
-"Ini pak, apakah harganya bisa dikurangi?" Su Lan bertanya kepada si penjual.
-"Hmm, apakah harganya kemahalan?" Penjual kelihatan khawatir.
-"Tidak.. Tidak.." Su Lan terlihat gugup. "Aku hanya ingin membuat uang ku cukup untuk membeli 2 barang"
-"Ohh, barang yang mana lagi?"
-"Barang yang ini" Su Lan menunjukkan barang yang satunya lagi.
-"Barang ini kau gunakan untuk apa? Barang ini bukannya cuma menambah sedikit atribut kekuatanmu?"
"Walaupun hanya menambah sedikit, itu sudah sangat berguna bagiku"
-"Kalau seperti itu, maka harga senjatanya akan ku turunkan"
-"Benarkah?"
-"Benar"
-"Terima kasih atas kebaikanmu, kalau ada kesempatan aku akan kesini lagi dan tempatmu akan aku rekomendasikan kepada orang orang nanti"
-"Haha, kau memang pria yang baik"
-"Tapi tidak sebaik dirimu"
-"Sampai jumpa" Penjual melambaikan tangannya diluar toko.
Su Lan pun pergi dari toko peralatan dan pergi ke mencari motel, sesampainya di motel Su Lan pergi ke tempat administrasi.
__ADS_1
-"Berapa harga menginap satu malam disini?" Su Lan bertanya ke pegawai motel tersebut.
-"Harganya mulai dari 50 ribu sampai 250 ribu untuk satu malam" Petugas menjelaskan kepada Su Lan.
-"Bolehkah aku melihat bentuk kamarnya?"
-"Baiklah, ayo ikuti aku"
Su Lan pun mengikuti pegawai tersebut melihat lihat bentuk kamar kamar yang akan disewakan.
-"Ini kamar yang paling murah harganya 50 ribu, 1 kasur, kamar mandi dalam, dan tanpa dapur"
-"Hmm, bolehkan aku melihat kamar yang lain?"
-"Baiklah"
-"Ini kamar harganya 150 ribu per malam 2 kasur, kamar mandi dalam, dan ada dapur"
-"Bagaimana dengan yang 250 ribu per malam?"
-"Kamar tersebut memiliki efek untuk mempelajari lebih cepat 1,5 dari biasanya, jadi kau memilih kamar yang mana?"
-"Aku memilih kamar yang paling murah saja, karena aku hanya menginap 1 malam"
-"Baiklah kita kembali ke ruang administrasi"
Su Lan dan pegawai tersebut kembali ke ruang administrasi. Pegawai tersebut mengisi formulir penyewaan.
-"Baiklah tanda tangan disini, untuk pembayarannya bisa dilakukan besok saat cek out" Sambil menyerahkan formulir ke Su Lan.
__ADS_1
-"Aku bisa mengambil kuncinya kapan?" Sambil menandatangani formulir tersebut.
-"Oh iya hampir lupa, ini kuncinya" Pegawai memberikan kunci kamar.
-"Terima kasih" Su Lan memberikan formulir ke pegawai tersebut.
Su Lan menuju ke kamarnya, setelah sampai di kamarnya Su Lan melihat ke penyimpanan dan sadar kalau dia tidak punya uang lagi, karena tidak mememiliki uang Su Lan berencana pergi untuk membunuh monster "Waktunya sudah sore aku harus cepat" Benak Su Lan.
Su Lan pun langsung berangkat ke tempat farming monster terdekat, sesampainya di tempat tersebut Su Lan terkejut karena monster disana mempunyai level 10 ke atas "Bagaimana cara aku melawannya?" Benak Su Lan.
-"Hey, kau player baru!" Sorak seseorang.
Su Lan melihat ke sekitar.
-"Aku?"
-"Iya kau, kenapa kau diam saja sini bantu aku" Sorak orang tersebut sambil menyuruh Su Lan mendekati dia.
-"Ehhh, levelku masih 1 bagaimana cara aku bisa melawan level 10?" Tanya Su Lan kebingungan.
-"Santai saja, kau hanya perlu menyerang dia sekali dan biarkan aku yang menghabisi dia, walaupun baju dan peralatanku jelek tapi aku sudah level 13. Bagaimana apakah kau setuju?" Dengan pose percaya diri.
-"Hmm, baiklah. Kalau boleh tau siapa namamu?"
-"Namaku Ko Rup, kau boleh memanggilku Ruko"
-"Namaku Su Lan, aku masih level 1, hehe" Su Lan terlihat malu malu.
-"Baiklah sudah cukup perkenalannya, dalam hitungan ke 3 kau langsung serang dia, 1…. 2… 3 serang dia"
__ADS_1