pun " suara mamah yg bercampur tangisan buat ayahnya sedikit mengalun pelan dan berhenti karna tanpa disadari orang2 komplek pun entah sejak kapan berkumpul di halaman rumah ramdan dan melihat pertunjukan ramdan dan ayah nya yg sedang berduel
__ADS_1
Ramdan pun bangkit dan pergi menjauhi kerubunan itu dan meninggalkan rumahnya dan silyana yg kaget dan ingin mengejar namun tak sempat ia kejar
" BUUUUUBAAAAAARRRR " teriakan ayah ramdan bikin warga terkejut dan membubarkan kumpulan itu