
Akhirnya Lusi pun tiba di rumah,saat itu Lusi membuka pintu dan karena tak seorangpun yang terlihat disana Lusi pun langsung masuk kekamar,saat di kamar Lusi langsung ke kamar mandi kamarnya dan langsung mengganti pakaian dan langsung mencuci wajahnya dengan menggunakan sabun pencuci wajah.
"Huh capek juga ya jadi sekretaris pribadi,sewat sewot dari tadi ngak berhenti ngikutin kemana kak Devan pergi,tapi ngak apa-apa deh aku bersyukur banget di kasih kerja sama kak Devan setidaknya pekerjaan aku yang sekarang lebih baik,Lusi ayo semangat dong biar bisa kasih uang buat mama,emang kamu mau di usir ha?"ucapnya kepada dirinya sendiri sambil tersenyum tipis melihat dirinya di cermin.
Akhirnya seperti biasa Lusi langsung merebahkan tubuhnya di kasur,Lusi saat itu ngak makan di rumah karena dia sudah makan di sebuah warteg saat hendak pulang, sehingga kalau dia sudah sampai ke rumah dia bisa langsung istirahat karena sangking capeknya.
Keesokan harinya Lusi yang masih setengah sadar mendapati alarm nya terus berbunyi dan Lusi pun menarik alat tersebut dan langsung mematikan nya,saat itu jam menunjukkan pukul 05:00,Lusi tak menunggu lama langsung ke kamar mandi, bersiap-siap dan langsung turun kebawah dengan memakai sepatu dan segera beranjak keluar.
"Ma Lusi kerja dulu ya"
__ADS_1
Saat itu mama tirinya hanya melihat Lusi dengan tatapan penuh sinis,Lusi hanya bisa memalingkan wajahnya karena Lusi malas kalau berlama-lama lagi takut mamanya akan makin ngajak ribut,yang ada bisa telat.
Beberapa menit kemudian Lusi pun tiba di kantor, dengan segera Lusi langsung menuju ke ruangan nya sambil menyapa beberapa orang yang ada disana.
Sesampainya disana Lusi langsung membuka laptop nya dan memeriksa jadwal Devan bos nya,dan dengan segera mempersiapkan semua kebutuhan meeting,dan langsung pergi keruang Devan dengan membawa sebuah buku besar dan laptop nya.
"Kreetttt"
"Pagi pak,maaf pak pagi ini kita ada jadwal di perusahaan L&P waktu meeting nya sekitar 1 jam lagi,semua nya sudah saya siapkan pak"ucap Lusi dengan ekspresi serius.
__ADS_1
Devan yang sedang memperhatikan ucapan Lusi dengan tatapan menahan tawa karena keseriusan wajah Lusi dengan siaga langsung mengangguk setuju.
Tibalah mereka di perusahaan yang ditujukan,mereka langsung masuk dengan beberapa sambutan orang disana,saat itu Lusi melihat Devan dengan jas tegapnya dan terlihat sangat berwibawa seketika Lusi jadi kagum,dan Lusi langsung mencubit kecil tangan nya untuk bisa kembali fokus.
Mereka berdua pun langsung berjalan menuju keruang yang di tujukan,Lusi sadar bahwa betapa terpandang nya sosok Devan yang ada di hadapannya sekarang.
"Silahkan masuk pak buk"ucap seorang penjaga pintu.
Dengan segera mereka masuk ke dalam ruangan yang sudah terdapat sekitar 15 orang disana.
__ADS_1
(Oh iya guys jadi perusahaan Devan ini berjalan di bidang pemasaran kosmetik ya,jadi tidak salah banyak perusahaan yang mengajukan permintaan untuk bekerja sama,huh dah ganteng,tinggi,putih, pengusaha kaya raya lagi,dan ngak lupa juga dia anak tunggal guys,moga kita dapet jodoh spek Devan ya, hehehe)
Akhirnya Devan dan Lusi langsung masuk dan saat itu Devan langsung duduk di tempatnya sementara Lusi berdiri di samping Devan.