
Suara tangisan ibu Su Lan semakin menguat ketika jasad mayat suaminya sampai di rumah, Ibu Su Lan tidak percaya bahwa suaminya yang juga adalah ayah Su Lan sudah tiada, Ibu Su Lan menangis hingga jatuh pingsan. Beberapa hari kemudian Ibu Su Lan mengurung diri di dalam kamar dan memutuskan untuk bunuh diri dengan cara gantung diri, mayat Ibu Su Lan ditemukan adik Su Lan karena dia mencium bau bangkai dari dalam kamar ibunya. Akhirnya Su Lan dan adiknya menjadi yatim piatu, keluarga besar hanya mengunjungi sekitar 1 bulan sekali untuk memberikan uang untuk bertahan hidup, orang orang yang dulu dekat dengan orang tua mereka pun kini tidak ada satupun yang peduli dengan nasib mereka, mereka hanya bisa mengandalkan uang dari keluarga besar untuk kebutuhan sehari hari. 2 bulan kemudian keluarga besar tidak pernah memberi uang sepeserpun kepada mereka, untung saja tabungan ibunya masih bisa membuat mereka bertahan hingga 3 bulan kedepan.
-"(DUK DUK DUK) Permisi apakah ada orang?" Seseorang mengetuk pintu depan dengan keras.
-"Sebentar, Ada perlu apa malam malam begini?" Su Lan sambil berlari menuju pintu depan dan membuka pintu.
-"Bolehkah aku masuk sebentar?" Orang tersebut bertanya dengan pakaian yang basah.
Orang tersebut pun dipersilahkan masuk, ternyata orang tersebut adalah pengacara yang bermaksud memberikan warisan warisan ayahnya.
-"Di Dalam kardus ini terdapat seluruh sertifikat kepemilikan barang di rumah ini dan 2 set lengkap laptop" Ujar pengacara tersebut sambil memberikan kardus itu.
-"Kenapa barang barang ini baru diberikan?" Tanya Su Lan dengan wajah serius.
__ADS_1
-"Aku tidak bisa menjelaskannya, silahkan tanda tangan untuk serah terima" Mengalihkan pandangan sambil bersiul.
-"Apakah masih ada urusan yang lain?" Dengan nada kesal dengan pengacara tersebut, yang tidak memberikan penjelasan sedikit pun.
-"Tidak ada, Ini kartu namaku kalau kau butuh bantuan tinggal hubungi aku" Mengambil koper dan menyerahkan kartu nama tersebut ke Su Lan.
Pengacara tersebut pun pergi, Su Lan pun memindahkan semua barang ke dalam kamar dan meletakkan surat surat di dalam lemari. Karena laptop tersebut tidak tau mau digunakan untuk apa, mereka bermaksud menjual laptop tersebut besok, tetapi sebelum menjualnya mereka ingin melihat isi dari laptop tersebut.
-"Kak, tidak ada data atau aplikasi apapun selain aplikasi yang sudah terinstall" Ujar adiknya sambil melihatkan layar monitor ke Su Lan.
Seseorang menyentuh pipi Su Lan.
-"Kak, bangun kak" Saat duduk di badan kakaknya.
__ADS_1
-"Ada apa?" Sambil mengucek mata.
-"Bukannya tadi malam tidak ada aplikasi ini?" Menunjukkan layar monitor.
-"Aplikasi yang mana?" Tanya Su Lan dengan wajah mengantuk.
-"Yang ini, yang iconnya Y" Menunjuk aplikasi tersebut.
-"Ooo iya, bentar kakak cek laptop satunya" Pergi mengambil laptop di lemari dan menyalakan laptop tersebut.
-"Apakah aplkikasinya ada juga" Adiknya mendekati Su Lan dengan wajah tidak sabaran.
-"Ada, disini juga ada" Su Lan kaget dengan aplikasi tersebut yang tiba tiba muncul.
__ADS_1
-"Mari kita coba buka" Su Lan dan adiknya menyebutkan kalimat yang sama.
(Click) Kami membuka aplikasi tersebut bersamaan, beberapa saat kemudian adiknya pingsan. (Bzzt zt zt bom boom duar) Suara keras di kepala Su Lan membuat kepalanya pusing dan mengakibatkan pingsan. Ketika bangun Su Lan hanya melihat bintang bintang di sekelilingnya, tiba tiba ada suara bisikan.