
Chapter (2)
...
Waktu menunjukan pukul 07:15 pagi dan David pun segera bergegas untuk berangkat kerja, karena waktu tempuh ke tempat kerja sekitar 30 menit, dan masuk berkerja pukul 08:00 pagi, Tia pun sama mulai masuk kerja pukul 08:00 pagi, setelah telponan dengan David, Tia juga bergegas mandi dan siap-siap berangkat kerja.
Tia adalah gadis yang memiliki tinggi badan 165cm dan berat badan 48kg, lumayan gendut.
Berkulit sawo matang dan berambut lurus hitam panjang. Sedang kan David memiliki tinggi 162cm sedikit pendek dari Tia, dan berat badan sekitar 55kg an.
Berkulit sawo matang dan berambut ikal cepak.
Setelah sekitar 1 bulan lebih mereka saling kenal dan akhir nya muncul perasaan David terhadap Tia, yaitu perasaan cinta.
Setelah hampir setiap hari mereka berkomunikasi dan akhirnya tumbuh rasa cinta David pada Tia.
. . . . . . . . . .
Malam hari, di tanggal 16 Februari sekitar jam 10:00 malam, saat itu masih turun hujan, dan David pun merasa sudah tidak mampu menahan rasa cinta yang selama beberapa hari ini ia pendam.
"Beep beep .. beep beep ... " Nada dering ponsel Tia berbunyi.
"Halo .. Assalammuallaikum Tia" Sapa David memberi salam.
"Walaikum salam .. " Tia menjawab salam.
__ADS_1
Tia saat itu sebenarnya sudah memiliki seorang kekasih, namun juga tidak pernah bertemu.
"Lagi apa Tia, sudah makan belum?"
"Lagi santai nih, sudah tadi habis tutup toko langsung makan, soalnya udah laper banget. Hehe .. " Jawab Tya sambil tertawa kecil.
"Oh gitu, makan sama apa?"
"Makan hati, haha.. Nggak - nggak, makan nasi kucing angkringan depan toko tadi"
"Oh.. enak donk" Kata David yang memuji.
"Iya dong .. sini kalau mau, masih buka tuh angkringan nya.
"Di bikin deket dong, hehe .. " Jawab Tia sambil bercanda.
"Kalau deket mah aku mau makan kamu aja, ups .. Haha"
"Haduh.. nggak boleh dong, aku gak enak tau"
"Kata siapa? Aku nggak mau makan daging kamu kok, nggak doyan!" Ujar David.
"Terus apa nya yang di makan?" Tanya Tia yang bingung.
"Ada deh.. kamu nggak boleh tau, haha "
__ADS_1
"Ihh kamu ... "
Dan mereka pun berbicara dan bercanda melalui telepon hingga larut .. Dan akhirnya ada saat di mana waktu yang tepat bagi David untuk mengungkap kan perasaan cinta nya.
Karena saat ini lah waktu yang tepat untuk berbicara serius, dan ...
"Ehm .. Tia, aku ada sesuatu penting yang mau aku omongin." Ujar David yang sedikit tegang berkata.
"Mau ngomong apa, ngomong saja langsung! nggak usah malu - malu, kan udah biasa .. " Jawab Tia berpikir sedikit penasaran.
"Em anu .. Tia, kamu sudah punya cowok atau pacar belum?" Tanya David ingin tahu.
"Hmm .. belum sih, kenapa?" Jawab Tia, karena hubungan nya dengan kekasih nya sudah tidak seperti awal lagi.
"Anu .. aku tresno koe (Aku cinta kamu bahasa Jawa) kamu mau jadi pacar ku nggak?" Tanya David yang serius.
"Itu ... gimana ya" Jawab Tia yang gugup dan merasa dag dig dug hati nya.
"Maaf kalau aku lancang, mungkin ini terlalu cepat, karena kita baru kenal belum lama.
Kalau nggak bisa jawab sekarang nggak apa-apa kok, nggak usah terburu - buru, aku tunggu jawaban nya." Kata David yang pengertian memberikan waktu Tia untuk berpikir.
**Bersambung .....
#Jangan Lupa Like dan Tambah ke Daftar Favorit Kalian yaa.. Makasih 😉
__ADS_1