
Du Fan mengetuk pintu Su Lan berkali kali, tapi tidak ada jawaban, karena tidak ada jawaban, Du Fan pergi menukarkan hadiah seorang diri.
Keesokkan harinya Du Fan pergi ke kamar Su Lan, tetapi sama dengan yang kemarin, tetap tidak ada jawaban. Setiap harinya Du Fan selalu pergi ke kamar Su Lan, sebelum melakukan aktivitas, selama kurang lebih 3 bulan.
3 hari berlalu di dunia asli, terdengar suara benda jatuh dari dapur, Su Lan langsung bergegas lari ke arah dapur. Su Lan melihat ada orang yang sedang mengambil lauk, badan orang tersebut rendah dan sedikit kurus.
Ternyata orang tersebut adalah adiknya, Su Lan terkejut dan memanggil nama adiknya dengan terbata bata dan air matanya turun ke pipi.
-"Su.. Suu Lapp.."
Adiknya menoleh ke Su Lan.
-"Kakak? Kakakkkk" Su Lap berlari ke arah Su Lan dan memeluknya. "Kakak, dari mana saja? Aku rindu"
-"Kau selama di sana, ngapain aja?"
-"Aku berlatih di sana, aku sudah sampai level 184. Kakak gimana?"
__ADS_1
-"Kakak cuma beberapa hari disana, kamu masih mau ke sana?"
-"iii… iya, aku masih ada urusan disana" Jawab Su Lap dengan ragu.
-"Urusan apa? Apakah urusan itu penting?" Su Lan tidak terima dengan jawaban adiknya.
-"Iya, penting"
-"Apakah sangat sangat sangat penting?" Su Lan masih tidak terima.
-"Sangat sangat sangat penting"
-"Kakak, apakah kakak tau, mungkin ayah masih hidup"
-"Apa!! Bagaimana mungkin ayah masih hidup"
-"Aku pernah melihat ayah di daerah organisasi peringkat 1 saat kunjungan ke sana, ayah di kawal oleh beberapa orang dan yang mengejutkan lagi nama yang di kawal itu sama persis dengan nama ayah"
__ADS_1
-"Tunggu dulu, untuk memastikan, kakak ambil foto ayah dulu"
Su Lan pergi ke kamar membongkar kardus warisan ayahnya, tidak berselang lama Su Lan menemukan foto keluarga. Setelah menemukannya Su Lan kembali ke dapur untuk menunjukkan ke Su Lap.
-"Apakah orangnya seperti ini? Tingginya, mukanya, postur badannya?"
-"Tingginya hampir sama karena aku melihat dari jauh, mukanya tidak kelihatan karena tertutup topeng, dan postur tubuhnya sama persis seperti foto ayah ini"
-"Kalau benar ayah masih hidup, lalu mayat siapa yang dikuburkan dan untuk apa ibu mati?" Su Lan terlihat marah dan kesal.
-"Apakah kakak mau membantu aku untuk membuktikan kebenaran?"
-"Untuk sekarang kakak akan memikirkannya dahulu, kalau kau mau pergi, pergi saja duluan. 3 hari dari sekarang kakak akan memberikan jawaban saat kau bangun lagi"
-"Baiklah, aku mau makan dulu baru pergi lagi"
Setelah adik Su Lan selesai makan, adik Su Lan pergi ke kamar dan pergi ke dalam INTERNET lagi. Su Lan pun mencari informasi tentang ayahnya, membuka catatan dan semua tempat yang bisa memberikan informasi. Su Lan menemukan informasi bahwa ayah Su Lan bukan bekerja di tempat yang keluarga mereka ketahui, melainkan ayah Su Lan bekerja di perusahaan ilegal, untuk menggali informasi lebih dalam Su Lan langsung pergi ke tempat perusahaan itu.
__ADS_1
Su Lan mengganti baju lalu pergi ke stasiun kereta sambil membawa catatan dan handphone. Sesampainya di stasiun kereta, Su Lan membeli tiket ke daerah Tayap, 2 jam perjalanan dari Ketapang menggunakan kereta. Setelah sampai di Tayap Su Lan langsung menuju ke tempat perusahan tersebut di jalan Kearifan Lokal no. 43.