
-"Bagus, dia tidak mengikutiku, mari kita lihat apa isi kantong dia" Pencuri tersebut mengeluarkan isi dari kantong tersebut. "Sebuah surat?"
-"Lebih baik kau meletakkan barang tersebut dan jangan mencoba untuk kabur" Su Lan menodongkan senjata di leher pencuri tersebut.
-"Ok ok, aku menyerah" Pencuri tersebut berdiri dan mengangkat tangannya.
-"Mana kartu idmu?"
-"Kartu idku? Ini kartu idku" Pencuri tersebut meninju Su Lan yang sedang menggeledah tubuhnya.
-"Kurang ajar [Stealth mode On]"
-"Wah, ku kira kau memiliki teknik teleportasi ternyata teknik menghilang"
-"Sampai jumpa" Su Lan melemparkan pisau ke kaki pencuri.
-"Arghhh, sini kau dasar pengecut" Sambil mencoba mencabut pisau yang tertancap.
Su Lan meninggalkan pencuri tersebut sendirian, Su Lan langsung pergi ke warung makan terdekat.
-"Hey, anak muda kenapa kau terlihat kesal?" Tanya si penjual makanan.
-"Tidak apa apa, aku hanya bertemu dengan pencuri untung saja berhasil kutangkap"
-"Pencuri? Didalam organisasi ini? Haha, mana mungkin itu terjadi"
-"Apakah aku terlihat bercanda, paman?" Su Lan melirik sinis si penjual makanan.
-"Santai santai, aku hanya bercanda tapi itu memang tidak mungkin karena ada banyak penjaga di dalam sini"
__ADS_1
-"Aku tidak melihat 1 penjaga pun waktu kesini"
-"Benarkah? Aneh sekali, kemana mereka hari ini"
-"Apakah ini pernah terjadi sebelumnya?"
-"Hmm, bentar aku ingat ingat dulu, kau makan saja ini dulu" Si penjual meletakkan makanan di meja Su Lan.
-"Baiklah, aku makan dulu"
Setelah selesai makan.
-"Bagaimana? apakah paman sudah mengingat sesuatu?"
-"Ya, kalau tidak salah ini selalu terjadi 1 hari sebelum acara penerimaan anggota baru"
-"Iya"
-"Kalau begitu ini uangnya, aku pamit dulu. Terima kasih atas informasinya, paman"
Su Lan pun bergegas kembali ke tempat yang diberitahukan surat, setelah sampai di tempat tersebut Su Lan menemukan jalan rahasia yang sebelumnya tidak ada. Su Lan menelusuri jalan rahasia tersebut, beberapa menit setelah Su Lan berjalan, akhirnya Su Lan sampai di jalan buntu.
-"Apakah jalan ini memang buntu?" Benak Su Lan.
-"Bla bla bla"
-"Apa itu?" Benak Su Lan mendekati dinding tanah.
Su Lan mendengar suara berisik dari balik dinding, lalu Su Lan memutuskan untuk menghancurkan dinding tersebut.
__ADS_1
-"Wah wah, apakah peserta tahun ini tidak tau sabar?"
-"Mungkin dia sedang bersemangat"
-"Suara ini mirip yang ada di mimpiku"
-"Mimpi? Apakah kau tidak sadar kalau itu bukan mimpi? Coba kau rasa dilehermu ada bekas luka"
-"Bagaimana kau tau?"
-"Tentu saja, karena aku yang melukaimu dan kami sengaja tidak menyembuhkanmu. Sudah cukup perbincangannya, sekarang ambil nomor undianmu di sana"
Su Lan lalu mengambil nomor undian dan mendapatkan undian nomor 19.
-"Hey, Su Lan" Seseorang menyentuh Su Lan.
-"Apa?" Su Lan menoleh ke belakang "Kenapa kau juga ada disini? Apakah kau dapat surat juga?"
-"Sttt, pelankan sedikit. Aku kesini karena aku mengikutimu dari aula karena kau terlihat aneh, lalu ini ada acara apa?"
-"Aku juga tidak tau detail jelasnya, tapi ini seperti turnamen yang menang akan mendapatkan hadiah"
-"Wah, semoga kau beruntung"
(Ring ring) Bunyi alarm.
-"Baiklah seluruh orang yang ada disini diharapkan untuk diam sebentar, karena kita akan menyambut ketua organisasi kita yaitu ketua Du Fan, untuk ketua Du Fan kami persilahkan"
Ketua Du Fan pun naik ke atas panggung.
__ADS_1