
Malam pun tiba Lusi akhirnya masuk ke kamar kembali untuk segera tidur di kamar,Lusi hanya terdiam sepi dan lemas dia terduduk di bawah tempat tidur nya.
Saat itu air mata mulai membasahi pipi bulatnya Lusi, tiba-tiba Dia membeku dan terdiam saat dia mengingat kembali kejadian yang sangat sakit baginya.
Derai airmata terus mengalir,Lusi menangis tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
"Ya tuhan kenapa jadi seperti ini?apa sebenarnya sekarang? kenapa ini terjadi padaku?apa salahku tuhan ?"beribu pertanyaan keluar dari benaknya.
"ibu,ayah kenapa kalian meninggal kan Lusi sendiri di dunia ini?,kenapa ayah ngak jujur sama Lusi dulu yah ?"sambil menghapus air matanya.
Akhirnya dalam kesedihan itu pun Lusi akhirnya tertidur pulas sekali,Lusi terlihat sangat capek dan lemas,pantas saja dengan apa yang terjadi tadi ibu tirinya yang jahat itu bahkan sekarang tidak memberikan Lusi makanan yang di masaknya sedikitpun.
Pagi pun tiba,Lusi terbangun saat mendengar sebuah hentakan di pintu kamarnya,ya betul ibu tirinya yang sedang menggedor-gedor pintu kamar,rasanya pintu kamarnya sedikit lagi rusak.
"Hei anak bodoh,bangun jangan lupa apa yang kamu katakan kemarin,cepat sama cari kerja bawa pulang uang yang banyak!!"perintah ibu tirinya.
Lusi yang masih setengah sadar akhirnya bangun dari tempat tidurnya.walaupun Lusi masih sedikit pusing.
Satu jam pun berlalu,Lusi akhirnya siap untuk keluar mencari pekerjaan,Lusi yang masih bingung harus kemana dan harus kerja apa,tapi dia terus yakin untuk keluar rumah dan segera mencari pekerjaan,Lusi sangat takut apabila dia tidak mendapatkan pekerjaan maka dia akan di usir nantinya.
"Ma,Lusi pergi dulu ya,mungkin Lusi pulang nya agak malam ya,Lusi harus keliling dulu untuk cari lowongan pekerjaan nya!"ucap Lusi kepada ibu tirinya yang sedang duduk di sofa sambil menonton TV dan melahap beberapa roti di depannya.
"Terserah kamu mau pulang kapan mau pulang malam,atau ngak pulang sama sekali,yang penting uang hasil kerja kamu harus segera kamu transfer ke saya jika tidak kamu akan saya usir dari rumah kesayangan kamu ini!!!"ucap nya kasar kepada Lusi.
Lusi saat itu hanya terdiam sambil menatap ke arah ibu Tirinya, Lusi malas berdebat lagi akhirnya Lusi pun berangkat dengan mengendarai sebuah ojek online yang telah dipesannya.
__ADS_1
"Berhenti pak! disini aja saya turunnya,makasih ya"ucap Lusi kepada tukang ojek sambil memberi ongkos yang sudah di siapkannya.
Akhirnya Lusi berhenti di sebuah tugu kecil,dia menatap ke segala arah,dia sangat bingung sekali.
"Aku harus kemana ya?"batinnya.
Lagi fokusnya melihat kesana kemari akhirnya lirikan Lusi terhenti di sebuah toko kue yang tak begitu jauh dari tempatnya berdiri.
"sweet cake shop?wah itu kan toko kue,apa aku ke situ aja ya?mana tahu lagi membutuhkan lowongan kerja"sambil berjalan menuju toko kue tersebut.
Akhirnya Lusi masuk ke dalam toko tersebut dengan penuh keraguan,tapi walaupun ragu Lusi tetap melanjutkan langkahnya.
"Selamat datang di toko kue kami,maaf mbak cari kue apa silahkan mari mbak!"ucap seorang karyawan wanita kepada dirinya sambil memperlihat kan berbagai jenis kue yang berada di dalam kebuang steling.
Saat itu Lusi benar-benar sangat grogy, karena pertama kalinya dia mencari pekerjaan, wajar-wajar aja yakan, hehehe.
"Maaf,kamu mau apa nak kalau bukan mau membeli kue?"ucap wanita yang sedang menatap nya tadi.
"Anu,buk apa ya bingung mau ngomong apa buk"sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Kamu mau mencari pekerjaan ya nak?"ucap wanita itu di iringi dengan senyuman manis.
"Hehe iya buk,saya lagi pekerjaan buk,mana tahu disini lagi ada lowongan kerja mungkin buk"ujarnya kepada wanita itu.
"Oh begitu baiklah sekarang ikut keruangan saya ya,kita akan membahas nya di dalam!"perintah nya kepada Lusi.
__ADS_1
"Oh iya Dewi,tolong bawa tas anak ini ketempat penyimpanan barang karyawan saja ya, kasihan mbak ini dari tadi membawanya"ucap wanita itu kepada karyawan tadi yang tak lain bernama Dewi.
Lusi yang masih gugup dan bingung itu langsung mengikuti langkah wanita yang mengajaknya tadi, akhirnya tiba lah mereka di sebuah ruangan.
"krettt"suara pintu terbuka.
"Mari nak duduk dulu disini"sambil tersenyum dan beranjak ke sebuah sudut Dimana disana terlihat ada beberapa minuman dan cemilan.
Tak lama kemudian wanita tadi langsung mempersilahkan Lusi untuk meminum air dan memakan beberapa cemilan yang di suguhkan nya.
"Ayo nak kamu pasti haus, silakan minum dulu,santai aja ngak perlu segugup itu,saya ngak akan memakan kamu kok"godanya kepada Lusi.
"I iya buk terimakasih banyak"sambil meminum minuman yang di berikan wanita tadi.
"Jadi sebelum kamu mau melamar pekerjaan disini,ibu mau memperkenalkan siapa ibu,nama ibu adalah ibu Lina,yang dimana ibu adalah pemilik toko kue ini,ibu berusia 38 tahun, sekarang ibu hanya fokus pada toko kue ini saja sambilan mengisi waktu luang ibuk"jelasnya pada Lusi dengan tatapan penuh keceriaan.
"Baik buk Lina,oh iya perkenalkan nama saya Lusi buk,saya berumur 19 tahun, kedatangan saya kesini untuk melamar pekerjaan buk,mana tahu di toko ibu lagi membutuhkan karyawan lagi"ucapnya dengan penuh rasa segan.
"Jadi begitu ya Lusi,oh iya sekarang kan umur Lusi 19 tahun, dengan umur yang segitu bukan kah Lusi sekarang lagi sibuknya kuliah?,aduh saya lancang banget ya,maaf ya kalau menyinggung perasaan nak Lusi "sahut wanita itu dengan penuh keyakinan.
"Eh ngak apa-apa kok buk,ibu berhak untuk bertanya tentang hal ini,maaf buk sebenarnya saya dulu emang lagi kuliah buk,tapi karena ada masalah dalam keluarga saya tidak bisa melanjutkan kuliah saya buk,jadi saya sekarang hanya bisa bekerja saja untuk memenuhi kebutuhan hidup saya buk"jawab Lusi.
"Oh begitu nak Lusi,baik mulai besok kamu sudah bisa bekerja disini ya,nanti kamu bertemu dengan mbak Dewi yang karyawan tadi itu,dan mintak diberikan baju seragam kerja ya,nanti mbak Dewi pasti memberikan nya,dan juga semoga kamu betah ya bekerja disini, selamat Lusi !!sambil mengajak Lusi bersalaman.
"Ha? beneran buk saya sudah bisa bekerja mulai besok? terimakasih, terimakasih banyak buk,saya janji akan bekerja sangat keras buk,saya akan memuaskan ibu dengan kinerja saya buk"ucap Lusi yang kegirangan.
__ADS_1