Perpect Love

Perpect Love
Eps 14. So Sweet


__ADS_3

"Astaga, Sorn! Kekasihmu ini sepertinya sangat mencintaimu. Aku juga ingin memiliki kekasih seperti ini," pekik Grace merasa iri terhadap keberuntungan Sorn dalam hubungan asmara.


Sorn tersenyum kikuk mendengarnya. "Emmm ya begitulah,"


Padahal dalam hatinya Sorn menjerit menahan malu. Entah kenapa meski Lew hanya sebagai kekasih bohongannya, ia justru merasa bahagia saat mendengar ucapan laki-laki itu tadi dan kini Grace ikut menambahkan.


`Oh tidak. Sadarlah, Sorn! Jangan sampai kau terbawa perasaan dengan kata-kata manis mereka berdua!` batin Sorn


"Ck--Ya ampun. Aku harus segera menemui Prince. Kita bicara lagi nanti, oke! Bye!" Grace berdecak pelan sembari melambaikan sekilas tangannya ke arah Sorn dan Lew. Sebelum akhirnya berjalan pergi tanpa menunggu balasan dari keduanya.


Spontan Sorn menghembuskan nafas leganya. "Huffft... Syukurlah dia sudah pergi,"


"Jangan terlalu tegang atau orang-orang akan menyadari bahwa kita sedang bersandiwara," celetuk Lew pelan agar hanya Sorn yang dapat mendengar.


"Kau menyadarinya tadi?" tanya Sorn tanpa menatap ke arah lawan bicara. Ia hanya fokus menatap ke depan.


"Iya," jawab Lew singkat.


"Bagaimana denganmu? Apa kau tidak tegang juga?" kini giliran Sorn bertanya. Kepalanya sedikit mendongak untuk melihat laki-laki itu.


Lew menggelengkan kepala. "Tidak sama sekali,"


"Benarkah?" Sorn tampak tidak percaya.


Bagaimana bisa laki-laki itu tidak merasa tegang sama sepertinya? Cukup membingungkan.


"Hmmm," laki-laki berdeham singkat, mengiyakan pertanyaan Sorn.


"Apa mungkin sedari dulu kau memang sudah ahli dalam bersandiwara, ya?" cetus Sorn menebak asal.


Lew menatapnya sekilas. Lalu mengangkat bahunya, pertanda bahwa dirinya tidak tahu soal itu. Apalagi ia tidak mengingatnya sama sekali.


"Ah sudahlah. Lebih baik kita pergi ke sana!" sambungnya menunjuk ke arah meja yang masih kosong.

__ADS_1


"Iya," balas Lew mengiyakan.


Kemudian mereka berdua segera pergi menuju meja yang tadi Sorn tunjuk. Tetapi sebelum itu, mereka sempat mengambil makanan dan minuman yang telah tersedia di sebuah meja khusus.


"Dekorasinya sangat elegan," gumam Sorn, usai mendudukkan diri di kursi. Kedua matanya berdecak kagum saat menelusuri dekorasi keseluruhan ruangan itu.


Dimana semuanya di dominasi warna putih dan abu-abu. Perpaduan warna yang sempurna. Dengan tambahan hiasan berupa bunga mawar putih dan beberapa hiasan lainnya. Benar-benar dekorasi yang elegan ala korea.


"Apa nanti kau akan bertunangan dengan dekorasi seperti ini juga?" tanya Lew tiba-tiba saat mendengar Sorn bergumam tadi.


Sorn menoleh ke arah laki-laki yang duduk tepat di sebelah kanannya itu. Lalu terkekeh pelan tanpa berucap apapun. Hal itu tentu membuat Lew kebingungan.


"Apa ada yang salah?" tanyanya lagi.


"Ya--Pertanyaanmu salah," jawab Sorn yang perlahan berhenti terkekeh.


Lew makin bingung. Dapat di lihat dahinya mengernyit. "Kenapa?"


"Kenapa tidak bisa? Bukankah pada akhirnya semua orang memiliki pasangan?"


"Standar para laki-laki sekarang terlalu tinggi dan aku masih berada di situasi yang sama. Dimana tidak memiliki kelebihan apapun, entah itu wajah ataupun materi. Apa menurutmu hidupku ini begitu menyedihkan?" Sorn tersenyum kecut meratapi nasibnya dalam hubungan asmara yang mungkin tidak seindah orang lain.


Lew langsung menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Para laki-laki mungkin memiliki selera terlalu tinggi tapi bukan berarti kau merasa insecure pada diri sendiri. Ada saatnya seseorang datang dan menerimamu apa adanya. Saat itu pula kau akan merasakan arti dari di ratukan oleh seseorang yang tepat,"


Sorn terdiam mendengar itu. Kata-kata Lew seakan memenuhi isi pikirannya sekarang. Benar. Seorang perempuan akan menjadi ratu di atas segala kekurangannya, asal bersama orang yang tepat. Mungkin tidak sekarang tapi itu pasti terjadi. Percayalah!


"Hmmm semoga saja," Sorn berdeham pelan.


"Eh tapi sekarang kau seperti pakar dalam cinta. Darimana kau belajar tentang semua ini? Sepertinya aku juga perlu belajar," sambungnya mengganti topik pembahasan. Nada bicaranya terdengar sedang bercanda, serta sedokit menggoda.


"Aku hanya menyampaikan pemikiranku," kilah Lew menolak akan menjadi pakar cinta.


"Kenapa rasanya aku tidak percaya, ya?" cetus Sorn masih menggoda. Lew pun hanya membalas dengan tatapan datar. Sontak hal itu membuat Sorn terkekeh.

__ADS_1


`Hhehe.. Lucu sekali!` batin Sorn


Tidak berselang lama usai pembicaraan mereka berakhir, terdengar pembawa acara yang sudah membuka acara pertunangan Naeun. Semua tamu menikmati berbagai macam rangkaian acara yang berlangsung secara bertahap. Hingga akhirnya tiba di puncak acara yang telah di nantikan. Dimana Naeun datang dengan begitu cantik dalam balutan gaun putih. Di sebelahnya terdapat seorang laki-laki bermata sipit nan tampan dengan setelan jas putih. Ia adalah Seungmin--Kekasih Naeun yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya. Sepertinya mereka berdua memang kompak memilih putih sebagai warna pakaian mereka hari ini.


Naeun dan Seungmin berjalan di antara para tamu yang tengah bertepuk tangan untuk mereka. Mereka berjalan menuju tempat yang telah di sediakan, tepatnya di depan para tamu.


"Mereka pasangan yang serasi. Benar, kan?" bisik Sorn pada Lew yang juga sedang bertepuk tangan.


"Heumm," sahut Lew berdeham singkat.


Sorn berdecak pelan sebab tidak seharusnya dirinya mengajak Lew berbicara. Laki-laki itu tidak memberikan respon seperti yang ia inginkan. Sekarang Sorn hanya diam sembari menatap takjub Naeun bersama Seungmin.


"Baiklah. Sebelum bertukar cincin, apakah ada yang nona Naeun dan Seungmin ingin ungkapkan satu sama lain? Saya rasa semua ingin mendengarnya," ucap pembawa acara yang berdiri tidak jauh dari mereka berdua.


Seungmin mengangguk kepada pembawa acara itu. Lantas pembawa acara itu segera menyerahkan mikrofon untuknya berbicara. Para tamu sempat bertepuk tangan, sebelum Seungmin mulai berbicara.


"Selamat malam semuanya!" sapa Seungmin terlebih dulu pada para tamu.


"Selamat malam!"


"Terima kasih sudah mau datang ke sini dan menjadi saksi untuk salah satu momen penting di hidup kami berdua," ungkap Seungmin dengan senyuman manis. Sesekali matanya melirik Naeun yang berdiri di sebelumnya. Begitupun Naeun yang ikut membalas lirikannya itu.


"Apa kalian tahu bagaimana kami bisa saling mengenal sampai hari ini?" sambungnya dan para tamu pun menggelengkan kepalanya.


"Kalian pasti akan terkejut sebab kami bisa saling kenal lewat koper tertukar. Saat itu kami berada di pesawat dengan tujuan penerbangan yang sama, yaitu Paris. Kalian tahu bukan bahwa Paris adalah kota cinta? Dan ya--Di sana pula saya menemukan Naeun sebagai cinta saya. Hingga akhirnya bisa memantapkan hati untuk menjadikannya bagian dari kehidupan saya,"


Semua tamu menjerit histeris mendengar kisah perjalanan cinta Naeun dan Seungmin. Meski kisahnya singkat tapi semua tamu terbawa perasaan. Yeah. Kisah perjalanan cinta Naeun dan Seungmin begitu manis. Kisah yang semua orang inginkan. Begitu pula dengan Sorn.


"So sweet," ucap Sorn merasa iri terhadap kisah cinta Naeun dan Seungmin.


Lew mendengarnya dan hanya meliriknya sekilas tanpa bersuara. Sebelumnya kedua matanya kembali melihat ke arah Naeun dan Seungmin.


"Naeun--Aku bukan laki-laki yang suka banyak bicara. Tetapi di hadapan semua orang, aku ingin mereka tahu satu hal. Kamu adalah gadis terbaik yang pernah aku temui. Kamu adalah gadis yang dapat membuatku terobsesi dengan keceriaan, senyumanmu yang candu, perhatianmu, kasih sayangmu dan manjanya dirimu. Dan kamu juga adalah gadis yang dapat membuatku jatuh cinta sampai sedalam ini," Seungmin berucap sembari menatap penuh cinta Naeun--Kekasihnya.

__ADS_1


__ADS_2