Pertemuan Tak Terduga

Pertemuan Tak Terduga
Pria itu siapa?


__ADS_3

Setelah 2 jam menempuh perjalanan Lusi akhirnya berhenti dan turun dari ojek yang dinaikinya,dan tak lupa Lusi juga memberikan ongkos sambil memberikan helm yang di pakainya tadi.


"Stop pak saya turunnya di sini aja!!"perintah Lusi pada tukang ojek.


"Baik bak"sahut tukang ojek yang di naikinya.


Tak menunggu lama Lusi pun turun,dan menatap sekelilingnya.


"Sekarang aku harus kemana ya?"


Lagi bingung nya mencari tujuan,tak sengaja Lusi melihat seorang wanita sekitaran umurnya 60 tahun yang sedang bingung menatap sekitarnya.Akhirnya Lusi pun menghampiri wanita itu.


"Buk,ibu lagi cari siapa disini,kok sendirian? bahaya buk ini di jalan raya takutnya nanti ibu keserempet nanti,ayo kita ke pinggir dulu!!"ucap Lusi kepada wanita tersebut,saat itu wanita itu cuma menggangguk mau kepada Lusi,Lusi pun memegang tangan nya.


"Ayo kita duduk disini dulu ya buk,ibu haus ya?"bertanya kepada wanita itu yang kelihatan nya sedang menahan dahaga nya,sambil menelan air liurnya.


"Iya nak ibu haus sekali,mau beli air tapi ibu ngak bawa duit,ibu lagi cari alamat rumah ibu,ibu ngak ingat sama sekali,ibu berdiri disisi sudah dari 2jam yang lalu,tapi usaha ibu tidak membuahkan hasil sama sekali"tutur ibu kepada Lusi dengan tatapan penuh kelelahan.

__ADS_1


"Emang ibu ngak ingat sedikit pun rumah ibu dimana?dan oh iya ibu dari mana emang nya berjalan sendirian dan hendak kemana tadi?"lanjut Lusi.


"Ibu tadi cuma berjalan-jalan di depan rumah sambilan olahraga pagi,dan tidak sadar ibu sudah berjalan lewat dari perkarangan rumah ibu,dan ibu pun terus mencarinya dan Sampai sekarang tidak ketemu "


Saat itu Lusi menebak bahwa wanita yang mengobrol dengan nya mangalami pikun,Lusi pun mencoba menenangkan nya.


"Ya sudah sekarang ibu tenang aja ya,saya akan membantu ibu untuk mencari rumah ibu kembali,jadi tidak usah cemas,kita akan cari sama-sama rumah ibu Samapi ketemu"sambil menggenggam tangan wanita itu dan tersenyum ramah.


Wanita yang sedang cemas itu pun seketika tenang saat Lusi mengatakan hal itu,dan langsung memeluk Lusi.


Beberapa menit kemudian setelah wanita itu cukup istirahat Lusi pun mengajak nya pergi untuk mencari alamat rumahnya,Mereka pun berjalan sedikit demi sedikit,dan tak lupa pula Lusi tetap menggenggam tangan wanita itu.


"Maaf nak ibu beneran ngak ingat sama sekali nak"ucap ibu itu yang penuh dengan rasa kebingungan.


Karena tak membuahkan hasil akhirnya Lusi pun mengajak ibu itu untuk beristirahat sebentar karena mereka sudah berjalan dengan sangat jauh, akhirnya mereka terduduk di sebuah halte yang di samping nya ada sebuah toko kecil,tapi saat mereka lagi duduk bersama, tiba-tiba tampak seorang pria yang turun dari mobil Fortuner hitam dan berlari menuju mereka berdua.


"Ibu,ibu kemana aja sih Devan capek nyari ibu dari tadi ngak ketemu, akhirnya jumpa juga disini,ibu tahu ngak Devan khawatir sama ibu buk"sambil memeluk wanita tersebut.

__ADS_1


Saat itu Lusi hanya menyaksikan gerak-gerik mereka,dan Lusi kebingungan juga dan penasaran siapa pria yang sedang memeluk wanita itu?


Tak menunggu lama tiba-tiba pria itu memperkenalkan dirinya,bahwa dia adalah anak dari ibu itu.


"Maaf mbak telah mengganggu waktu mbak nya,ibu ini adalah ibu saya mbak dia mengalami penyakit pikun telah di deritanya sekitar 2 tahun, biasanya saya selalu tidak mengijinkan dia keluar sendiri,tapi saat saya keluar rumah tadi beliau keluar rumah begitu saja,saya minta maaf ya mbak"ucap pria itu .


"Eh ngak apa-apa mas saya ikhlas nolongin ibu masnya,oh iya karena ibu sudah ketemu sama masnya kalau begitu saya duluan ya"sambil beranjak pergi tapi langkah nya di tahan oleh wanita yang sedang di peluk anaknya itu.


"Tunggu dulu nak,siapa namamu?"


"Oh iya saya lupa memperkenalkan diri saya,nama saya Lusi buk"ujarnya dengan senyuman di bibir indahnya.


"Oh Lusi ya?kamu jangan pergi dulu ayo ikut ibu ke rumah untuk makan bersama sebagai tanda terimakasih ibu kepada Lusi"ucap wanita itu kepada Lusi.


"Eh ngak papa buk ngak perlu repot-repot Lusi ikhlas nolongin ibu,maaf tap"belum habis berbicara omongan nya sudah terpotong oleh pria yang di samping nya itu.


"Mbak tolong ikuti saja sekali saja,makan lah bersama kami hari ini sebagai tanda terimakasih kami,saya ngak tahu kalau ngak ada mbak tadi"memohon kepada Lusi.

__ADS_1


Karena mereka memaksa akhirnya Lusi menyetujui nya,dan segera langsung pergi ke tempat tujuan.


__ADS_2