Pertualangan Gadis Cantik

Pertualangan Gadis Cantik
Ch. 18 { cerita Yinly bagian kedua }


__ADS_3

" Beberapa hari lalu , manusia rendah itu datang kemari dengan tujuan mendapatkan permata siluman kami tapi kami berhasil lolos dan bersembunyi di sini "


Yinly tertegun dengan jawaban itu , dan mencoba mencari cara untuk membantu kucing besar itu.


' bagaimana caraku mengobatinya , ini akan butuh waktu untuk ku meracik obat nya tapi dia tidak mungkin bisa bertahan lebih dari itu ' batin Yinly.


Saat Yinly masih mencari cara untuk membantu kucing besar itu berkata


" Kau gadis baik , aku yakin anakku aman bersamamu, tolong jaga dia jangan sampai orang-orang itu mengambilnya . Ambil permata siluman ku ini bisa membantu mu agar naik ke tingkat lebih tinggi" dengan senyum kucing besar itu menutup mata nya.


Belum sempat Yinly mengatakan sesuatu cahaya terang muncul dari tubuh kucing besar itu dan terlihat sesuatu seperti permata namun berwarna merah. Dengan ragu-ragu dia mengambil nya dan menyimpan nya dalam cincin ruangnya.


Dan kembali melirik ke arah kucing kecil itu yang sedang tertidur pulas. Yinly hanya tersenyum melihat nya dan segera meraih kucing kecil itu.


Merasa tubuhnya terangkat kucing kecil itu membuka matanya dan melihat sekeliling mencari keberadaan ibunya.


" Dimana ibu , kau berhasil menyembuhkan nya bukan " ucapnya dengan wajah polosnya


" Aku..aku tidak bisa menyembuhkan nya, tapi dia berjanji akan kembali dia langsung pergi tanpa memberitahukan kemana ia akan pergi" ucap Yinly


' maaf aku berbohong, aku tidak tega kalau melihat mu bersedih ' batin Yinly


" Tapi jangan khawatir dia akan kembali mungkin dia sedang memulihkan kondisi nya , saat sudah pulih dia akan kembali menemui mu , aku juga sudah berjanji akan merawat mu selagi ibumu memulihkan kondisi nya" ucap Yinly berusaha meyakinkan kucing kecil itu agar tidak bersedih


" Iya aku percaya ibu akan kembali menjemput ku , terima kasih karena sudah mau merawat ku " ucap kucing kecil itu dengan samar nampak senyuman terlihat


" Mm baiklah, apa kau memiliki nama semacam panggilan mungkin ? " Tanya Yinly agar lebih mudah memanggilnya


" Tidak, kami kawanan Singa Api tidak memiliki nama panggilan " ucapnya


" Humm ( berfikir sejenak) ahh karena kau termasuk singa , aku akan memanggil mu dengan sebutan Liyin , kau bisa memanggilku dengan sebutan Yinly , bagaimana? " Ucap Yinly dengan antusias


" Kebalikan dari namamu , aku suka , terima kasih " ucapnya


Dan mereka pun kembali tertawa kecil dan Yinly merasa hari sudah mulai gelap di dalam hutan dia memutuskan untuk kembali ke kediamannya dengan membawa Liyin


Saat Yinly sudah berada di lapisan keempat hendak menuju ke lapisan ketiga , terdengar beberapa orang yang bersorak dengan berlari ke arah nya , dengan cekatan dia menyembunyikan Liyin didalam cincin ruangnya.


Dan loncat ke atas dahan pohon yang terlihat. Dia melihat dari kejauhan terlihat seperti beberapa orang yang tengah berlari mengejar sesuatu dan terlihat seekor serigala dengan bulu hitam sedang berlari seolah menghindar dari kawanan orang-orang itu.


" Kasihan sekali serigala itu, dia sudah terluka cukup parah , dan sekarang dikejar oleh 10 orang yang setidaknya ada di tingkat Raja level 13 " ucap Yinly dengan masih memperhatikan dari kejauhan


( Tuan sebaiknya Anda tolong serigala itu, dia bisa menjadi partner anda )


Yinly tiba-tiba diam dan tersedak dan memperhatikan sekeliling, tidak ada siapapun , tapi terdengar suara.


Glekk, " si siapa.... " Yinly masih memperhatikan sekitar dan tiba-tiba muncul sebuah bola dengan wajah terlihat seperti kepala manusia tapi lebih tepatnya bola dengan mata dan mulut.


Sontak Yinly berteriak sampai membuat beberapa orang yang mengejar serigala itu kaget dan menjatuhkan senjata nya dan beberapa ketakutan karena suara teriakkan Yinly.


( Hei tuan kau berteriak seperti melihat hantu )


" Kauu .....kau siapa...apa maumu ... Apa kau roh pohon ini , maaf maaf aku akan segera pergi jangan ganggu aku aku masih kecil dan mengetahui apapun , jangan makan aku " ucap Yinly dengan memohon kepada bola apalah itu dan tanpa sengaja dia tergelincir dan terjatuh dari atas dahan pohon itu.


" Aaawww." Teriak Yinly dan sekali lagi membuat beberapa orang yang mengejar serigala tadi itu bergidik ngeri dan ketakutan.

__ADS_1


Dikatakan siapapun yang mencoba menerobos masuk ke dalam hutan hewan buas akan mendapat masalah dengan teriakan arwah dari orang orang yang pernah masuk dulu dan tidak mendapatkan pemakaman yang layak.


Karena itu banyak yang percaya jika ada suara apapun dan entah darimana asalnya dikatakan sebagai arwah penasaran yang menggangu orang orang yang datang meskipun tidak memiliki niatan jahat sedikitpun.


( Tuan maaf aku baru datang apa tuan baik-baik saja ? ) Tanya benda aneh itu


" Sudah kubilang jangan ganggu aku , kenapa kau masih mengganggu ku , apa salahku" ucap Yinly dengan wajah memelas dan menangis.


( Tuan mengapa begitu ketakutan , aku adalah handphone tuan yang berubah wujud saja ) ucapnya dengan menjelaskan bahwa dia hanya handphone nya yang berubah wujud menjadi sebuah bola.


" Ahh ternyata begitu, hampir saja aku mati ketakutan , huhh apa maumu , harusnya kau bilang dari awal ,huh " ucap Yinly dan seketika suasana dihutan begitu mencekam dan menakutkan hingga hewan-hewan yang ada di dalam hutan lari sana sini ketakutan ditambah tatapan mata Yinly yang seperti siap memakan mangsanya.


( Tuan maaf, maaf , benar-benar minta maaf kepada tuan ) ucapnya dengan memohon.


" Dari mana tangan itu muncul " ucap Yinly dengan kaget ,


Tadi dia hanya melihat bola dengan mata dan mulut tapi sekarang muncul dua tangan , sungguh membuat Yinly ketakutan setengah mati.


" Ekhemm , yasudah aku maafkan , tapi bisakah kau jelaskan apa maksudnya kau , kau berubah menjadi bola jelek ini " ucap Yinly dengan menaikkan alisnya keatas seraya menatap ke arah bola itu


( Tuan aku bukan bola jelek , panggil aku dewa keberuntungan ) ucapnya dengan bangga


" Ciehh najis amat sihh " ucap Yinly dengan wajah tidak senang


" Yasudah cepat katakan apa maksud mu dengan menolong serigala itu agar bisa ku jadikan partner ku " tanya Yinly dengan menaikkan alisnya


( Begini tuan , aku adalah handphone tuan yang berubah wujud menjadi seperti ini, aku bisa berubah wujud menjadi manusia yang utuh jika tuan berhasil membunuh semua kejahatan dan mendapatkan poin dari itu ,


tuan juga bisa meningkatkan kultivasi tuan jika memiliki banyak poin , dan tuan bisa mendapatkan benda benda berharga dengan menukar poin dengan barang yang tuan inginkan ,


"Wahh , begitu , oke deh , sekarang apa yang harus aku lakukan? " tanya Yinly pada bola yang melayang di dekat nya


" Serigala tadi sedang terluka , jika tuan menyelamatkan serigala itu tuan akan mendapatkan 5 poin karena menolong hewan " ucapnya


" Yasudah aku tolong dia " ucap Yinly sembari menuju ke arah dimana orang-orang itu menahan serigala itu.


Yinly sudah berada di atas dahan pohon yang tidak jauh dari tempat orang-orang itu menahan serigala itu. Terlihat 6 orang pria dewasa yang mencoba menyerang serigala itu .


Serigala itu sudah hampir sekarat , namun masih mencoba untuk menyerang dan selalu gagal, dia di kelilingi oleh 6 orang pria dewasa itu. Dari sisi lain tampak juga 2 orang pria paruh baya yang menatap ke arah serigala itu dengan tatapan merendahkan .


" Hei kau serigala jelek, kenapa harus melawan kami hingga membuat mu kehilangan nyawa . Tunjukkan saja dimana kaum mu berkumpul maka kami akan membiarkan kau pergi ke neraka dengan sangat cepat, tanpa ada rasa sakit " ucap pria paruh baya yang berada di bagian kanan , ia mengenakan pakaian biru langit.


" Hehh kau sudah selemah itu tapi masih bisa bertahan, cukup kuakui kau salah satu penjaga tertinggi di kaummu. Tapi sayang kau harus mati ditangan kami " ucap pria paruh baya yang berada di bagian kiri, ia mengenakan pakaian hijau rumput.


Selepas pria paruh baya itu berkata, beberapa orang yang melingkari serigala itu tertawa lepas. Sedangkan serigala itu hanya bisa menerima nasibnya.


Saat salah satu dari 6 orang pria dewasa itu mengarah pedangnya tiba-tiba sebuah batu terlempar entah dari mana. Melesat begitu cepat hingga membuat pria itu mundur beberapa langkah.


" Adik kelima kau baik-baik saja " ucap salah satu dari 6 orang pria dewasa itu.


" Aku baik-baik saja kakak ketiga " ucap pria yang di panggil adik kelima


" Siapa itu ?, berani sekali menyerang diam-diam, dasar pengecut " salah satu dari mereka


" Ada apa, kenapa berhenti ?" ucap pria paruh baya yang berada di bagian kiri, ia mengenakan pakaian hijau rumput.

__ADS_1


" Tetua Lin , ada seseorang yang menyerang diam-diam " ucap salah satu dari mereka


" Sial , siapa yang berani melawan ku . Aku adalah salah satu anggota keluarga bangsawan Xiao , berani melawan ku . Cari matii " ucapnya dengan geram


Lalu seseorang turun dari atas dahan pohon dengan tersenyum simpul.


Beberapa saat sebelum nya....


" Heii , apa apaan ini , dia sudah hampir sekarat begitu masih dipermainkan . Orang macam apa mereka ini , tidak tahu malu " ucap Yinly kesal yang masih memperhatikan dari atas dahan pohon


" Tuan coba lempar batu itu " ucap benda aneh ( bola keberuntungan ) itu dengan menunjuk ke arah batu kerikil kecil di atas dahan pohon yang ia duduki


Yinly hanya mengangguk dan mengambil batu kerikil itu lalu melemparkannya ke arah pria yang mencoba menebas leher serigala itu


Ting!! , Suara kerikil kecil yang mengenai pedangnya


Kembali ke awal....


" Heh tidak tahu malu , membunuh hewan hanya untuk kepentingan pribadi" ucap Yinly dengan menaikkan alisnya keatas seraya menatap ke arah orang-orang itu


" Hei gadis kecil siapa kau ? , berani sekali tidak sopan begitu dihadapan Tetua Lin Dan Tetua Gu " ucap salah satu dari 6 orang pria dewasa itu sembari mengarah kan pedang ke arah Yinly


" Kau bertanya siapa aku ? , Masih tidak pantas! " ucap Yinly dengan nada sombong nya


" Ekhemm, maaf nona siapa kau , kami belum pernah melihat dirimu sebelumnya, ada urusan penting apa kau mengganggu pekerjaan kami ? " ucap pria paruh baya yang berada di bagian kanan , ia mengenakan pakaian biru langit ( Tetua Lin )


" Kau masih bisa berkata manis rupanya, tadi begitu emosi!! " ucap Yinly dengan santai


" 💢💢 Katakan saja apa maumu gadis kecil ? " ucap Tetua Gu ( yang disebelah Tetua Lin itu )


" Aku mau .... Dia !!! " ucap Yinly seraya mengarah kan telunjuk nya kearah serigala itu yang hampir sekarat


Semua yang ada di sana kaget bukan main, kenapa tidak mereka susah payah mendapatkan seekor serigala yang hampir menjadi hewan iblis tapi dengan mudah gadis itu meminta dengan sombongnya.


" Maaf nona boleh tau anda berasal dari keluarga mana ? " ucap Tetua Lin dengan senyum paksa nya


" Xiao " ucap Yinly dengan singkat


" Nona kami juga dari keluarga bangsawan Xiao, kita sama sama satu keluarga kenapa harus memperdebatkan hal kecil ini " ucapnya Tetua Lin dengan senyum liciknya


" dan lagi kami menangkap nya lebih dulu apa hak mu untuk memintanya dari kami ? " Tambah nya dengan tatapan dingin hingga membuat suasana menjadi menakutkan


6 orang pria dewasa itu begitu ketakutan, Tetua Gu yang disebelah nya hanya menatap dengan tatapan tidak senang , sedangkan Yinly... dia mah santai aja.


" Heii, kukatakan ya , apapun yang ku inginkan harus menjadi milikku, bahkan nyawamu juga bisa kudapatkan dengan mudah " ucap Yinly dengan menaikkan alisnya keatas dan memberi tatapan dingin yang lebih menakutkan


Meski dia masih pemula dalam dunia bela diri, tapi kemampuannya tidak bisa dianggap remeh.


" Apa maksud perkataan mu itu , kau menganggap remeh nyawa Tetua , tidak sopan " ucap salah satu dari 6 orang pria dewasa itu


" Kenapa kalian tidak suka , aku bisa saja menyuruh ayahku menangkap kalian berdelapan dan mendapatkan hukuman karena masuk kemari .


Bukankah sudah dikatakan bahwa semua orang yang masuk ke dalam hutan hewan buas ini hanya boleh melewati lapisan kedua saja .


Tapi kalian masuk ke daerah lapisan keempat!!! , Bagaimana bisa aku membiarkan kalian pergi begitu saja !!?? " ucapnya dengan tersenyum puas

__ADS_1


__ADS_2