Pertualangan Gadis Cantik

Pertualangan Gadis Cantik
Ch. 8 SAMPAI DI IBUKOTA


__ADS_3

setelah kejadian itu, rombongan Yinly kembali melanjutkan perjalanan menuju ibu kota.


beberapa saat kemudian......


” kakak kedua aku benar-benar bosan...." ucap Ling Ling dengan pipinya yang mengembung ke samping dan tangan nya yang berpaku pada meja di dalam kereta


" haihh aku juga begitu, kita belum sempat istirahat yang cukup karena masalah tadi " balas Yinly dengan wajah bosan nya


karena setelah kejadian itu Kasim Ao memutus untuk melanjutkan perjalanan untuk mencari penginapan terdekat yang bisa mereka temukan.


Yinly dan Ling Ling hanya bisa mengikuti perkataan nya , karena takut akan terjadi hal buruk lain kalau mereka tetap tinggal.


Sudah 1 hari penuh mereka melakukan perjalanan, matahari sudah tepat di atas kepala namun tidak ada yang berani beristirahat karena takut kejadian kemarin akan terulang bila mereka lengah dan tidak lama akhirnya mereka menemukan sebuah desa .


Desa Haonan , itulah nama yang tertera di papan kayu yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk ke desa tersebut.


dan terlihat 2 orang pria yang menjaga pintu masuk desa , dan beberapa orang yang sudah berbaris rapi untuk masuk ke desa tersebut.


setelah beberapa menit giliran rombongan Yinly yang masuk saat akan melewati pintu masuk desa , beberapa orang seperti prajurit penjaga tiba-tiba menerobos ingin masuk.


Namun para penjaga pintu masuk desa dan beberapa orang yang mengantri hanya menjauh dan menundukkan kepala mereka, seperti sudah mengenal rombongan tersebut.


dan membiarkan mereka melewati jalan terlebih dahulu, tanpa ada yang berani melawan. namun prajurit penjaga yang mencoba menerobos masuk tersebut dihadang oleh salah satu penjaga Yinly yang tersisa setelah penyerangan yang terjadi 2 hari lalu.


" heii.... tidak bisakah kau mengantri, kau tidak lihat siapa yang akan masuk . tidak tahu malu " ucap penjaga Yinly yang mencoba untuk menghadang.


" heii jaga bicaramu !!! , kau tidak lihat kami dari keluarga Yun . Cuihh dasar tidak tahu diri " ucap salah satu prajurit penjaga tersebut


" habislah mereka"


" iya , bagaimana sekarang"


" sudah diam , lebih baik kita tidak perlu ikut campur urusan mereka"


ucap beberapa orang warga yang melihat kejadian tersebut.


" huhh , hanya keluarga rendah. mulutmu begitu tajam " ucap penjaga Yinly


" 💢💢💢 , kauu.... " ucap prajurit penjaga tersebut dan mulai menarik pedangnya di saku bagian kanan. dan prajurit Yinly juga mulai menarik pedangnya


belum sempat prajurit Yinly menarik pedangnya, tiba-tiba turun seorang tuan muda yang terlihat seperti pemimpin rombongan tersebut.


" apa yang kau lakukan, hanya masuk ke desa apa perlu menggunakan kekerasan" ucap pria muda tersebut

__ADS_1


" tapi tuan muda, mereka merendahkan keluarga Yun , hamba tidak bisa diam saja " ucap prajurit penjaga tersebut dengan geram


" hei kau , tidak bisakah biarkan mereka masuk terlebih dahulu, apa keluarga bangsawan Xiao mengajar kan mu berperilaku seperti itu " ucap seorang gadis muda yang keluar dari kereta karena kesal dengan keributan tersebut, karena sudah seharian mereka melakukan perjalanan dan dia sangat sangat lelah.


" maaf nona ketiga, dia menerobos masuk, padahal banyak orang yang harus mengantri terlebih dahulu baru bisa masuk , mereka begitu keterlaluan hanya karena dari keluarga kelas bawah" ucap penjaga Yinly tersebut dengan memberi hormat pada gadis muda tersebut.


yah.. siapa lagi kalau bukan Ling Ling......


" huhh , bahkan ketua mereka tidak akan bisa dibandingkan dengan pelayan keluarga Xiao, kenapa harus repot-repot. Kasim Ao cepat kau urus , seharusnya aku tidak perlu turun tangan menyelesaikan masalah kecil ini bukan " ucap Ling Ling dengan sedikit kasar dan menoleh ke arah Kasim Ao


" hati kakakku sedang tidak baik dan dia sedang tertidur , aku tidak mau dia bangun karena mendengar masalah sepele ini" ucap Ling Ling dengan nada dingin


" baik nona ketiga" ucap Kasim Ao


dan semua yang mendengar kata-kata Ling Ling yang berasal dari keluarga bangsawan Xiao , salah satu dari 4 keluarga bangsawan besar yang memiliki latar belakang tinggi dan kekuatan kemiliteran , begitu terkejut dan mulai berkeringat dingin dan beberapa juga ada yang gemetaran mendengar keluarga bangsawan Xiao.


" maaf nona muda ketiga Xiao ,saya Yun Mian Gu tuan muda kedua keluarga Yun mohon maaf apabila penjaga keluarga Yun kami membuat masalah, silahkan kalian masuk terlebih dahulu, dan kami akan segera kembali mengantri" ucap Yun Mian Gu ( Mian Gu) dengan memberi hormat pada Ling Ling , karena latar belakang keluarga nya


dan Ling Ling hanya kembali masuk ke dalam kereta dan tidak menanggapi perkataan Mian Gu tersebut. Dan para penjaga pintu masuk desa tersebut segera menghadap ke Kasim Ao dan menyuruh mereka untuk masuk ke desa tanpa pembayaran apapun. namun Kasim Ao tetap memberikan 20 koin perak untuk sebagai kompensasi karena masalah yang terjadi.


dan akhirnya rombongan Yinly sudah ada di dalam desa , dan terlihat beberapa orang yang lalu-lalang di sekitarnya dan beberapa kedai kecil di pinggir jalan.


sebelum masuk ke desa Yinly sudah membuka matanya karena mendengar kata-kata Ling Ling yang terdengar begitu kesal , namun Yinly hanya tersenyum simpul dan menggelengkan kepalanya.


" nona silahkan" ucap Kasim Ao dan menyuruh kedua nona muda tersebut keluar.


saat keluar dari dalam kereta semua mata tertuju pada sepasang nona muda yang begitu cantik.


" wahh cantiknya"


" dari mana mereka berasal"


" cantiknya, aku tidak pernah bertemu dengan seorang gadis cantik seperti itu"


itulah ucap beberapa orang warga desa tersebut yang takjub akan kecantikan Ling Ling dan Yinly.


lalu beberapa pelayan di tempat penginapan tersebut keluar dan segera memberi hormat dan salam karena mereka tau , jika melihat dari wajah cantik dan pakaian yang dikenakan Yinly dan Ling Ling, sudah pasti dari keluarga kelas atas.


" nona silahkan, ingin menyantap hidangan terlebih dahulu atau mencari ruangan untuk beristirahat" ucap salah satu pelayan tersebut dengan senyum nya ke arah Ling Ling dan Yinly


Yinly tidak menanggapi hal tersebut dan menunjukkan wajah datarnya, karena dia tau pelayan pelayan tersebut hanya suka mencari muka . sedangkan Ling Ling yang melihat tingkah kakaknya itu mengerti, dia tidak suka dengan wajah wajah pelayan tersebut yang suka mencari muka pada orang bangsawan.


" kakak mau makan dulu atau istirahat....." ucap Ling Ling pada Yinly

__ADS_1


" kamar" ucap Yinly dengan singkat dan menunjukkan wajah datarnya


Ling Ling yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas dan mengerti maksud kakaknya.


" Kasim Ao" ucap Ling Ling pada Kasim Ao dan Kasim Ao mengerti maksud dari Ling Ling dan Yinly. dan hanya mengangguk paham


" berikan 13 kamar kosong yang terbaik dan bawakan makanan terbaik kalian ke kamar nona muda kedua dan nona muda ketiga" ucap Kasim Ao dan menyerahkan sebuah kantung kecil yang berisi 2000 koin perak pada pelayanan tersebut dan segera dilaksanakan oleh pelayan tersebut.


dan menyuruh beberapa orang pelayan yang lain mengantar rombongan Yinly ke kamar yang sudah disediakan.


didalam kamar yang sudah disediakan untuk Yinly.


' haihh , aku harus segera pergi ke hutan kabut api, untung saja tidak jauh dari ibukota . mungkin aku bisa meracik beberapa obat-obatan dan pil sebelum sampai disana . ' gumam Yinly dalam hati


dan lamunannya terhenti karena suara ketukan pintu kamar yang ditempati nya , itu adalah pelayan yang membawakan beberapa makanan terbaik yang mereka punya.


tok tok tok tok" nona saya qiu, pelayan yang mengantarkan hidangan untuk anda" ucap pelayan tersebut yang namanya qiu


" masuk" jawab singkat Yinly


dan saat qiu masuk , dia segera menaruh hidangan tersebut di atas meja yang tidak terlalu besar dan segera menyuguhkan pada Yinly.


" nona silahkan nikmati hidangan kami" ucap qiu pada Yinly . dan hanya dibalas anggukan oleh Yinly


lalu saat pelayan tersebut akan pergi, Yinly mencegah nya.


" tunggu , bisakah aku bertanya sesuatu" ucap Yinly dengan wajah datarnya ke arah pelayan tersebut


" tentu nona , apa yang bisa saya bantu" ucap pelayan qiu dengan sopan dan hormat


" berapa lama lagi jarak ibukota dari sini " tanya Yinly


" jika nona berangkat nanti malam akan sampai besok pagi " ucap pelayan qiu itu , dan Yinly hanya tersenyum simpul dan memberikan 3 keping koin perak pada pelayanan tersebut


" terimakasih nona , jika tidak ada hal lain hamba mohon undur diri" ucap pelayan tersebut dan Yinly hanya mengibaskan tangannya dan pelayan tersebut segera pergi dari tempat tersebut .dan Yinly segera menyantap hidangan tersebut.


setelah selesai, Yinly kembali mengeluarkan tungku api nya dan beberapa obat herbal yang dia dapat dari pasar sebelum berencana untuk ke ibukota. lalu Yinly segera meracik beberapa obat-obatan dan beberapa pil tingkat rendah, tingkat sedang, tingkat tinggi, dan tingkat atas. Untuk jaga-jaga jikalau terjadi hal buruk yang tidak diinginkan.


hari sudah malam dan Kasim Ao menemui Ling Ling dan memberi tahu kan kalau mereka bisa berangkat saat ini mereka akan sampai besok pagi dan jika berangkat besok pagi bisa saja akan ada masalah lain . dan untuk mengindari hal tersebut, Kasim Ao memutus kan untuk berbakat malam ini .


setelah Kasim Ao menemui Ling Ling dan memberi tahu kan maksud nya , Ling Ling juga setuju dengan hal tersebut dan segera memberi tahu Yinly.


dan rombongan Yinly kembali melanjutkan perjalanan menuju ke ibukota tanpa hambatan dan sampai di ibukota keesokan harinya di pagi hari.

__ADS_1


__ADS_2