Pertemuan Tak Terduga

Pertemuan Tak Terduga
Kenapa begini?


__ADS_3

Tak di sangka sebuah badai besar menghadang keluarga kecil Lusi,angin kencang serta gelap nya hentakan kejam yang menghampiri dirinya,di sini Lusi benar-benar belum sadarkan diri sama sekali.


Beberapa jam setelah pingsan nya Lusi tiba-tiba Lusi sadar dan terbangun,saat itu Lusi terkejut bahwa sekarang dia mendapati dirinya sudah berada di rumah sekarang,dan ya Lusi tiba-tiba meneteskan air matanya lagi saat mengingat musibah yang baru saja datang menghampiri nya.


"Ayah hiks hiks hiks"


Lusi meraung raung sambil memukul dada nya.


"Nak kamu sudah sadar, sekarang kita sudah berada di rumah nak, sekarang kita harus segera memakam kan ayah mu,sayang jenazah ayah jika di biarkan begitu lama"memeluk Lusi yang sedang menangis tersedu-sedu.


"hik hiks hik,mama Lusi ngak kuat ma, gimana ini ma?"ucap Lusi yang memeluk erat-erat mamanya.


"Lusi sayang Lusi tidak boleh bicara seperti itu,Lusi sekarang tatap mata mama nak"sambil memaling kan wajah Lusi untuk menghadap pada nya.


"Lusi sayang anak mama, sekarang Lusi tidak boleh menangis lagi ya nak, serahkan semua pada tuhan yakin sama tuhan,ayah sekarang pasti ngak tenang kalau Lusi tidak berhenti menangis seperti ini,Lusi sekarang Lusi harus kuat,ingat Lusi masih mempunyai nama dan kak Nina yang akan selalu menjaga dan menemani Lusi yang selalu akan mendukung Lusi untuk selamanya "meyakinkan Lusi yang sangat putus asa itu.

__ADS_1


"Iya dek kan masih ada kak Nina sama mama,yang selalu ada untuk Lusi,jadi Lusi sekarang harus kuat".


"Iya nak betul apa yang di bicarakan kak Nina"


"Tapi ma Lusi emang ngak kuat lagi ma,dulu ibu meninggalkan Lusi saat ibu melahirkan Lusi,dan sekarang ayah pula yang meninggalkan Lusi untuk selama-lamanya,Lusi ngak terima ma,kenapa takdir begitu jahat pada lusi"sahut Lusi yang kini tengah memukul dada nya sendiri.


"Lusi sayang Lusi tidak boleh terbersit di hati Lusi untuk menyalahkan takdir yang di berikan tuhan kepada Lusi,Lusi harus ingat kalau masih ada orang yang akan selalu menemani Lusi sampai kapan pun"lanjut mama tirinya.


Akhirnya setelah mendengar penjelasan yang di berikan mama dan juga kakak tirinya tadi Lusi akhirnya sedikit lebih tenang walaupun kekecewaan masih menghantui diri nya.


Beberapa saat pun berlalu tat kala ayah Lusi pun sudah selesai di kafani dan di lanjut kan pemakaman,setelah itu mereka melanjutkan upacara doa untuk ayah Lusi.


Saat itu Lusi mengingat kenangan indah bersama orang yang begitu dia sayangi,dia mengingat semua kenangan bersama ayahnya,mulai dari bangun pagi yang di sambut baik ayahnya,sarapan bersama, bercanda gurau bersama-sama,dan tak lupa makan malam bersama,semua mereka lakukan bersama-sama, mengingat hal itu tiba-tiba Lusi tersenyum tipis mengingat kasih sayang yang di berikan ayah nya kepadanya,tapi saat Lusi mulai tersenyum lagi, tiba-tiba Lusi mengingat kalau ayah nya sudah tiada,air mata pun kembali menghampiri nya.


Tak bisa di pungkiri, mendengar kisah malang Lusi saja membuat kita kasihan apa lagi Lusi yang mempunyai kisah malang nya,sedih kan teman-teman,kuat nya batin Lusi untuk melewati semua ini begitu besar dan tangguh,kalau saja kita yang mengalami nya belum tentu kita sekuat Lusi sekarang.

__ADS_1


Malam pun berlalu Lusi yang tidak sengaja tertidur tiba-tiba sadar kembali,dan tak di sangka jam sudah menunjukkan pukul 12:00,saat itu Lusi pun membangunkan tubuh nya dan beranjak duduk di tempat meja belajar nya yang tak begitu jauh menghadap jendela.


Saat itu Lusi pun duduk dan terdiam,Lusi mulai berfikir apa yang harus dilakukan nya dalam waktu kedepan Lusi tidak boleh berlarut-larut dalam hal ini,Lusi harus segera memikirkan masa depan nya.


"Ngak aku ngak bisa seperti ini terus!!,sampai kapan aku akan terus begini yang berlarut-larut dalam hal sedih,ayo Lusi bangun kembali kamu juga punya masa depan yang harus kamu jalan kan,ayo Lusi kamu harus strong,mulai sekarang cintai diri kamu sendiri,kejar mimpimu"batin nya yang menyemangati dirinya sendiri.


Akhirnya saat itu Lusi pun bangun dan beranjak ke kamar mandi,di situ Lusi segera mencuci wajahnya,gosok gigi setelah itu Lusi pun berencana untuk masuk ke kamarnya lagi,tetapi saat Lusi hendak masuk ke kamarnya lagi, tiba-tiba Lusi berdiri tepat di ruang tamu dengan bingung.


"Mama sama kak Nina kemana ya,kok ngak ada suara pun dari kamar mereka"bersit nya di dalam hati sambilan melirik-lirik ke arah kamar kakak juga nama tiri nya itu,Lusi bingung bukan biasanya mereka begitu,lalu Lusi berfikir lagi mungkin ibunya capek sekali karena upacara pemakaman ayah jadi mungkin saja mereka sudah tertidur pulas di kamar mereka masing-masing.


"Oh mungkin kak Nina dan mama capek kali ya,makanya mereka mungkin sudah tidur palingan,yaudah deh dari pada aku nganggu mending aku tidur juga deh"ucapnya di dalam hati lalu pergi meninggalkan ruang tamu dan segera masuk di dalam kamarnya.


Akhirnya Lusi pun merebahkan diri kembali di kasur empuk nya itu,Lusi pun memejamkan matanya sambilan memainkan kalung yang dia pakai di lehernya,saat itu Lusi terus menggenggam mutiara kalung itu yang tak lain buah dari kalung merah muda itu,kalung itu terlihat tidak begitu modern,modelnya seperti model yang sangat jadul,tapi masih terlihat begitu berkilau.


"Aku baru sadar kalung jadul ini lumayan cantik, walaupun model nya sudah ketinggalan tapi cukup menarik,apalagi mutiara merahnya ini"sambil mengamati buah dari kalung tersebut.

__ADS_1


"Aku harus jaga kalung ini baik-baik inilah peninggalan ayah satu-satunya untuk aku,yang begitu berharga bagi ayah", batinnya.


Tak di sadari Lusi tertidur begitu saja sambil menggenggam kalung pemberian ayah nya itu,Lusi tertidur sangat pulas sekali,Lusi terlihat begitu lelah dengan apa yang di alaminya,wajar ya teman-teman,kasihan banget kan sama Lusi, semangat Lusi kamu pasti bisa!!.


__ADS_2