
setelah makan bersama berhasil ramdan lalui, orang tua silyana kadang mendekati ramdan sekedang ingin tau tentang ramdan yg menurut orang tua silyana sosok ramdan yg ramah dan sopan bahkan menurut ayahnya silyana, ramdan kebilang gentelman dan g neko- neko
silyana saat itu tengah mengambil sesuatu di kamarnya sedangkan ramdan dan orang tua silyana tengah duduk sambil nonton televisi
" om boleh tanya sesuatu sama nak ramdan? " ucap ayahnya silyana
" ya om mau tanya apa? "
" sebenarnya silyana ada masalah apa di bandung sampe pulang kesini ? "
tampak jelas di muka ramdan yg ragu ingin ngejelasin kpda ayah silyana itu , meskipun keliatan bingung namun tak membuatnya untuk berkata jujur sama ayahnya silyana
" sebenarnya silyana ada masalh sama saya om, maka dari itu saya ingin menyelesaikan masalah ini " ramdan tertunduk tak berani menatap om itu
" g masalah kok nak ramdan g jelasin masalah kalian, yg jelas tante juga seneng kalo nak ramdan kesini ingin berihktikat baik untuk menyelesaikan masalah kalian " ucap ibu silyana
" makasi tante, karna saya pun tak tenang kalo ada masalah g bisa di selesaikan , jujur saya dr awal sama silyana dibilang dekat iya, namun diantara hubungan kami tak bisa dibilang ada hubungan khusus, tapi kali ini saya menyadari, g ada silyana perasaan saya ada yg hilang " ramdan tampak aga malu untuk jelasin itu
" hehe namanya anak muda, bilang aja kalo suka " ibu silyana meledek dan terkekeh mendengar penjelasan ramdan
" hehe iya tante , maka dr itu saya beranikan datang kemari "
" om seneng, dan om harap nak ramdan bisa jaga silyana dg baik dsana ya " om itu pun menepuk pelan bahu ramdan yg tengah berada di samping orang tuanya silyana ,
tanpa di sadari ramdan dan orang tuanya silyana, silyana tampak tersenyum mendengar pengakuan ramdan dan membuat silyana begitu senang ..
" Tau g mah ,pah " suara itu membuat ketiga yg tengah duduk didepan televisi menoleh seketika di belakang dan melihat sosok wanita yg tersenyum
" kalo ramdan itu nyatain perasaannya sama silyana looh " silyana terang2an di hadapan kedua orang tuanya dan tersenyum bahagia
begitu pula ibu silyana tampak senang mendengarnya
__ADS_1
" papah g pernah larang kamu untuk berhubungan dengan siapapun, yg penting anak papah satu2nya ini bahagia atas pilihannya " ucap ayah silyana yg tersenyum pada silyana
" makasi pah " silyana seketika mendekap ayahnya yg tengah duduk itu
" saya janji om, akan serius dg anak om dan saya sebisa mungkin akan jaga silyana dg baik , makasi om " ramdan pun tersenyum
***
Keesokan harinya
ramdan dan silyana pamit pulang ke bandung kepada orang tua silyana ,
" pah mah , silyana pamit dulu ya "
" hati2 ya sayang , ramdan jaga anak tante ya "
" ia om tante g usab khawatir " ucap ramdan
" jaga dirimu baik2 ya sayang, kalo ada apa2 telpon papah ya "
mereka pun melaju dr surabaya menuju bandung dengan menaiki mobil silyana dan ramdan pun bertujuan ke garut dulu sebelum pulang ke bandung untuk mempertemukan hal yg ramdan sembunyikan dan memperkenalkan silyana kepada sinta pertamanya ramdan
Sekuat apapun cobaan yg ramdan alami, dy g pernah mengeluh akan hal itu, ramdan pun selalu bersyukur dengan apa yg ia punya, meski dy banyak kekurangan, semoga hubungan dengan silyana dapat menutupi kekurangan ramdan saat ini
***
Garut
Silyana tampak keheranan akan ramdan yg memberhentikan mobilnya di halaman TPU dan melirik kesekitarnya
" loh ram, kita mau ngapain disini ? "
__ADS_1
" nanti kamu akan tau, keluar yuk "
mereka pun keluar bersama dan ramdan oun berjalan mengintari pemakaman itu disusul silyana yg mengikuti dr belakang
ramdan terdiam dihadapan makan yg bernama Rania binti suryatno
" ini ? " silyana keheranan
" kenalin , ini cinta pertamaku sil, orang pertama yg ngerubah hidup ku "
silyana tampak terkejut, ternyata ini yg selalu buat ramdan tertutup akan kehadiran wanita di sampingnya
" dan kamu orang pertama yg aku bawa kesni sil " ramdan menggenggam tangan silyana dan menatap silyana dengan senyuman dan menatap lagi batu nisan yg ada di hadapannya
" aku selalu panjatkan doaku untukmu setiap saat, semoga kamu tenang disana ya ran, dan aku harap kamu tenang disana , aku kenalin ma kamu orang yg aku sukai saat ini, dy sangat mirip dengan mu ran, smoga kamu restui kami ya "
" walaupun sosokmu takkan tergantikan oleh siapapun, namun aku harap aku bisa jalanin hidup ini bersama silyana orang kedua yg luluhin hati aku " ucap ramdan lirik sekali-kali menetes air mata ramdan tanpa sadar
" kamu jangan khawatir ran, aku akan jagain ramdan buat kamu " ucap silyana
hampir 30menit ramdan dan silyana saling berucapn dihadapan pemakaman itu dan meninggalkan ucapan selaman jalan untuk rania yg udah tenang disana
" aku g masalah km msh sayang ma rania, " ucap silyana
" tapi kamu jg harus sayang juga ma aku , oke " lanjutnya
ramdan hanya tersenyum dihadapan silyana tanpa mengucapkan apapun dan mendekatkan wajahnya ke wajah silyana
seketika ramdan memulai kecupan sederhana pada silyana
\*\*\***TAMAT \*\*\*
__ADS_1
MAAF YA CERITA NYA KURANG MEMUASKAN UNTUK KALIAN , KARNA INI PEMULA BUAT SAYA , SMOGA KALIAN MEMAKLUMINYA
MAKASI YG UDAH SUKA SAMA CERITA KU YA** ,,