
Akhirnya mereka tiba di kantor setelah pulang dari perusahaan L&P,saat itu mereka kembali ke ruangan masing-masing begitu juga dengan Lusi,dia langsung kembali ke tempat duduk nya dan mengerjakan beberapa pekerjaan yang sempat belum selesai,saat itu Lusi kembali membuka laptop nya.
Berbeda dengan Devan,Devan yang biasanya sibuk dengan pekerjaan nya,tapi hari ini tiada hentinya melirik Lusi,kemana pun Lusi bergerak.
(jadi guys ruangan Devan dan Lusi tu jarak nya Deket ya jadi antara ruangan mereka tu ada pembatas yang hanya di lapisi oleh kaca,jadi pantas saja Devan lebih leluasa melihat Lusi sesuka nya, hehe ada tanda tanda jatuh cinta ni kyk nya).
"Ya ampun aku kenapa sih"ucap Devan sambil menepis matanya.
Sekarang hari Devan seakan-akan mau keluar dan berdebar kencang saat melihat sosok Lusi,entah apa yang sedang terjadi padanya,Lusi yang saat itu lagi berfokus kepada laptop tak sengaja mendapati Devan yang terus melihat nya,tentu saja Lusi penasaran kan,tak menunggu lama Lusi pun pergi menuju ruangan Devan,sontak melihat hal itu Devan terkejut dan cepat-cepat kembali ke tempat duduknya dengan ekspresi yang tadinya grogy kembali mendatar.
"krett"
pintu ruangan terbuka
__ADS_1
"Maaf pak apakah bapak ada keperluan?"
"Owh iya itu apa anu,ekhem itu tolong belikan saya kopi di tempat biasa ya"ucap Devan yang masih grogy dan ucapannya pun terbata-bata.
Saat itu Lusi tidak berfikir yang aneh-aneh mungkin Devan emang lagi lelah saja makanya berbicara sedikit terbata-bata.Tak menunggu lama Lusi pun berjalan menuju pintu dan keluar setelah itu langsung pergi ke restoran untuk membeli kopi yang biasa Devan minum.Saat di perjalanan..
"Tapi aku lihat di modul identitas kak Devan,kak Devan cuma minum kopi pagi dan malam hari saja,dan pak Nino pun bilang kalau kak Devan minum kopi cuma pagi dan malam saja,tapi kok hari ini beda ya?"batin nya.
"Siang pak,ini kopinya "ucap Lusi.
Ya Lusi sudah Sampai ke kantor dan langsung saja Lusi memberikan pesanan bos nya tadi.
Saat itu Devan yang sedang berfokus pada laptop langsung mengiyakan dan memerintahkan untuk menaruhnya di meja istirahat.Dan Lusi pun beranjak keluar,tapi langkah itu di hentikan saat Devan memanggil nya.
__ADS_1
"Kalau begitu silahkan nikmati kopinya pak,saya permisi dulu"
"Lusi tunggu dulu"ucap Devan yang berbicara tapi tak melirik ke arahnya sedikitpun.
"Iya pak ada apa?"
"Begini egkhem,"Devan membenarkan suaranya.
"Jadi saya ingin membahas produk tadi dengan mu malam ini,jadi kamu tidak perlu memesan taxi,kamu pulang sama saya aja nanti setelah membahas nya di restoran yang sudah saya pesan"ucap Devan dengan wajah datar.
"Baik pak saya akan menunggu di luar "
Saat itu Lusi langsung kembali ke ruangan nya dan mengambil tas yang terletak di balik kursi dan segera beranjak keluar dari ruangan,dan begitu keluar rupanya Devan sudah menunggu di luar dan dengan segera mereka pergi meninggalkan kantor.Sampailah mereka di sebuah restoran dan mereka duduk di sebuah ruangan VIP yang sudah di pesan oleh bosnya yakni Devan.
__ADS_1