
Setelah mendengar langsung ijin dari bos pemilik kafe tempatnya bekerja, Sorn tidak menolak lagi untuk menyanyi. Ia pergi menuju panggung kecil yang terdapat di depan meja para pengunjung. Panggung kecil tersebut sengaja di sediakan untuk grup musik yang di sewa khusus agar bisa menghibur para pengunjung kafe. Sampai jam sekarang, grup musik tersebut masih membuat pertunjukkan musik. Sorn pun meminta ijin terlebih dulu pada mereka untuk menyanyi, sebelum duduk di kursi yang biasanya di duduki vokalist grup musik tersebut.
"Ayo, Sorn!" seru Mitha di dekat panggung sangat bersemangat.
Sorn tersenyum ke arahnya sekilas, lalu ke arah para pengunjung yang masih ada di sana. Rata-rata pengunjung kafe adalah para anak muda berpasangan. Lantas Sorn berpikir untuk menyanyikan lagu At My Worst by Pink Sweat. Ia mengkonfirmasi terlebih dulu lagu itu pada grup musik dan vokalistnya. Di rasa sudah oke, Sorn siap menyanyi. Sebelum itu, ia sempat menarik nafas dan hembuskan secara perlahan. Lalu tangannya memegang microfon yang kini di dekatkan ke arah mulutnya.
Can I call you baby?
Can you be my friend?
Can you be my lover up until the very end?
Let me show you love, oh, I don't pretend
Stick by my side even when the world is givin' in, yeah
Oh, oh, oh, don't
Don't you worry
I'll be there, whenever you want me
I need somebody who can love me at my worst
'Cause it's only you, nobody new, I put you first
And for you, girl, I swear I'll do the worst
If you stay forever, let me hold your hand
__ADS_1
I can fill those places in your heart no else can
Let me show you love, oh, I don't pretend, yeah
I'll be right here, baby, you know I'll sink or swim
Oh, oh, oh, don't
Don't you worry
I'll be there, whenever you want me
I need somebody who can love me at my worst
'Cause it's only you, nobody new, I put you first (put you first)
And for you, girl, I swear I'll do the worst
I need somebody who can love me at my worst
'Cause it's only you, nobody new, I put you first
And for you, girl, I swear I'll do the worst
Jika di lihat dari artinya, lagu itu seharusnya di nyanyikan oleh laki-laki yang di peruntukkan pada seorang gadis. Namun Sorn menyanyikannya dengan cukup baik dan perasaan yang ada di lagu itu tersampaikan. Para pengunjung terhanyut dalam suaranya. Bahkan mereka mendengarkan Sorn menyanyi sembari menatap penuh rasa suka serta cinta pada pasangan masing-masing.
Prok.... Prok... Prok....
Mitha bertepuk tangan lebih dulu saat Sorn baru saja selesai menyanyikan lagu itu. Di ikuti para pengunjung yang juga bertepuk tangan untuknya. Mereka sangat terhibur dengan suara Sorn yang begitu bagus dan merdu saat menyanyi.
__ADS_1
"Terima kasih. Selamat malam!" Sorn tersenyum manis pada para pengunjung dan berjalan turun dari panggung setelahnya.
"Kyaaa Sorn! Suaramu benar-benar tidak mengecewakan. Rasanya saat kau menyanyikan lagu itu tadi, aku seperti ingin menjadi kekasihmu saja. Biar kau menyanyikanku lagu romantis setiap hari," cerocos Mitha usai Sorn berdiri tepat di hadapannya.
Sorn memutar kedua bola matanya dengan malas. Tangannya bersedekap dada. "Aku terima pujianmu tapi jauhkan keinginanmu itu! Meski di dunia ini tidak ada lagi laki-laki lajang yang tersisa untukku, lebih baik aku sendiri seumur hidup. Daripada harus memiliki kekasih seorang gadis. Aku ini masih normal,"
"Hehe... Aku juga hanya bercanda," kekeh Mitha menunjukkan deretan giginya nan putih.
"Tapi Sorn--Suaramu sungguh semakin bagus dan merdu. Aku yakin suara hari nanti kau akan berhasil mewujudkan impianmu untuk menjadi seorang penyanyi terkenal. Dan ku pastikan--Aku yang menjadi penggemar pertamamu," sambungnya tanpa ragu.
Mitha tahu impian Sorn untuk menjadi penyanyi terkenal langsung dari orangnya. Jika melihat perkembangannya, Mitha sangat yakin bahwa impian Sorn akan tercapai. Ini hanya masalah waktu yang belum memberikan Sorn kesempatan untuk menunjukkan suaranya pada semua orang dan dunia.
"Heum. Aku harap itu benar terjadi," balas Sorn tersenyum tipis. Setidaknya di dunia ini ia tidak benar-benar sendiri. Ada orang seperti Mitha dan beberapa teman dekatnya yang selalu mendorong semangatnya untuk mencapai impiannya selama ini.
"Pasti!" timpal Mitha penuh keyakinan. Gadis itu percaya pada kemampuan yang Sorn miliki. Dunia akan melihat bintang itu bersinar di suatu hari nanti.
"Hmmm. Sekarang ayo lanjut bekerja! Kita bicara lagi nanti," Sorn menepuk pundak Mitha sekilas, kemudian berlalu pergi menuju meja yang telah kosong pengunjung.
Mereka berdua mengakhiri pembicaraan tadi. Sorn mulai tampak sibuk membereskan meja dan Mitha sibuk mengangkat gelas serta piring bekas pengunjung ke bagian belakang kafe. Kesibukan seperti itu tidak hanya di lakukan mereka berdua, para pelayan lain pun sama. Mereka sibuk melakukan tugas masing-masing. Hingga semua pekerjaan selesai dan kafe tutup.
"Sampai jumpa besok!" seru Mitha melambaikan tangan pada Sorn.
"Ya sampai jumpa!" balas Sorn yang juga membalas lambaian tangan gadis itu.
Mitha pergi lebih dulu menggunakan motor klasik miliknya. Di jaman modern seperti ini masih ada motor klasik seperti itu yang telah di modifikasi. Sehingga tampilannya tidak terlalu ketinggalan jaman dan sangat layak pakai. Seperginya gadis itu, Sorn masih berdiri di dekat kafe. Ia tengah menunggu taksi online pesanannya sembari bermain ponsel. Tanpa di sadarinya, ada seseorang yang berjalan mendekat dan tiba-tiba langsung membekap hidung, serta mulut Sorn menggunakan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.
"Enghhh..." Sorn mencoba memberontak tapi tenaga orang itu lebih kuat.
Sekuat apapun usaha memberontaknya tetap saja percuma karena kalah akan tenaga yang orang itu miliki. Terlebih lagi Sorn merasa tubuhnya mulai melemah akibat obat bius pada sapu tangan yang membekapnya. Pada akhirnya pandangan Sorn mulai menggelap, bersamaan dengan kesadarannya yang hilang. Orang itu langsung memegangi Sorn yang telah tidak sadarkan diri, sebelum jatuh ke tanah.
__ADS_1
Usai memastikan Sorn sudah tidak sadarkan diri, orang itu segera membawanya ke suatu tempat menggunakan sebuah mobil hitam. Perlu waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke tempat yang di tuju. Tempat dengan bentuk bangunan rumah kecil dan letaknya berada di wilayah yang masih belum banyak rumah. Di sana tampak begitu sepi. Orang itu membawa masuk Sorn ke dalam rumah itu dan membaringkannya di sebuah ranjang.
"Bos--Tugas sudah selesai!" lapornya di telepon pada seseorang yang di panggil bos.