
" lalu apa maksud dengan guru alchemis dan dewa alchemis, seberapa besar kekuatan nya dengan kultivator di dunia manusia ? " tanya Ling Ling
" di dunia kami sama seperti di dunia manusia begitu juga dengan dunia lain , hanya saja cara mereka berlatih yang membedakannya.
untuk manusia seperti kalian tentu mengetahui tentang tingkatan kultivasi untuk menjadi seorang pendekar atau kultivator , begitu pula dengan dunia iblis dan dunia para dewa . Sedangkan di dunia perbatasan seperti dunia perbatasan bawah dan dunia alchemis , kami hanya mempelajari tentang meracik obat herbal untuk menguatkan tubuh dan jiwa kami .
Tingkatkan seorang alchemis di dunia ini hampir sama dengan tingkatan kultivasi , yaitu ;
* murid alchemis level awal , menengah , dan akhir
* guru alchemis level awal , menengah , dan akhir
* dewa alchemis level awal , menengah, dan akhir
* kaisar alchemis level awal dan akhir
* alchemis terhormat , hanya muncul 10.000 ribu tahun sekali. Dan mungkin tidak pernah , hanya sebuah legenda.
dan untuk seberapa besar kekuatan nya, tentu lebih besar alchemis namun bagi seorang kultivator yang mencapai tahap tertinggi mungkin mudah untuk menaklukkan seorang alchemis tahap awal " jelas Started panjang lebar.
" ohh yaya.... baiklah , jadi...." belum selesai Ling Ling berkata sudah didahului oleh Yinly
" jadi kapan kau akan berhenti berbicara pada orang asing dan mencari kakek tua itu untuk berlatih " ucap Yinly dengan nada malasnya
" ehh ,iya aku hampir lupa . Bagaimana cara kita mencari nya kakak " tanya Ling Ling pada Yinly
" tuan kalian tidak perlu khawatir, lihat ...." ucap Started dan mengarahkan tangannya kesamping kanan dan .....
terlihat sebuah taman indah yang bernuansa hijau dengan sebuah rumah kecil ditengah-tengah nya .
" ehhh....sejak kapan tempat ini muncul " ucap Ling Ling dengan penuh kekaguman melihat tempat yang indah dengan nuansa alam yang berwarna hijau itu.
melihat tingkah adiknya itu Yinly hanya terkekeh geli.
" haihhh kalian datang lebih awal rupanya....." ucap seseorang dari belakang mereka.
karena penasaran mereka berbalik dan melihat seorang pria paruh baya sedang memegang jenggot putih nya. dan sesekali tersenyum kearah Yinly dan Ling Ling.
" kakek Luang , kau kah itu....." tanya Yinly seraya tak percaya sedangkan Ling Ling hanya menatap dengan bingung.
" pria tua , kami sudah melaksanakan tugas kami kapan kau akan mengajari kami teknik itu ? " tanya Realted dengan mata berbinar dan senyum tak sabar nya.
brugghh " maafkan dia pak tua , jangan ambil hati " ucap Started dengan senyum dibibir nya karena malu akan tingkah temannya itu.
" aaauu..... kenapa memukulku , sakit sekali " ucap Realted dengan sedih seperti anak kecil yang kehilangan permen nya.
Yinly yang melihat hanya membuang muka dengan tatapan jijik dan berkata " dasar bocah , MKKB " dan dibalas tawaan oleh Ling Ling.
" M..KK..B , apa itu " tanya Started pada Yinly
" kau...apa kau bilang barusan hah..." ucap Realted kasar
" brugghh , diam " Started hanya membalas dengan pukulan lagi
__ADS_1
" Masa Kecil Kurang Bahagia " balas Yinly dengan cuek
" Masa Kecil Kurang Bahagia kahh....
Kau sendiri apa , gadis manja huhh.... " ucap Realted dengan membuang muka kesamping.
mereka seperti dua orang anak kecil yang bertengkar , melihat itu pria paruh baya itu yang tak lain Kakek Luang pengemis tua yang di tolong oleh Yinly beberapa bulan lalu hanya tersenyum melihat tingkah mereka.
sungguh pemandangan yang indah, bagaikan seorang kakak yang sedang marah dan menganggu adik kecilnya.
1 jam mereka berdebat dan bertengkar
akhirnya Kakek Luang membuka mulutnya
dan berkata " apakah kalian sudah puas bermain " ucapnya dengan tersenyum kearah 4 orang yang sedari tadi berdebat karena masalah sepele.
mereka berempat hanya tertunduk diam dan tak berani berkata apapun. bahkan sekedar menatap wajah Kakek Luang pun tidak , termasuk Yinly yang biasanya cuek dan arogan itu bahkan bisa tertunduk juga karena merasa bersalah.
" maaf Kakek Luang " ucap mereka berempat serempak.
" haihh yasudah mau bagaimana lagi , ayo...." ucap Kakek Luang seraya berjalan kearah rumah kecil itu.
" wahh... apa ini rumah kakek unik sekali , penuh dengan warna hijau ?? " ucap Ling Ling sesekali melirik ke arah kanan dan kiri nya , dan benar penuh dengan bunga, daun dan pepohonan yang hampir semua berwarna hijau .
" iyaa , karena Kakek Luang adalah alchemis tingkat kaisar level akhir dia juga dewa racun yang sungguh jarang ada , bahkan tidak pernah ada. Sangat spesial dan hebat ......." ucap Started dan Realted bersamaan dengan wajah penuh antusias dan semangat.
Kakek Luang yang mendengar tentu terkagum kagum dan membanggakan diri nya. Dan sesekali tersenyum senang karena sudah lama sekali tidak ada yang memujinya dengan sangat tinggi.
" haihh apa apaan, apa kalian tidak tahu malu , paman ingat umur , umur..... " ucap Yinly dengan nada dingin dan tatapan mata jijik kearah Started dan Realted yang masih kagum dan membangga banggakan itu.
" heii kau gadis kecil, kenapa kata-kata mu sungguh sangat pedas dan menusuk seperti orang dewasa ...🤬🤬 " ucap Realted dengan kasar karena kesal dengan kata-kata Yinly itu.
" suka suka ku , mulut mulutku kau punya hak apa ? " ucap Yinly dengan bangga
" eitthhh , sudah,,,,, kakak kita kemari untuk berlatih bukan liburan benarkan " . " kau paman dingin berhenti bertingkah seperti anak kecil, kau lupa akan umur ya... " ucap Ling Ling mulai menengahi Yinly dan Realted .
" hehh,,,,,, mungkin sudah kelamaan menjomblo sampai tidak ada yang mau dengannya , karena itu sikapnya seperti anak kecil yang baru keluar dari sangkarnya " ucap Yinly dengan terkekeh.
dan Yinly, Ling Ling serta Kakek Luang dan Started hanya membalas dengan tawaan .
💢💢💢" ckk " kesal Realted yang dijadikan bahan tawaan mereka.
" khekekeke ,,,,, baiklah baiklah sudah cukup .
masuklah dan liat apakah hiasan kamar kalian sesuai selera kalian atau tidak, jika ada yang kurang katakan padaku . Paham " ucap Kakek Luang yang mulai mempersilahkan mereka masuk untuk memilih kamar mereka.
" baiklah Kakek Luang " ucap Yinly dan Ling Ling serempak , Ling Ling masuk dengan gembira dan Yinly hanya tersenyum simpul.
sementara Started dan Realted berjalan mengikuti dari belakang dan pergi ke kamar nya masing-masing , Realted masuk dengan lesu karena belum mendapat apapun yang dijanjikan oleh Kakek Luang.
°°•^•°°
" wahh wahh sudah tertempel nama pemilik kamar,,,, " ucap Ling Ling dengan wajah gembiranya. Yinly hanya tersenyum simpul merasa Kakek Luang sudah tahu sejak awal dan mempersiapkan segalanya dengan tepat.
kreekk , Ling Ling mulai mendorong pintu dan terlihat sebuah kamar seperti di alam bebas , penuh dengan pepohonan yang rindang dan beberapa bunga bermekaran dengan berbagai macam warna dan jenis.
__ADS_1
" whaaww indahnya , aku menyukainya " ucap Ling Ling gembira
disisi lain.
" whattt kamar apaan nihh , kok gaada tembok sihh..... , ini namanya bukan kamar tapi alam liar . Chiiehh " ucap Yinly dengan kesal
dengan wajah masam dan kesal Yinly keluar dari kamar alam liar itu dan menghampiri Kakek Luang yang berada di ruang tengah dengan nyaman duduk di kursi kayu yang mulai berlumut itu.
" Kek , maksud Kakek apa coba , masak itu yang namanya kamar, jelas jelas itu alam liar" ucap Yinly dengan nada tinggi
" hehehehe , memang itu alam liar, siapa yang mengatakan bahwa itu adalah kamar ?? " ucap Kakek Luang dengan tertawa kecil
' whattt......sial aku tertipu huhuhu ' tangis Yinly dalam hati dengan menggenggam tangan kedepan dadanya.
" haihh , aku bercanda itu adalah ruang dimensi yang aku buat sudah diberikan pelindung di setiap sudut nya , kalau kau tidak suka dengan dunia nya itu bisa ganti saja . mudahkan,,,," ucap Kakek Luang.
' ruang dimensi , ruang dimensi juga bisa dibuat seperti itu . Kukira hanya ada didalam benda seperti kalung atau cincin ' batin Yinly
" ohhh , bagaimana cara ku merubahnya seperti kamar yang aku mau sesuka hati ? " tanya Yinly pada Kakek Luang yang sedang asyik dengan minuman nya.
" haihh , itu juga harus ku ajarkan " ucap Kakek Luang dengan malas
" ayolah Kakek , ajari aku . nanti akan aku buatkan makanan yang tidak pernah Kakek coba seumur hidup , bagaimana?? " ucap Yinly. ( heheh , dia tentu belum pernah merasakan makanan di zaman modern , ini adalah item langka ) batin Yinly dengan tertawa gembira.
" hummmm janji ? " tanya Kakek Luang
" iya , janji janji " ucap Yinly dengan mengangkat tangan dengan memperlihatkan jari tengah dan telunjuk nya , serta senyum manisnya.
( hehe) " kalau begitu biarkan aku mencicipi makanan itu hari mulai gelap aku lapar , yang lain juga tentu lapar kan . aku akan membersihkan diri dulu , pergi buatkan makanan nya !! " ucap Kakek Luang dan berdiri lalu berjalan pergi menuju ruangan nya.
" apaaa.......
haihhh baiklah Kakek Luang " ucap Yinly dengan malas dan berjalan ke arah dapur yang berada dibelakang rumah kecil itu, karena sebelumnya sudah diajak berkeliling sebentar sebelum masuk ke dalam rumah.
♦♦♦♦♦
" aargghhhh , kesal ,,,,,kesal,,, kesal
lebih baik cepat selesaikan agar aku bisa mempelajari bagaimana cara membuat dunia sendiri di ruang dimensi itu .....aasyhikkk pengalaman baru nih....."ucap Yinly dengan sedikit marah dan berbicara dengan bahasanya di zaman modern.
selang beberapa menit kemudian
Yinly sudah selesai memasak dan menghidangkan makanan terbaik yang dia buat di zaman modern.
Yinly sudah memanggil semua orang yang ada di rumah itu , yaitu Kakek Luang, adiknya Ling Ling , Started si siluman kuda putih dengan tanda bintang di dahinya , dan Realted si siluman kuda hitam dengan mata merah nya.
dan pandangan Realted langsung terarah ke arah berbagai makanan yang sudah tersaji di meja makan , tepatnya di ruang tengah.
dan.........
tunggu lanjutannya di chapter berikutnya ya 😊😊
semoga kalian yang membaca sampai sini masih tertarik dengan cerita selanjutnya yahhh..........
Terimakasih bagi para pembaca yang sudah membaca sampai chapter ini.
__ADS_1