
-"Apakah kau bosan? Kenapa kau tidak menyalakan tv nya?" Su Lan mengambil remote tv dan menyalakannya.
-"Hei kak.."
-"Apa?"
-"Kapan kita pergi ke dunia sana lagi?" Su Lap terlihat seperti orang yang putus asa.
(Dor dor dor) suara tembakan dari tv, Su Lan mengecilkan suaranya.
-"... Haha, tenang saja, ketika tubuhmu sudah sembuh total dan sudah gendut kita baru akan pergi ke sana" Su Lan berusaha mencairkan suasana.
-"Baiklah"
-"Untuk sekarang, apakah kau mau makan sesuatu?"
-"Aku mau buah buahan"
-"Tunggu sebentar"
__ADS_1
Su Lan mengambil apel dan air susu di dapur lalu kembali ke kamar.
-"Ini minumlah, ini cocok untuk menambah kesehatan" Su Lan menyuguhkan makanan dan minuman ke adiknya.
Su Lap memakan buah apel sambil berbicara "Apakah aku boleh bunuh diri?"
-"(byurrrr)" Su Lan memuntahkan air susu yang diminumnya "Apa kau bilang? Jangan sembarangan berbicara seperti itu, kau baru saja sembuh kenapa kau mau mati? Apakah kau mau meninggalkanku?" Su Lan terlihat marah.
-"..." Su Lap hanya bisa terdiam.
-"Maaf, aku tidak bermaksud memarahimu. Aku hanya tidak ingin kehilangan keluarga terakhirku" Air mata Su Lan mulai jatuh bercucuran.
-"Untuk sementara aku mau ke ruang tamu dulu"
Su Lan berjalan keluar pintu dan menutupnya, (jdeerrr) suara petir menyambar dan diikuti suara hujan yang mulai turun. Su Lan mengambil kursi dan duduk di dekat jendela, dengan wajah sedih Su Lan mulai berpikir betapa menyakitkannya perasaan yang dia rasakan, air matanya mulai jatuh lagi tetapi sekarang lebih banyak dan tidak dapat dihentikan. "Kenapa, kenapa kalian meninggalkan kami ayah, ibu" Benak Su Lan sambil menatap hujan yang turun sangat lebat. Beberapa saat Su Lan terdiam dan masih menangis lalu tiba tiba Su Lan berlari ke luar rumah, berdiam diri di tengah hujan sambil menatap hujan yang turun dari langit. Setelah seluruh pakaiannya basah, Su Lan berteriak "Kenapaaaa, kenapa ini harus terjadi!!!" adiknya Su Lan melihat kakaknya yang berada di tengah hujan dan menutup tirai jendela kamarnya.
-"Dasar kakak bodoh" Ucap Su Lap sambil mengambil selimut. Su Lap menangis di dalam selimut, lalu tertidur.
Setelah berteriak di luar rumah, Su Lan masuk kembali ke dalam rumah untuk mandi.
__ADS_1
4 hari sudah berlalu, tubuh adik Su Lan sudah sembuh total. Su Lan mengunci seluruh pintu dan jendela yang ada di rumahnya, setelah mengunci pintu dan jendela Su Lan masuk ke dalam kamar.
-"Ayo kita mulai perjalanan mencari ayah" Su Lan mengambil laptopnya dan laptop adiknya.
-"Ayo jangan pakai lama"
Su Lan dan Su Lap menyalakan laptop.
-"Apakah kau sudah siap?"
-"Sudah"
"Kakak mulai hitunganya, 1 2 3"
Su Lan dan Su Lap membuka aplikasi tersebut lagi. "Huh perasaan yang sama seperti waktu itu" Benak Su Lan.
"Akhirnya sampai juga" Su Lan melihat ke sekitar, "Tunggu ini bukan di dalam organisasi? Aahhh tidak" Su Lan berteriak kebingungan. "Tunggu jangan jangan…" Su Lan membuka karakter "Tidakkkk, aku beneran di keluarkan dari organisasi…" Su Lan memegang kepalanya.
"Eh tapi dari dulu memang tidak ada info organisasi di sini dan kenapa levelku berubah menjadi level 1, apakah semua info ku tereset? Sekarang malah ada semua info yang diberitahukan Du Fan dulu".
__ADS_1