Pertemuan Tak Terduga

Pertemuan Tak Terduga
Aku kagum


__ADS_3

Waktu pun tiba,saat nya devan pula yang angkat bicara dan memperlihatkan karya-karya yang telah di buat oleh perusahaan nya,saat itu Devan langsung menyuruh Lusi untuk menghidupi laptop dan menyalakan infokus ke depan semua yang ada disana, setelah beberapa menit Devan berbicara,Devan langsung mengode Lusi untuk mengganti nya untuk berbicara ke depan.Mendengar hal itu Lusi sontak kaget dan juga tidak menyangka bahwa dia akan maju secepat ini dan juga hari ini baru hari kedua dia bekerja,tapi melihat sosok Devan yang terus melirik Lusi dengan ekspresi penuh kepercayaan dan keyakinan akhirnya Lusi pun melangkah ke depan dengan penuh keraguan, sesampainya disana Lusi yang kelihatan sedang gugup tiba-tiba menarik nafasnya dalam-dalam dan langsung menjelaskan apa yang sudah dia pelajari tentang produk ini sebelumnya,saat itu tentu saja Devan terkejut dia tidak menyangka Lusi bisa mahur begitu cepat,dan tentu saja Devan kagum.


"Pagi semua,baik terimakasih banyak kepada bapak Devan yang telah menjelaskan beberapa jenis produk tadi,dan sekarang saya selaku sekretaris pribadi pak Devan akan menjelaskan lebih rinci lagi"ucap Lusi tanpa terbata-bata sedikit pun.


Saat itu Devan sangat kagum kepada Lusi,baru dua hari kerja Lusi dengan mahirnya menjelaskan semuanya tanpa gemetar sedikit pun,Devan tidak memalingkan sedikit pun arah nya ke tempat lain,dia selalu memperhatikan sosok Lusi di depan nya.


"Ini saja yang dapat saya sampaikan kepada kalian semua, semoga kerja sama yang akan kita jalankan ini akan berarus positif bagi semua orang yang menggunakan nya,baik terimakasih"Lusi kembali ke tempat asalnya tepatnya di samping Devan.


Saat itu Devan tersenyum tipis ke arah Lusi dan begitu juga Lusi yang membalas senyuman Devan,waktu pun berlalu akhirnya meeting pun selesai,tak menunggu waktu yang lama mereka langsung kembali ke kantor.

__ADS_1


Di dalam mobil tampak Lusi dan Devan berbicara seperti biasa.Dan Devan juga tak lupa untuk menyinggung hal yang di lihat nya tadi.


"Lusi "ucap Devan yang berada di samping Lusi,mereka sekarang berada di dalam mobil yang di kendarai oleh seorang supir pribadi Devan.


"Iya pak ada apa?"melirik ke arah Devan.


"Eh iya Kaka Devan "tersenyum malu.


"Kak Devan penasaran kok Lusi tadi biasa aja waktu maju ke depan semua orang,keren Lo Kaka Devan kagum sama Lusi,baru dua hari kerja langsung bisa sebagus tadi,jarang Lo ada orang yang cepat mahir seperti Lusi.

__ADS_1


"Eh Kak Devan bisa aja,Lusi cuma baca modul nya aja tadi kak,waktu Lusi di ruang kantor Lusi baca deh lagian tadi sambilan nunggu kakak keluar,dan juga Lusi juga tahu sedikit tentang bisnis ini kak,karena dulu ayahnya Lusi dulu sempat bekerja di sebuah perusahaan juga,dan Lusi sering tu lihat ayah buat modul beginian jadi Lusi jadi sering baca deh"mengungkapkan nya.


"Oh jadi ayah Lusi pekerja kantoran juga ya?"tanya Devan.


"Iya kak,tapi semenjak Lusi masuk SMP kan Lusi makin sibuk tu,jadi ayah khawatir kalau Lusi tu sendirian di rumah,jadi ayah membangun sebuah usaha kelontong dan Alhamdulillah usaha ayah laris dan maju pesat saat itu"lanjut Lusi.


"Jadi Lusi sekarang kenapa ngak melanjutkan kuliah Lusi? sedangkan Lusi kan termasuk orang berada ?eh maaf ya kakak ngak berhenti bertanya dari tadi tentang kehidupan pribadi Lusi"ucap Devan yang merasa bersalah.


Saat itu Lusi hanya tersenyum dan sedikit meneteskan air mata yang tak tahu dari mana asalnya.

__ADS_1


__ADS_2