Pertemuan Tak Terduga

Pertemuan Tak Terduga
Dia adalah sekretaris saya


__ADS_3

Keesokan harinya tiba lah Lusi bekerja untuk pertama kali nya di sebuah perusahaan besar yang mana pemiliknya adalah orang yang baru saja dia temui kemarin,ya dia adalah Devan anak dari Siti yang sempat di tolong nya kemarin.


"Hallo Lusi kamu sekarang sudah dimana?"tanya Devan di telepon.


"Iya kak Devan Lusi sekarang sudah di depan kantor,Lusi malu kalau langsung masuk"ucap Lusi sambil melirik pintu utama kantor.


"Ya sudah tunggu kakak di situ ya,kakak akan turun untuk menjemput kamu"sambil meneruni anak tangga.


Tak lama kemudian tampak lah Devan yang sedang melambai tangan nya ke arah Lusi, akhirnya mereka bertemu dan langsung pergi masuk ke kantor.


"Kak Lusi malu ini gimana ya gugup banget"memberhentikan langkah nya.

__ADS_1


"Loh jadi yang kemarin janji untuk bekerja dengan penuh semangat siapa?mana semangat yang kemarin?"goda Devan kepada Lusi.


Tak lama kemudian Devan langsung menggenggam tangan nya Lusi, seperti Devan sudah terlihat sangat akrab sekali ya dengan Lusi,wajar lah guys ya Devan tidak memiliki adik,dia adalah anak tunggal kaya raya,dan usianya dengan Lusi pun jauh berbeda,Devan 10 tahun lebih tua dari Lusi, sekarang Devan berumur 30 tahun dan Lusi masih berumur 20 tahun.


Akhirnya mereka pun masuk ke kantor,dan dengan segera Devan memperkenalkan Lusi kepada semua karyawan Yang ada disana di sebuah ruangan yang yang luas dimana semua orang berkumpul.


"Tolong perhatian nya sebentar semuanya!"perintah Devan.


Semua yang berada di sana diam dan langsung menoleh ke arah bos nya yang tak lain dia adalah Devan.


Saat itu mereka yang ada disana hanya mengangguk dan patuh kepada semua perintah bos nya yaitu Devan, akhirnya Devan membubarkan semuanya untuk kembali bekerja,tak menunggu lama mereka pun bubar untuk menyelesaikan semua tugas mereka,saat itu Devan kembali menarik tangan Lusi dan membawa nya di sebuah ruangan yang cukup bagus,lengkap dengan AC disana.

__ADS_1


"Silahkan masuk Lusi, sekarang ini adalah ruangan kamu,dan kamu akan bekerja disini,dan sebelah ruangan kamu itu adalah ruangan kakak,jika ada perlu apa-apa pergi saja ke ruangan kakak ya"ucap Devan.


"Baik pak terimakasih banyak atas bantuan yang bapak berikan "ucap Lusi.


Saat itu lusi hanya berekspresi seperti biasanya,tapi berbeda dengan Devan yang sangat kaget mendengar apa yang di katakan Lusi,kok tiba-tiba Lusi mengucapkan bapak,yang biasanya kan kakak,tapi kenapa sekarang jadi bapak?


"Kamu tadi bilang apa?bapak?emang aku setua itu Lusi ?"ucap Devan yang menggoda Lusi dengan ekspresi wajah yang ingin tertawa,padahal Lusi saat itu benar-benar serius sekali.


"Eh maaf Kak Devan,kan ini lagi di kantor kan ngak baik kalau Lusi panggil kakak begitu, kenapa lucu ya?"tersipu malu.


"Kakak cuma terkejut aja kok, hehehe,kakak fikir kakak setua itu"tertawa lucu ke Lusi.

__ADS_1


"Lusi begini saja,kakak beritahu ya,kakak sudah menganggap kamu sebagai adik kakak sendiri dan kamu tidak perlu segan lagi kepada kakak,jadi ngak perlu malu-malu ya,dan juga kalau kamu mau tetap memanggil kakak dengan sebutan bapak saat di kantor ya ngak apa-apa,tapi kalau lagi di luar jangan ya"mohon Devan.


Saat itu Lusi hanya mengangguk sambil tersenyum ramah,hari pun berlalu tak di sangka jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, tiba saat nya Lusi pulang, akhirnya Lusi pulang Dengan menggunakan taxi,tadinya sempat Devan mau mengantarkan nya tapi Lusi menolak karena tidak enak karena selalu merepotkan baginya.


__ADS_2