Pertualangan Gadis Cantik

Pertualangan Gadis Cantik
Ch. 12 PERJALANAN MENUJU HUTAN KABUT API 1


__ADS_3

saat rombongan kecil itu pergi ke tempat dimana mereka akan membeli kuda , hal yang seharusnya tidak dilakukan justru dilakukan.


Terlihat seorang pria dan beberapa pengikut nya mengganggu seorang wanita yang sepertinya pemilik tempat jual beli kuda itu.


Dan seorang pria yang terlihat lebih tua dari sang wanita hanya bisa meronta-ronta saat beberapa pria memegang erat tangan nya.


Meski si pria terus memohon pada pria yang terlihat bengis itu , tetap tidak dipedulikan oleh nya.


" nona muda , sepertinya kita datang ditempat yang salah , bagaimana jika kita mencari ditempat lain saja " ucap seorang pria paruh baya yang masih gagah kepada seorang gadis yang sedang duduk di dalam kereta dengan seorang gadis kecil lain yang tertidur pulas di atas pangkuannya.


ya itu Yinly, Ling-Ling tertidur saat kami mencari tempat jual beli kuda , dan melihat tempat yang mereka cari sudah didepan mata , namun ada sedikit masalah yang menggangu.


segera Yinly memindahkan kepala Ling Ling dengan hati-hati agar tidak menganggu tidur nya itu , dikarenakan bangun lebih awal dengan note agar mereka bisa sampai lebih cepat. Dan tidak tahu kalau mereka akan pergi dengan kereta kuda.


" biar aku urus ini , kakek Ao jangan biarkan Ling Ling terbangun dari tidurnya " tegas Yinly dan segera turun dari kereta dan pergi menuju tempat jual beli kuda itu.


" permisi, bisakah aku mendapat 3 buah kuda terbaik yang kalian miliki" ucapnya dengan wajah tersenyum manis.


para pria yang awalnya sibuk dengan wanita yang digoda oleh tuannya, terpana melihat kecantikan yang polos itu dari seorang gadis kecil yang manis .


' gadis ini masih kecil saja sudah secantik ini, bagaimana jika sudah dewasa nanti ' ucap pria yang tadinya menggoda wanita yang sepertinya pemilik tempat itu segera berpaling ke arah suara Yinly dan terpana akan kecantikan bak Dewi itu dengan sesekali mengeluarkan air liur nya


' iuhhh, menjijikkan ' pikir Yinly dengan memasang wajah jijik pada pria itu


" ekhemm, aku ingin bertemu dengan pemilik tempat ini " ucapnya dengan melihat semua orang yang ada disana ,


hanya ada satu pria yang terlihat tidak tertarik dengan kecantikan Yinly, dan segera melepaskan diri dari pria-pria yang memegangnya dengan erat , dan segera menemui seorang wanita yang digoda tadi.


" kau baik-baik saja Yui " ucap pria itu dengan nada khawatir dengan kondisi wanita yang digoda tadi dengan sebutan Yui


" aku tidak apa-apa kak " ucap wanita itu pada laki-laki iyang tidak bergeming dengan kecantikan Yinly dengan sebutan kakak


' hemmm menarik, mereka pasti pemilik tempat ini' pikirnya, " kalian pasti pemilik tempat ini bukan ...." ucap Yinly dan berjalan ke arah pria itu dan wanita itu


" benar nona, adakah yang bisa kami bantu" ucap si pria itu


" aku mau 3 kuda dengan kecepatan paling cepat dan sehat serta kuat " ucapnya pada kedua orang kakak-beradik itu

__ADS_1


" heii... berani sekali kau mengacuhkan ku gadis kecil besar juga nyalimu !! " ucap pria yang terlihat bugar itu


" ohhh , ada masalah " ucap Yinly dengan menaikkan alisnya keatas


" kauu...." ucap pria itu dengan geram


" apa , kau pikir kau siapa , berani bertindak sesuka hati di daerah kekuasaan keluarga bangsawan Shi " ucap Yinly dengan nada tegas


" huhh , siapa kau . apa peduliku ini tidak ada hubungannya dengan mu gadis manja " ucap pria itu


" aku .


aku memang tidak ada hubungannya dengan masalah kalian , kau membuat masalah di daerah kekuasaan keluarga bangsawan Shi...." ucap Yinly dan segera dipotong oleh pria itu


" lalu apa mau mu , aku orang yang paling berkuasa di daerah sini , kau hanya orang luar pergi saja kau , aku tidak ingin kau menangis dan mengadu pada ibumu itu " ucapnya dengan nada tinggi


💢💢" heh...kau yang memulai nya lebih dulu , jangan salahkan aku bertindak kurang sopan " ucap Yinly dengan kesal dan ingin bertarung dengan pria itu , namun di cegah oleh Kasim Ao


" kau, kau pikir kau siapa , bertindak kurang sopan pada nona kami , tidak tau diri " ucap Kasim Ao


" ohhh kau berani melawan ku , apa kau orang suruhan gadis kecil itu , majikan dan pelayan sama-sama tidak tau diri " ucap pria itu dengan kasar


" heh... , memang kau dari mana , kau tau aku salah satu pengikut dari tuan muda kelima keluarga bangsawan Shi , kau berani melawan ku " ucap pria itu dengan bangga memperkenalkan diri nya


" kau , sungguh arogan, kami dari keluarga bangsawan Xiao , keluarga kemiliteran Xiao, orang yang kau singgung adalah nona muda kedua keluarga bangsawan Xiao putri kesayangan kepala keluarga Xiao dan cucu kesayangan di keluarga bangsawan Shi , masih berani melawan kami " ucap Kasim Ao dengan mengeluarkan token emas keluarga bangsawan Xiao dengan sedikit rasa kesal dan kasar


Yinly hanya tersenyum melihat hal itu, ini pertama kalinya dia menggunakan kekuasaan keluarga nya dalam masalah kecil begini.


" kakek Ao sudahlah, mereka dari keluarga kerajaan kita bisa apa ?? " ucap Yinly dengan wajah polosnya


" nona mau dia dari keluarga kekaisaran sekalipun, jika ada yang menyinggung nona tentu kedua keluarga bangsawan besar tidak akan tinggal diam , mereka bisa meremehkan anda " ucap Kasim Ao dengan sedikit membungkuk pada Yinly


" yayaya.... terserah, urus masalah ini , aku akan pergi menemui Ling Ling dan segera kembali , aku sudah meminta 3 kuda untuk kita , jangan buang-buang waktu yang berharga mu untuk orang seperti itu


sedangkan pria itu dan para pengikutnya hanya bisa terduduk lemas dan menyesal mencari masalah dengan orang yang salah.....


" tuan hamba salah , hamba tidak tau diri , hamba salah , mohon beri hamba kesempatan untuk berubah , " ucap pria itu dengan nada khawatir dan sesekali mengeluarkan air mata palsu dengan memegang kaki kanan Kasim Ao

__ADS_1


sedangkan pengikut nya yang lain sudah pergi meninggalkan tempat itu , sebelum pria itu memperkenalkan diri sebagai salah satu pengikut tuan muda kelima keluarga bangsawan Shi.


" huhh kau baru sadar sekarang , tidak tau diri... " ucapnya dengan menendang beberapa kali pria itu hingga meringis kesakitan dan sesekali mengeluarkan kata-kata kasar karena kesal.


" kakek Ao ada apa , kenapa kau memukul orang itu " ucap Ling Ling yang berjalan di sebelah Yinly dengan tangan yang masih mengucek matanya setelah dibangun kan oleh Yinly


" nona muda ketiga dia mencari masalah dan melontarkan kata-kata kasara pada nona muda kedua , karena itu saya menghukum nya dengan hukuman ringan atas perintah nona muda kedua " ucapnya dengan menjelaskan pada Ling Ling dengan jelas


" huhh... hanya seperti itu kau bilang hukuman, kenapa tidak kau potong saja lidah yang berani berkata kasar pada kakak kedua" ucap Ling Ling dengan wajah cemberut nya


" Ling Ling jangan hiraukan itu , ayo kita lihat saja kuda-kuda itu " ucap Yinly dengan senyum manisnya dan segera membawa Ling Ling ke tempat dimana kedua orang pemilik tempat jual beli kuda itu masih berdiri ketakutan.


" hei kenapa diam saja , dimana kuda-kuda yang ku minta itu " ucap Yinly dengan wajah polosnya


" ehh , nona kami mohon ampuni kami jika ada kata-kata kami yang menyinggung anda " ucap si pria dengan berlutut dihadapan Yinly dan Ling Ling serta wanita itu juga mengikuti hal yang sama


" eiii , kenapa kalian berlutut. kalian tidak pernah menyinggung ku , berdirilah" ucap Yinly dengan memegang bahu mereka berdua dan meminta untuk bangun.


" nona kuda-kuda yang nona inginkan ada disana , mari saya antar untuk melihat nya" ucap Yui si pemilik tempat jual beli kuda itu


terlihat dua kuda yang masih terikat dengan warnanya yang putih bersih, seakan membawa kewibawaan yang kuat .


" nona ini dua kuda terbaik yang kami miliki, cepat dan sehat serta kuat " ucapnya dengan menunjukkan kedua kuda itu.


" bagus , kakak aku menyukai yang ini , ada tanda bintang di dahinya lucu dan keren" ucap Ling Ling dengan antusias


dari dua kuda yang berwarna putih itu satu kuda yang memiliki gambar bintang di dahinya dan yang satunya polos.


" baiklah, yang satunya akan digunakan oleh Kakek Ao . oh iya , aku meminta tiga kuda , mana yang satunya". ucap Yinly pada pria dan wanita itu


" nona hanya kedua kuda ini yang bisa kakakku taklukkan, tapi ada satu kuda yang sulit untuk ditaklukkan, bahkan oleh ahlinya sekalipun , aku juga sedikit sulit ketika memberi nya makan" ucapnya


" bawa aku kesana " tegas Yinly .


dan langsung diantar ke tempat dimana kuda yang mereka maksud itu , dan terlihat satu kuda hitam dengan tubuh yang besar berbeda dari dua kuda sebelumnya meski besar namun tidak se menakutkan begitu , serta mata merahnya yang memancarkan aura yang kuat dan tatapan mata yang tajam .


jarang ada yang melihat kuda seperti itu.

__ADS_1


" baiklah dia saja , aku pilih dia sebagai tunggangan ku "


__ADS_2